Sands Multimedia - 085708094363
admin@peternakan.kaltimprov.go.id 0541 - 743921 / 747745
Rakontekda Peternakan Keswan 2018, Fokus 2 Juta Ekor Sapi dan Upsus Siwab
23 April 2018 Admin Website Berita 222

Menurut Kepala Disnak Keswan Kaltim H Dadang Sudarya, pihaknya telah menyusun kebijakan strategis agar terwujud agribisnis peternakan yang berdaya saing menuju dua juta ekor sapi. “Sehingga program dan kegiatan pembangunan  peternakan di Kaltim diarahkan untuk mendukung pencapaian populasi dua juta ekor sapi,” katanya usai membuka Rakontekda Peternakan dan Keswan 2018 di Ruang Serbaguna Disnak Keswan Kaltim, Kamis (15/3). 

Dijelaskan, beberapa upaya telah dilakukan untuk mencapai dua juta ekor sapi di Kaltim diantaranya melalui dukungan dan partisipasi perbankan, perusahaan sawit, dan perusahaan pertambangan batu bara. Perusahaan sawit ujarnya, diharapkan akan terjadi integrasi sapi-sawit di lahan perkebunan kelapa sawit yang saat ini sudah mencapai 1,2 juta hektar luas lahan tanamnya.  Perkebunan  kelapa sawit ini sudah meliputi di 10 kabupaten dan kota dengan potensi yang sangat besar yang diperkirakan mampu mencapai 3,07 juta hektar. 

Sedangkan perusahaan pertambangan lanjutnya, akan dilakukan integrasi sapi di lahan eks tambang batu bara yang sekarang sudah cukup besar potensinya tersebar di seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Kaltim. Untuk itu diperlukan kebijakan baik tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten dan kota guna mendukung percepatan pencapaian dua juta ekor sapi tersebut. 

Selain itu, saat ini Disnak Keswan bersama instansi membidangi peternakan dan keswan di kabupaten dan kota mengembangkan kegiatan upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab). “Program ini menjadi program nasional sebagai upaya terobosan untuk peningkatan populasi sapi di Indonesia terlebih Kaltim,” jelasnya. Dadang mengharapkan melalui program Upsus Siwab ini maka memacu kelahiran ternak sapi hingga 3 juta ekor. “Upsus Siwab dapat mempercepat pencapaian 2 juta sapi melalui peningkatan populasi dan produktivitas ternak ruminansia yang berjalan secara berkelanjutan,” harapnya. 

Rakontekda digelar tiga hari (14-16 Maret) diikuti 100 peserta terdiri kepala dinas atau yang membidangi fungsi peternakan, sekretaris/kabid peternakan dan Kasubbag perencanaan kabupaten dan kota. Kegiatan menghadirkan nara sumber Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner serta Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan Keswan Kementerian Pertanian, pimpinan PT Berau Coal dan Direktur PT Ciomas. (yans/sul/humasprov)

Sumber: Humas Prov. Kaltim


Artikel Terkait
Copyright 2019 © Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim | Supported by BubuhanWeb