img
img

Dinas Peternakan

Provinsi Kalimantan Timur

Artikel

Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Di Kelompok Tani Daya Taka Kabupaten Paser

Ketersediaan pakan sepanjang tahun tergantung pada musim yang menyebabkan hijauan pakan melimpah pada musim hujan sedangkan pada musim kemarau sangat kurang. Keterbatasan sumber hijauan pakan ternak dapat diatasi dengan mencari sumber alternatif pakan ternak seperti jerami padi. Jerami padi adalah bagian batang tumbuh yang setelah dipanen bulir-bulir buah bersama atau tidak dengan tangkainya dikurangi dengan akar dan bagian batang yang tertinggal setelah disabit. Jerami padi memiliki beberapa kelemahan

Potensi Limbah Tanaman Jagung Untuk Pakan Ternak

Limbah pertanian merupakan bagian tanaman yang tersisa dari hasil panen atau setelah diambil hasil utamanya dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif ternak. Potensi tersembunyi dari limbah pertanian sangat menguntungkan jika di olah dengan baik. Daun jagung, klobot jagung merupakan salah satu limbah pertanian tanaman jagung. Kandungan nutrisi dari limbah tanaman jagung bervariasi tergantung dari proporsi batang dan daun. Penggunaan limbah pertanian sebagai pakan umumnya dilakukan oleh peternak

PERANAN PAKAN DALAM PELAKSANAAN UPSUS SIWAB TH.2017

Program upaya khusus sapi induk wajib bunting (UPSUS SIWAB) 2017 merupakan program Kementrian Pertanian pada tahun 2017 melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai upaya sistematis dan komprehensif untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan asal hewan di Indonesia dan ditetapkan melalui Permentan No. 48/Permentan/PK.210.10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting. UPSUS SIWAB diintensifkan dalam rangka mengoptimalkan fungsi reproduksi

RUMUSAN SEMENTARA RAPAT KONSULTASI DAN KOORDINASI TEKNIS DAERAH PEMBANGUNAN PETERNAKAN KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2017

RUMUSAN SEMENTARA RAPAT KONSULTASI DAN KOORDINASI TEKNIS DAERAH PEMBANGUNAN  PETERNAKAN KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2017 Samarinda, 28 Februari – 1Maret 2017   Rapat Koordinasi Teknis Daerah(Rakontekda) Pembangunan Peternakan Kalimantan Timur yang dilaksanakanpada tanggal 28 Februari - 1 Maret  2017bertempatdi Kota Samarindamerupakan forum untukberkoordinasi dan konsultasi berbagai hal yang terkait dengan pencapaiankinerjapembangunan peternakantahun 2016, sekaligusmemantapkan strategi

Pengembangan Legume Indigofera Upaya Pemenuhan Kebutuhan Pakan Berkualitas Di Kalimantan Timur

Langkah awal untuk upaya pemenuhan kebutuhan pakan yang berkualitas dalam mendukung Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (UPSUS SIWAB), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah melakukan identifikasi jenis dan produksi kebun rumput dan mendistribusikan sejumlah legume ke Kab/Kota di Kalimantan Timur. Untuk kegiatan penanaman dan pengembangan HPT di lokasi UPSUS SIWAB seluas 120 Ha jenis yang ditanam yaitu R.gajah, R.odhot dan R.raja, sedangkan legume yang akan dikembangkan yaitu jenis pohon. 

Sistem Pencatatan Ternak

Usaha peternakan dapat dikatakan baik apabila managemennya sudah menerapkan sistem pencatatan/recording ternak yang teratur. Recording/pencatatan ternak adalah suatu kegiatan yang meliputi, identifikasi, pencatatan silsilah, pencatatan produksi dan reproduksi, pencatatan manajemen pemeliharaan dan kesehatan ternak dalam populasi terpilih. Pencatatan  telah dilakukan dihampir semua peternakan mulai dari ternak unggas, ternak sapi potong dan sapi perah, ternak kambing dan domba serta ternak kelinci.

RENCANA TINDAK PENGENDALIAN (RTP) PENERAPAN SPIP 2016 DINAS PETERNAKAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Rencana Tindak Pengendalian merupakan uraian tentang upaya pemerintah untuk mencapai berbagai tujuan dan sasaran dengan menggunakan kebijakan dan prosedur untuk meminimalkan risiko, yang meliputi upaya penguatan lingkungan pengendalian dan penguatan struktur, kebijakan, dan prosedur organisasi untuk mengendalikan risiko. Penyusunan Rencana Tindak Pengendalian mengacu kepada lima unsur pengendalian intern yaitu lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, komunikasi dan informasi,

MENGUPAYAKAN HIJAUAN PAKAN TERNAK BERKUALITAS DI LAHAN EKS TAMBANG

Pertambahan populasi ternak yang begitu pesat akan menyebabkan peningkatan kebutuhan suplai pakan hijauan, hal ini akan mengakibatkan lebih banyak sumber daya lahan yang diperlukan untuk dijadikan sebagai tempat penggembalaan ternak. Salah satu solusi alternatif dengan memanfaatkan lahan eks tambang batu bara untuk pengembangan hijauan pakan ternak seperti yang sudah di lakukan di lahan eks tambang di Kelurahan Sungai Siring Kota Samarinda. Konsep kawasan peternakan dilahan eks tambang milik PT.Puspa

Pelaksanaan Bimbingan Teknis Manajemen Dan Teknologi Pakan Di Kabupaten Kutai Barat

Teknologi pakan ternak ruminansia adalah kegiatan pengolahan bahan pakan untuk meningkatkan kualitas nutrisi dan daya cerna, memperpanjang masa simpan. ketersediaan hijauan pakan sepanjang tahun menjadi salah satu penyebab sulit berkembangnya populasi dan produktifitas ternak ruminansia, karena peternak belum dapat memanfaatkan teknologi pengawetan pakan ternak, peternak kurang paham formulasi pakan tepat yang dibutuhkan ternaknya dengan memanfaatkan bahan pakan lokal. Untuk melengkapi pengetahuan

Potensi Vegetasi/Tanaman Pada Lahan Lahan Eks Tambang di Provinsi Kalimantan Timur

Sebagai upaya mendukung program pembangunan peternakan Direktorat Pakan Ditjen PKH  melalui Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur kini menjalankan program pengembangan kawasan peternakan dengan pemanfaatkan lahan eks tambang batubara untuk pengembangan HPT, seperti yang di lakukan di PT. Jembayan Muara Bara Kabupaten Kutai Kartanegara (100 Ha), PT. Delapan Paser Sejahtera Kab. Paser (100 Ha), Lahan eks tambang di Desa Petangis Kec. Batu Engau Kab.Paser (100 Ha), PT. Puspita Juwita Kota

Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur | Flashnews >>> Disnak Kaltim Raih Juara 3 Lomba Website Tingkat Nasional Tahun 2015 -- Gubernur: Swasta Harus Dukung 2 Juta Sapi -- Kaltim Terima 10.000 Sapi Indukan Brahman Cross | Sapi Potong (BH) Rp. 45.000,- / Kg/BH Update: 19 September 2017 Tempat: RPH Samarinda | Broiler Hidup (1 kg) Rp. 20.000,- / Kg/BH Update: 19 September 2017 Tempat: Peternak | Telur Itik Rp. 2.500,- / Butir Update: 19 September 2017 Tempat: Pasar | Kambing (BBH) Rp. 50.000,- / Kg/BH Update: 19 September 2017 Tempat: Pedagang | Ayam Buras (1,5 kg) Rp. 107.500,- / Ekor Update: 19 September 2017 Tempat: Pasar | Daging Sapi Murni Rp. 125.000,- / Kg Update: 19 September 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Ras Rp. 1.500,- / Butir Update: 19 September 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Kampung Rp. 2.000,- / Butir Update: 19 September 2017 Tempat: Pasar | Itik Rp. 65.000,- / Ekor Update: 19 September 2017 Tempat: Pasar | Daging Kambing Rp. 140.000,- / Kg Update: 19 September 2017 Tempat: Pasar