img
img

Dinas Peternakan

Provinsi Kalimantan Timur

Produksi DOC Kaltim Mampu Layani Daerah Lain
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kaltim Dadang Sudarya

Produksi DOC Kaltim Mampu Layani Daerah Lain

Selasa, 25 November 2014

Samarinda, (Disnak) - Sejumlah peternak ayam di Kaltim masih surplus memproduksi anak ayam atau day old chiken (DOC), yakni mampu memproduksi sebanyak 40 juta ekor per tahun dengan pemanfaatan dalam daerah sebanyak 35 juta ekor per tahun.

Menurut Kepala Dinas Peternakan Kaltim dadang Susdarya, berdasarkan data tersebut, berarti produksi DOC Kaltim masih surplus sekitar 5 juta ekor per tahun. Surplus inilah yang digunakan untuk memasok permintaan dari luar daerah.

Jumlah DOC sebanyak itu dihasilkan oleh empat pembibitan swasta (breeding farm), seperti oleh PT Istana Satwa Borneo di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, PT Multi Breeder Adirama Indonesia Tbk di Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, dan PT Super Unggul Jaya di Kota Samarinda.

"Dari produksi DOC itu, 35 juta ekor dipelihara di Kaltim, 5 juta lainnya dijual ke luar Kaltim. Untuk konsumsi ayam ras pedaging  sebenarnya bisa terpenuhi, namun namanya perdagangan tetap ada yang didatangkan dari luar daerah dan ada yang dijual ke luar, tetapi persentasinya hanya 9 persen yang didatangkan dari luar," ujarnya.

Saat ini harga DOC broiler FS dalam satu box sekitar Rp275 ribu. Satu box DOC biasanya berisi pada kisaran 101 hingga 102 ekor dengan asumsi 1-2 ekor merupakan bonus dari breeding farm untuk pembeli.

Dia berharap kepada peternak ayam agar tetap mengembangkan peternakannya karena peminat daging ayam di Kaltim masih lebih tinggi ketimbang daging lain, yakni mencapai 81,22 persen dari semua jenis daging yang dikonsumsi warga Kaltim.

Rincian konsumsi daging ayam yang mencapai 81,22 persen itu terbagi menjadi tiga, yakni konsumsi ayam buras (bukan ras) sebanyak 6.695,6 ton atau sebanyak 9,84 persen, ayam petelur sebanyak 524,6 ton atau 0,77 persen, dan konsumsi ayam pedaging sebanyak 48.049,1 ton atau mencapai 70,61 persen.

Selanjutnya konsumsi terbanyak setelah daging ayam bagi warga Kaltim adalah konsumsi daging sapi yang sebanyak 15,30 persen atau 10.410,6 ton, urutan ketiga adalah tingkat konsumsi daging kerbau sebanyak 77,5 ton atau 0,11 persen berdasarkan data 2013. (g)



Kembali
Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur | Flashnews >>> Disnak Kaltim Raih Juara 3 Lomba Website Tingkat Nasional Tahun 2015 -- Gubernur: Swasta Harus Dukung 2 Juta Sapi -- Kaltim Terima 10.000 Sapi Indukan Brahman Cross | Sapi Potong (BH) Rp. 44.000,- / Kg/BH Update: 24 Oktober 2017 Tempat: RPH Samarinda | Broiler Hidup (1 kg) Rp. 22.500,- / Kg/BH Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Peternak | Telur Itik Rp. 2.500,- / Butir Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Kambing (BBH) Rp. 50.000,- / Kg/BH Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pedagang | Ayam Buras (1,5 kg) Rp. 107.500,- / Ekor Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Daging Sapi Murni Rp. 125.000,- / Kg Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Ras Rp. 1.300,- / Butir Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Kampung Rp. 2.000,- / Butir Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Itik Rp. 65.000,- / Ekor Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Daging Kambing Rp. 140.000,- / Kg Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar