img
img

Dinas Peternakan

Provinsi Kalimantan Timur

Peternakan Kaltim Perlu Bantuan APBN
Dadang Sudarya saat Pertemuan Koordinasi Pengembangan Usaha Peternakan

Peternakan Kaltim Perlu Bantuan APBN

Jum'at, 26 September 2014

Pemprov Kaltim melalui instansi terkait mengusulkan anggaran sebesar Rp35,5 miliar kepada pemerintah pusat melalui APBN tahun anggaran 2015 untuk pengembangan sektor peternakan, agar kualitas dan jumlah populasinya meningkat karena keuangan daerah tidak mampu menangani sendiri sehingga perlu bantuan pusat.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kaltim, Dadang Sudarya mengatakan bahwa dana yang sebesar itu telah diusulkan kepada Kementerian Pertanian melalui tiga direktorat jenderal (ditjen), yakni Ditjen Peternakan dan Keswan, Ditjen PPHP, dan Ditjen PSP.

Untuk Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) telah diusulkan sebesar Rp29,066 miliar, Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) senilai Rp4,732 miliar, dan usulan kepada Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) senilai Rp1,710 miliar.

Menurutnya, dalam strategi pengembangan peternakan, pihaknya melakukan sejumlah langkah, seperti peningkatan produktivitas ternak dan penerapan teknologi peternakan tepat guna yang ramah lingkungan.

Kemudian pengembangan peternakan dengan pendekatan kawasan dan komoditas unggulan, melalui pemanfaatan lahan secara optimal dengan pola simbiosis mutualisme antara ternak dan tanaman pangan, tanaman perkebunan, tanaman kehutanan, dan pengembangan ternak di lahan bekas tambang.

Termasuk melakukan pengamatan, penyidikan, pencegahan, dan pengendalian penyakit hewan menular strategis agar tidak menyebar kepada ternak lainnya.

Satu hal yang dilakukan pihaknya dan nilainya tidak kalah penting adalah, meningkatkan sumberdaya manusia peternak dan pelaku usaha untuk menghasilkan produk peternakan yang berdaya saing.

Dalam pengembangan peternakan memerlukan pendanaan yang cukup, tetapi disadari bahwa anggaran pemerintah baik pusat maupun daerah masih belum memadai karena banyaknya program lain yang juga perlu dana, sehingga diperlukan peran pihak swasta yang turut mendukung peternakan.

Terkait dengan itu, dia mengucapkan terima kasih kepada sejumlah investor peternakan dan perusahaan sawit maupun tambang yang telah memiliki perhatian untuk pengembangan peternakan di lahan bekas perusahaan.

Dia juga berharap agar upaya yang telah dilakukan pihak swasta bersama masyarakat tersebut agar terus ditingkatkan, tujuannya adalah agar populasi sapi dan jenis ternak lain di Kaltim semakin banyak sehingga ke depan provinsi ini tidak lagi mendatangkan daging maupun telur dari daerah lain. (gf)



Kembali
Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur | Flashnews >>> Disnak Kaltim Raih Juara 3 Lomba Website Tingkat Nasional Tahun 2015 -- Gubernur: Swasta Harus Dukung 2 Juta Sapi -- Kaltim Terima 10.000 Sapi Indukan Brahman Cross | Sapi Potong (BH) Rp. 44.000,- / Kg/BH Update: 24 Oktober 2017 Tempat: RPH Samarinda | Broiler Hidup (1 kg) Rp. 22.500,- / Kg/BH Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Peternak | Telur Itik Rp. 2.500,- / Butir Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Kambing (BBH) Rp. 50.000,- / Kg/BH Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pedagang | Ayam Buras (1,5 kg) Rp. 107.500,- / Ekor Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Daging Sapi Murni Rp. 125.000,- / Kg Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Ras Rp. 1.300,- / Butir Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Kampung Rp. 2.000,- / Butir Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Itik Rp. 65.000,- / Ekor Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Daging Kambing Rp. 140.000,- / Kg Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar