img
img

Dinas Peternakan

Provinsi Kalimantan Timur

Kaltim Potensial Kembangkan Sapi
Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya (kedua dari kiri) saat Apresiasi Kesejahteraan Hewan dan Juru Sembelih Halal

Kaltim Potensial Kembangkan Sapi

Senin, 29 September 2014

Provinsi Kaltim merupakan daerah yang sangat potensial untuk pengembangan peternakan sapi, karena selama ini  masih banyak sapi maupun dagingnya yang didatangkan dari luar daerah, khusus pada 2013 saja terdapat 74 persen sapi yang didatangkan dari Sulsel, Jatim, NTB, dan sejumlah daerah lain.

“Saat ini kita baru memiliki 114.735 ekor sapi dan hanya 10 persen yang boleh dipotong, karena selebihnya harus untuk pengembangbiakan demi meningkatkan populasinya,” kata Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Timur (Kaltim) Dadang Sudarya.

Kemudian, untuk memenuhi permintaan daging asal sapi yang memang cukup tinggi di Provinsi Kaltim, maka peternak setempat belum mampu memenuhinya, sehingga harus mendatangkan sapi dari daerah lain seperti Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Bali, NTB, dan lainnya.

Pernyataan itu diungkapkan Dadang ketika membuka Pertemuan Apresiasi Kesejahteraan Hewan dan Juru Sembelih Halal di aula Dinas Peternakan Kaltim, Senin, 29/9, dalam rangka mendekati Idul Adha yang dipastikan akan semakin banyak hewan qurban yang disembelih.

 Kaltim lanjutnya, memiliki potensi besar baik dari sisi wilayah, sumberdaya alam, maupun dari sisi sumberdaya manusia untuk mengembangkan peternakan skala besar, karena selama ini Kaltim hanya menjadi daerah konsumen dalam memenuhi daging sapi, kerbau, kambing, dan produk pangan lain asal hewan.

Ini berarti ada ratusan juta tiap bulan uang dari Kaltim yang dibelanjakan untuk mendatangkan sapi dan kerbau mupun kambing dari daerah lain.

Apabila semua kebutuhah itu dapat dilayani oleh petani ternak di Kaltim, maka perputaran ekonomi daerah setempat pertumbuhannya akan lebih cepat.

 Padahal kata dia lagi, dengan banyaknya ternak yang masuk ke Kaltim untuk dikonsumsi masyarakat, maka pihaknya beserta instansi terkait harus meningkatkan pengawasan, yakni jangan sampai adanya penyakit menular pada hewan yang dibawa ke Kaltim.

Mengingat masih tingginya permintaan daging dari daerah lain tersebut, maka Pemprov Kaltim telah bertekad meningkatkan populasi sapi menjadi 2 juta ekor pada 2018.

Dia meyakini program tersebut dapat terwujud karena banyak pihak yang diajaknya bekerjasama, seperti perusahaan sawit melalui integrasi sapi-sawit, perusahaan tambang yang memanfaatkan lahan eks tambang untuk budidaya sapi, dan kalangan perbankan untuk membantu modal usaha bagi peternak. (gfr)



Kembali
Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur | Flashnews >>> Disnak Kaltim Raih Juara 3 Lomba Website Tingkat Nasional Tahun 2015 -- Gubernur: Swasta Harus Dukung 2 Juta Sapi -- Kaltim Terima 10.000 Sapi Indukan Brahman Cross | Sapi Potong (BH) Rp. 45.000,- / Kg/BH Update: 20 Juni 2017 Tempat: RPH Samarinda | Broiler Hidup (1 kg) Rp. 22.500,- / Kg/BH Update: 20 Juni 2017 Tempat: Peternak | Telur Itik Rp. 2.500,- / Butir Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Kambing (BBH) Rp. 50.000,- / Kg/BH Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pedagang | Ayam Buras (1,5 kg) Rp. 125.000,- / Ekor Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Daging Sapi Murni Rp. 125.000,- / Kg Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Kampung Rp. 1.500,- / Butir Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Itik Rp. 65.000,- / Ekor Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Daging Kambing Rp. 150.000,- / Kg Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | DOC Broiler FS (Box) Rp. 650.000,- / Box Update: 20 Juni 2017 Tempat: Sapronak