img
img

Dinas Peternakan

Provinsi Kalimantan Timur

Upaya Kembangkan Kawasan Ternak
Kepala Dinas Peternakan Kaltim, Dadang Sudarya

Upaya Kembangkan Kawasan Ternak

Jum'at, 10 Oktober 2014

Demi untuk pengembangan kawasan dan usaha peternakan agar populasi serta kualitas ternak terus meningkat, maka Dinas Peternakan Provinsi Kaltim mengusulkan anggaran senilai Rp10,7 miliar melalui APBN maupun APBD Kaltim untuk tahun anggaran 2015.“Kita ingin Kaltim bisa swasembada daging, bahkan ke depan berniat menjadi produsen ternak, makanya usulan dana yang sebesar itu akan digunakan untuk pengembangan kawasan sapi potong dan komoditas ternak unggulan,” ujar Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya. Kegiatan yang sudah diprogramkan untuk pemanfaatan dana tersebut adalah, pegadaan sapi bibit sebanyak 700 ekor yang akan diperbantukan kepada kelompok ternak di sejumlah kabupaten, yakni Paser, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Berau. Kemudian pengadaan sapi bakalan sebanyak 105 ekor yang juga akan disebar kepada sejumlah kelompok ternak, termasuk untuk pengadaan 150 ekor sapi untuk dipelihara di lahan eks tambang batu bara, seperti untuk kelompok ternak di Kutai Kartanegara, Samarinda, dan Kutai Barat. Bantuan sapi bibit kepada kelompok ternak terus diberikan pihaknya tiap tahun, termasuk rencana bantuan untuk tahun 2015 mendatang. Bantuan bibit ternak sapi diharapkan dapat mempercepat populasi ternak di Kaltim yang memang masih minim. Bibit sapi tersebut diharapkan dapat beranak pinak sehingga jumlahnya semakin banyak. Hal ini dilakukan karena hingga saat ini Kaltim masih mendatangkan sapi dari daerah lain guna memenuhi kebutuhan akan daging sapi yang masih tinggi, sedangkan kemampuan peternak lokal untuk mencukupinya masih kurang. Misalnya, produksi daging di Kaltim pada 2012 sebanyak 57.339 ton, naik menjadi 59.710 ton pada 2013, sedangkan kebutuhan masyarakat terhadap konsumsi daging mencapai 58.851 ton pada 2012 dan naik menjadi 61.483 ton pada 2013. Ini berarti Kaltim masih kekurangan daging sebanyak 1.512 ton pada 2012, kemudian pada 2013 masih kekurangan sebanyak 1.773 ton daging. Kekurangannya itu kemudian mau tidak mau harus didatangkan dari luar daerah, baik yang didatangkan berupa sapi hidup untuk dipotong maupun berupa daging beku. Kondisi ini sebanrnay merupakan peluang besar bagi investor dan peternak untuk mengembangkan peternakannya, sehingga ke depan konsumen di Kaltim tidak perlu mendatangkan dari luar daerah, tetapi cukup dari peternak lokal. (gfr)



Kembali
Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur | Flashnews >>> Disnak Kaltim Raih Juara 3 Lomba Website Tingkat Nasional Tahun 2015 -- Gubernur: Swasta Harus Dukung 2 Juta Sapi -- Kaltim Terima 10.000 Sapi Indukan Brahman Cross | Sapi Potong (BH) Rp. 45.000,- / Kg/BH Update: 20 Juni 2017 Tempat: RPH Samarinda | Broiler Hidup (1 kg) Rp. 22.500,- / Kg/BH Update: 20 Juni 2017 Tempat: Peternak | Telur Itik Rp. 2.500,- / Butir Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Kambing (BBH) Rp. 50.000,- / Kg/BH Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pedagang | Ayam Buras (1,5 kg) Rp. 125.000,- / Ekor Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Daging Sapi Murni Rp. 125.000,- / Kg Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Kampung Rp. 1.500,- / Butir Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Itik Rp. 65.000,- / Ekor Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Daging Kambing Rp. 150.000,- / Kg Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | DOC Broiler FS (Box) Rp. 650.000,- / Box Update: 20 Juni 2017 Tempat: Sapronak