img
img

Dinas Peternakan

Provinsi Kalimantan Timur

Peternak Kaltim Juga Kembangkan Kerbau
Salah satu pola penggembalaan kerbau kalang di Kutai Kartanegara

Peternak Kaltim Juga Kembangkan Kerbau

Jum'at, 07 November 2014

Samarinda, (Disnak) - Selain sapi, peternak ruminansia di Provinsi Kaltim juga membudidayakan ternak kerbau. Sedangkan jumlah kerbau saat ini sebanyak 8.981 kerbau bibit dan kerbau potong yang diusahakan oleh sejumlah peternak dengan populasi terbanyak di Kabupaten Nunukan dan Kutai Kartanegara, masing-masing berjumlah 3.242 ekor dan 2.858 ekor.Menurut Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kaltim Dadang Sudarya, pada umumnya kerbau yang dikembangkan di Kaltim adalah kerbau kalang atau kerbau rawa (bubalus bubalis) karena cocok dengan alam Kaltim yang memang banyak rawa. Sedangkan untuk pemasukan ternak kerbau bibit dan kerbau potong di Kaltim dari tahun ke tahun berfluktuasi, misalnya pada 2009 sebanyak 1.954 ekor, pada 2010 sebanyak 288 ekor, 2011 sebanyak 675 ekor, 2012 sebanyak 1.796 ekor, dan pada 2013 sebanyak 1.076 ekor. Berdasarkan kajian, kerbau kalang salah satu komoditas peternakan yang potensial dalam penyediaan daging, karena kemampuan ternak kerbau yang mampu mencerna serat kasar yang lebih baik dari ternak sapi dengan kondisi pakan yang memiliki kualitas rendah. Apabila kerbau kalang dibudidayakan secara komersial tentu memiliki prospek investasi bagus guna mendukung tercapainya swasembada daging, sehingga perlu dilakukan pengembangan ternak lokal seperti kerbau kalang yang disertai penerapan teknologi inovatif. Berdasarkan data dari indikator sosial ekonomi Badan Pusat Statistik Kaltim, diketahui kondisi ketersediaan dan kebutuhan konsumsi daging di Kaltim masih mengalami kekurangan ketersediaan daging sebagai bahan pangan sumber protein. Produksi daging yang masih rendah menuntut peningkatan usaha pengembangbiakan ternak potong guna mencukupi kebutuhan daging. Peranan ternak kerbau merupakan komoditas ternak ruminansia besar yang memiliki potensi untuk memasok kebutuhan daging. Kerbau kalang merupakan plasma nutfah karena merupakan sumberdaya lokal Kaltim. sedangkan asal mula kerbau kalang adalah, pada tahun 1918 seorang pengusaha di Desa Melintang di Hulu Mahakam, memelihara 18 ekor kerbau. Jumlah itu terdiri dari enam ekor jantan dan 12 ekor betina. Kerbau tersebut berasal dari Kelawit Bentian. Saat itu cara pembelian dilakukan dengan sistem “barter” (pertukaran barang). Dalam perkembangannya, kerbau tersebut dibawa ke desa-desa di sekitarnya seperti Muara Wis, Danau Jempang, Muara Muntai, dan Tanjung Terakan Kabupaten Kutai Kartanegara. Selanjutnya hewan ternak it uterus menyebar ke sejumlah kawasan di Kaltim, bahkan hingga ke Kabupaten Nunukan. (gfr)



Kembali
Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur | Flashnews >>> Disnak Kaltim Raih Juara 3 Lomba Website Tingkat Nasional Tahun 2015 -- Gubernur: Swasta Harus Dukung 2 Juta Sapi -- Kaltim Terima 10.000 Sapi Indukan Brahman Cross | Sapi Potong (BH) Rp. 45.000,- / Kg/BH Update: 20 Juni 2017 Tempat: RPH Samarinda | Broiler Hidup (1 kg) Rp. 22.500,- / Kg/BH Update: 20 Juni 2017 Tempat: Peternak | Telur Itik Rp. 2.500,- / Butir Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Kambing (BBH) Rp. 50.000,- / Kg/BH Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pedagang | Ayam Buras (1,5 kg) Rp. 125.000,- / Ekor Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Daging Sapi Murni Rp. 125.000,- / Kg Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Kampung Rp. 1.500,- / Butir Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Itik Rp. 65.000,- / Ekor Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Daging Kambing Rp. 150.000,- / Kg Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | DOC Broiler FS (Box) Rp. 650.000,- / Box Update: 20 Juni 2017 Tempat: Sapronak