img
img

Dinas Peternakan

Provinsi Kalimantan Timur

Populasi Ternak Kaltim Diharapkan Terus Naik
ilustrasi peternakan sapi di Kaltim

Populasi Ternak Kaltim Diharapkan Terus Naik

Kamis, 20 November 2014

Samarinda, (Disnak) - Jumlah populasi sapi yang dipelihara peternak di kabupaten dan kota di Provinsi Kaltim tiap tahun masih belum stabil alias masih naik turun perkembangannya, dengan dominasi terbanyak oleh peternak di Kabupaten Kutai Kartanegara yang mencapai 25.640 ekor dari total 114.735 ekor di seluruh Kaltim.

Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan, jumlah sapi yang naik turun itu dapat dilihat mulai data tahun 2009 yang sebanyak 101.176 ekor sapi, pada 2010 naik menjadi 108.460 ekor, pada 2011 turun menjadi 98.699 ekor, 2012 menjadi 108.648 ekor, dan tahun 2013 kembali naik menjadi 114.735 ton.

Jumlah sapi sebanyak itu belum termasuk sapi perah yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Sapi perah tersebut dimanfaatkan susunya untuk memenuhi permintaan susu sapi murni bagi warga setempat.

Pihaknya terus mendorong percepatan populasi sapi oleh peternak karena hingga kini permintaan konsumsi daging sapi bagi warga Kaltim, masih belum mampu dicukupi oleh peternak lokal sehingga harus mendatangkan sapi maupun daging beku dari daerah lain.

Di sisi lain, dia juga terus mengajak kerja sama dengan pihak ketiga untuk meningkatkan populasinya, seperti kerja sama dengan perusahaan perkebunan sawit, perusahaan tambang, perbankan, dan investor agar mau berinvestasi di bidang peternakan, sehingga makin tahun terus betambah, bukan tidak stabil seperti selama ini.

Kerja sama dengan perusahaan kelapa sawit adalah dengan melakukan integrasi sawit-sapi, yakni dalam 1 hektare sawit diharapkan bisa dipelihara 3 ekor sapi sehingga dalam waktu lima tahun mendatang dapat tercapai 1,5 juta ekor apabila terdapat 500.000 hektare sawit yang memelihara 3 sapi.

Saat ini luasan kebun sawit di Kaltim sudah mencapai 1,1 juta hektare. Tentunya tidak semuanya bisa dilakukan pola integrasi dengan sapi karena usianya masih mudah dan rawan dirusak sapi, sehingga yang bisa dilakukan integrasi adalah dengan usia tanam sekitar 6-7 tahun.

Sedangkan kerja sama dengan perusahaan tambang adalah dengan memanfaatkan lahan eks tambang yang sudah tidak ditambang lagi, kemudian di lahan tersebut sudah banyak rumput yang tumbuh sehingga bisa menjadi makanan ternak bagi sapi. (gf)



Kembali
Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur | Flashnews >>> Disnak Kaltim Raih Juara 3 Lomba Website Tingkat Nasional Tahun 2015 -- Gubernur: Swasta Harus Dukung 2 Juta Sapi -- Kaltim Terima 10.000 Sapi Indukan Brahman Cross | Sapi Potong (BH) Rp. 46.000,- / Kg/BH Update: 21 Maret 2017 Tempat: RPH Samarinda | Broiler Hidup (1 kg) Rp. 19.500,- / Kg/BH Update: 21 Maret 2017 Tempat: Peternak | Telur Itik Rp. 2.500,- / Butir Update: 21 Maret 2017 Tempat: Pasar | Kambing (BBH) Rp. 50.000,- / Kg/BH Update: 21 Maret 2017 Tempat: Pedagang | Ayam Buras (1,5 kg) Rp. 125.000,- / Ekor Update: 21 Maret 2017 Tempat: Pasar | Daging Sapi Murni Rp. 125.000,- / Kg Update: 21 Maret 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Ras Rp. 1.500,- / Butir Update: 21 Maret 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Kampung Rp. 2.000,- / Butir Update: 21 Maret 2017 Tempat: Pasar | Itik Rp. 65.000,- / Ekor Update: 21 Maret 2017 Tempat: Pasar | Daging Kambing Rp. 140.000,- / Kg Update: 21 Maret 2017 Tempat: Pasar