img
img

Dinas Peternakan

Provinsi Kalimantan Timur

Waspada PMK Dari Malaysia
Kepala Bidang Keswan Disnak Kaltim drh Edith Endartie

Waspada PMK Dari Malaysia

Senin, 09 Februari 2015

SAMARINDA - Pemprov Kaltim melalui instansi terkait hingga kini masih mewaspadai penularan penyakit mulut dan kuku (pmk) dari Malaysia, karena di negeri tetangga itu masih ada penyakit itu, sedangkan di Kaltim maupun Indonesia sudah bebas pmk.

"Kami terus mewaspadai masuknya daging dan sapi ilegal dari Malaysia karena jika sekali saja masuk PMK, maka dampak ekonomi dan sosialnya sangat besar, memberantasnya juga butuh waktu lama dan biaya besar," kata Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kaltim Edith Hendartie.

Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan pihak terkait terus melakukan upaya pencegahan agar tidak ada sapi maupun daging sapi yang masuk tidak resmi, apalagi beberapa waktu lalu telah diamankan daging ilegal dari Malaysia dan langsung dimusnahkan. Kewaspadaan perlu dilakukan karena Indonesia pernah mengalami merebaknya penyakit mulut dan kuku, apalagi untuk memberantas penyakit ini membutuhkan waktu puluhan tahun sampai 100 tahun, atau hingga benar-benar dinyatakan bebas dari PMK.

Penyakit mulut dan kuku pada ternak memiliki dampak ekonomi yang besar. Sebagai gambaran, penularan pmk di Indonesia dimulai pada 1987 yang diawali dari Kota Malang. Selanjutnya hingga 1974 penyakit itu menyebar di hampir pulau di nusantara. Pada 1974, penyakit itu mewabah di hampir semua daerah di Pulau Jawa dengan 13.532 ekor ternak yang terjangkit, kemudian menjangkiti pulau lainnya secara sporadik.

Tercatat kerugian akibat penyakit ini di Jawa selama tiga tahun, mulai 1983 hingga 1986 sebesar Rp110 miliar. Sedangkan pengalaman pemberantasan pmk di Indonesia selama 10 tahun sejak 1974 hingga 1984, dilakukan dengan cara vaksinasi massal selama 3 tahun dan surveillance yang ketat sehingga pada 1986 Indonesia dinyatakan bebas dari kasus PMK.

Selanjutnya pada 1990 Indonesia ditetapkan oleh Office Internastional des Epizooties (OIE), sebuah organisasi hewan dunia, bahwa Indonesia bebas dari PMK dan hingga kini masih dinyatakan bebas pmk. Sedangkan upaya yang dilakukan Pemprov Kaltim mencegah masuknya pmk antara lain melalukan surveillance ketat terus menerus di kawasan perbatasan, yakni dilakukan dengan cermat dan terpadu.

"Kemudian mengawasi jangan sampai masuk daging ilegal melalui pintu perbatasan Negara. Apabila ditemukan masuknya daging ilegal atau ada ternak berpenyakit masuk ilegal, maka segera dimusnahkan," kata Edith. (gf)



Kembali
Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur | Flashnews >>> Disnak Kaltim Raih Juara 3 Lomba Website Tingkat Nasional Tahun 2015 -- Gubernur: Swasta Harus Dukung 2 Juta Sapi -- Kaltim Terima 10.000 Sapi Indukan Brahman Cross | Sapi Potong (BH) Rp. 45.000,- / Kg/BH Update: 20 Juni 2017 Tempat: RPH Samarinda | Broiler Hidup (1 kg) Rp. 22.500,- / Kg/BH Update: 20 Juni 2017 Tempat: Peternak | Telur Itik Rp. 2.500,- / Butir Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Kambing (BBH) Rp. 50.000,- / Kg/BH Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pedagang | Ayam Buras (1,5 kg) Rp. 125.000,- / Ekor Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Daging Sapi Murni Rp. 125.000,- / Kg Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Kampung Rp. 1.500,- / Butir Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Itik Rp. 65.000,- / Ekor Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | Daging Kambing Rp. 150.000,- / Kg Update: 20 Juni 2017 Tempat: Pasar | DOC Broiler FS (Box) Rp. 650.000,- / Box Update: 20 Juni 2017 Tempat: Sapronak