img
img

Dinas Peternakan

Provinsi Kalimantan Timur

Tiga Penyakit Zoonosis Masih Ancam Kaltim
Kepala Bidang Keswan Disnak Kaltim drh Edith Endartie menerima DIPA APBN 2015 dari Kadisnak

Tiga Penyakit Zoonosis Masih Ancam Kaltim

Rabu, 11 Februari 2015

SAMARINDA- Sebanyak tiga jenis penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan oleh hewan masih melanda di Provinsi Kaltim, yakni rabies, flu burung, dan anthrax sehingga pihak terkait terus melakukan kewaspadaan dan upaya pencegahan agar tidak merebak.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Edith Hendartie mengatakan, kondisi ini masih patut disyukuri karena di Kaltim hanya ada tiga jenis penyakit zonoosis, sedangkan di Indonesia terdapat 22 jenis penyakit zoonosis yang masih ada di daerah lain.

Meskipun cuma ada tiga jenis penyakit hewan yang berkembang, tetapi pihaknya terus melakukan upaya pencegahan penularannya, termasuk memberikan vaksin terhadap hewan yang menderita penyakit itu.

Terkait dengan upaya pencegahan, hal yang paling sulit dilakukan adalah penanganan terhadap penyakit rabies, atau penyakit anjing gila yang kebanyakan menyerang pada anjing.

Selain anjing, penularan virus rabies bisa juga melalui kera dan kucing, tetapi kasus terbanyak penularannya ada pada anjing. Kesulitan dalam menangani rabies pada anjing dikarenakan faktor pemiliknya.

Misalnya pemilik anjing tidak perduli apakah binatang peliharaannya itu sudah tertular virus rabies atau tidak, karena mereka tidak mau membawa kepada tim dari Dinas Peternakan yang datang ke desanya untuk memeriksa kesehatan hewan piaraan.

"Kami sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui dukungan lurah, kepala desa, bahkan hingga ketua RT dan ketua adat untuk memberikan vaksin rabies terhadap anjing milik warga, tetapi ada saja di antara mereka yang tidak mau membawa anjingnya, sehingga hal ini menghambat dalam upaya pemberantasan rabies," katanya.

Bahkan kata dia lagi, ada satu warga di salah satu pedalaman di Kaltim yang memiliki sekitar 50 ekor anjing untuk berburu dan disewakan untuk berburu. Parahnya lagi, anjing-anjing itu tidak dirawat kesehatannya sehingga dikhawatirkan tertular berbagai penyakit, terutama rabies.

Hal lain yang sulit diberantas adalah rabies yang menyerang pada anjing liar yang sering berada di hutan, namun terkadang masuk ke perkampungan, sehingga jika anjing itu tertular rabies dan menggigut manusia, maka akan membahayakan karena bisa mengancam nyawa manusia.

"Terkait penyakit flu burung dan anthrax, di Kaltim memang masih ada, tetapi kasusnya sangat kecil ketimbang rabies, tetapi semua jenis penyakit itu tetap kami pantau dan dilakukan pencegahan. Bila ada kasus, ada tim reaksi cepat di daerah-daerah yang siap menanganinya," ujarnya. (gf)



Kembali
Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur | Flashnews >>> Disnak Kaltim Raih Juara 3 Lomba Website Tingkat Nasional Tahun 2015 -- Gubernur: Swasta Harus Dukung 2 Juta Sapi -- Kaltim Terima 10.000 Sapi Indukan Brahman Cross | Sapi Potong (BH) Rp. 45.000,- / Kg/BH Update: 24 Mei 2017 Tempat: RPH Samarinda | Broiler Hidup (1 kg) Rp. 22.500,- / Kg/BH Update: 24 Mei 2017 Tempat: Peternak | Telur Itik Rp. 2.500,- / Butir Update: 24 Mei 2017 Tempat: Pasar | Kambing (BBH) Rp. 50.000,- / Kg/BH Update: 24 Mei 2017 Tempat: Pedagang | Ayam Buras (1,5 kg) Rp. 115.000,- / Ekor Update: 24 Mei 2017 Tempat: Pasar | Daging Sapi Murni Rp. 125.000,- / Kg Update: 24 Mei 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Ras Rp. 1.500,- / Butir Update: 24 Mei 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Kampung Rp. 2.000,- / Butir Update: 24 Mei 2017 Tempat: Pasar | Itik Rp. 65.000,- / Ekor Update: 24 Mei 2017 Tempat: Pasar | Daging Kambing Rp. 140.000,- / Kg Update: 24 Mei 2017 Tempat: Pasar