img
img

Dinas Peternakan

Provinsi Kalimantan Timur

 Kaltim Serius Kembangkan Hijauan Pakan Ternak Berkualitas
Kadisnak H Dadang Sudarya bersama Dr.Ir. Mursyid Ma’sum, M.Agr (Direktur Pakan Ternak Direktorat Pakan Ternak Jakarta) serta Tuti Andajani, M.Si (Kasubdit Pakan Hijauan Direktorat Pakan Ternak Direktorat Pakan Ternak Jakarta)

Kaltim Serius Kembangkan Hijauan Pakan Ternak Berkualitas

Rabu, 25 Februari 2015

SAMARINDA- Kalimantan Timur dalam hal ini Dinas Peternakan memiliki  tekad  sangat serius  dalam mengembangkan hijauan pakan  ternak berkualitas sebagai salah satu unsur penting dalam membudidayakan ternak khususnya sapi potong.

"Kaltim sangat serius dan berupaya peningkatan populasi ternak sapi  didukung oleh  pakan ternak yang bermutu dan memiliki nutrisi untuk tumbuh kembang sapi guna menghasilkan daging  yang baik dan sehat,"ucap Kadisnak Kaltim Ir.H.Dadang Sudarya, dalam acara Koordinasi Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang Untuk Pengembangan Hijauan Pakan Ternak Tahun 2015 pada tanggal 25 Pebruari 2015 di Aula Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur.

Ia menyadari selama  ini  perkembangan  produksi  pakan ternak dengan pemanfaatan eks lahan tambang telah  berjalan, namun lebih terfokus internal perusahaan tambang.

Pada beberapa perusahaan tambang batubara di Kalimantan Timur, kata dia, kegiatan pasca tambang dari beberapa perusahaan sudah banyak dimanfaatkan untuk usaha peternakan sapi potong dan kambing/domba dengan cara melakukan reklamasi dan revegetasi lahan pasca tambang tersebut dengan penanaman HPT dan membangun padang penggembalaan.  

Konsep pengembangan padang penggembalaan pada lokasi lahan pasca tambang sangat cocok dilakukan dan sangat menguntungkan ekonomi masyarakat setempat.

Padang penggembalaan selain memiliki fungsi sebagai sumber HPT bagi ternak ruminansia, juga berfungsi sebagai sarana pemeliharaan dan penanganan ternak, wahana pengembangan ekonomi masyarakat, sumber pelestarian sumberdaya genetik  ternak wilayah dan memiliki nilai ekologis bagi lingkungan sekitarnya, wahana pembelajaran peternak dan kelompok ternak.

Melihat arti pentingnya padang penggembalaan dalam pemeliharaan ternak yang efisien, maka padang penggembalaan harus terus diperbaiki dan dikembangkan serta dikelola dengan sebaik mungkin, sehingga hasilnya bisa menyediakan pakan secara optimal sepanjang waktu bagi ternak.

Melalui kesempatan ini Kepala Dinas Peternakan mengharapkan kepada Kepala Dinas kab/kota yang mendapatkan alokasi kegiatan ini agar bersungguh-sungguh melaksanakan pilot project ini, lakukan koordinasi dengan pihak terkait dan melaporkan progress kegiatannya secara berkala sehingga kalau ada permasalahan segera bisa dicarikan solusinya.

Dalam acara  ini menghadirkan  nara sumber Dr.Ir. Mursyid Ma’sum, M.Agr (Direktur Pakan Ternak Direktorat Pakan Ternak Jakarta) dan Ir. Tuti Andajani, M.Si (Kasubdit Pakan Hijauan Direktorat Pakan Ternak Direktorat Pakan Ternak Jakarta).

Materi yang disampaikan oleh kedua narasumber pusat ini adalah Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang Untuk Usaha Peternakan.

Dijelaskan  Kalimatan Timur Melalui APBN  murni tahun 2015 direncanakan 2 lokasi yaitu di Paser dan Kukar masing-masing dengan luasan 100 Ha dan 80 Ha dengan dana tidak kurang masing-masing Rp. 3 M.

Sementara melalui APBN-P akan ditambah lagi 500 Ha dengan lokasi di Kabupaten Paser 100 Ha, kota Samarinda 100 Ha, kabupaten Kutai Kartanegara 100 Ha, Kabupaten Kutai Timur 100 Ha dan kabupaten Kutai Barat 100 Ha.

Berdasarkan pada materi yang telah dipaparkan dan dilanjutkan diskusi dapat disimpulkan antara lain Pilot project ini pertama penyediaan hijauan pakan ternak yang banyak terkendala akibat keterbatasan penanaman dan budidaya HPT, sehingga lahan-lahan pasca galian tambang dimanfaatkan keberadaannya sebagai tempat penanaman HPT untuk mendukung penyediaan pakan dalam rangka meningkatkan produktivitas ternak.

Kedua mempertimbangkan kemungkinan bahaya atau dampak negatif yang ditimbulkan berupa erosi dan sedimentasi, maka rehabilitasi lahan pasca penambangan batubara mutlak harus segera dilakukan, tanpa harus menunggu kontrak kerja penambangan berakhir.

 Ketiga titik kritis dari pilot project ini antara lain : waktu pelaksanaan (strict on schedule), Seleksi calon penerima kegiatan; Proses pengadaan barang dan jasa, Waktu pendistribusian benih/bibit HPT sesuaikan dengan waktu penanaman HPT (perhatikan ketersediaan air, sesuaikan musim) serta pembuatan sumber dan tatakelola air, Pengelolaan padang rumput dan kebun HPT serta Pembangunan UPK, pagar dan bangunan lain.

Kempat  kegiata Rakor II yang akan dilaksanakan pada bulan Maret yang akan membahas ekspose hasil SID dan DED, Sosialisasi kepada kelompok dan revisi RKAKL/DIPA sesuai SID.Dewi Eka Nur Anisa, S.Pt(editor Supriyadi)



Kembali
Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur | Flashnews >>> Disnak Kaltim Raih Juara 3 Lomba Website Tingkat Nasional Tahun 2015 -- Gubernur: Swasta Harus Dukung 2 Juta Sapi -- Kaltim Terima 10.000 Sapi Indukan Brahman Cross | Sapi Potong (BH) Rp. 46.000,- / Kg/BH Update: 21 Maret 2017 Tempat: RPH Samarinda | Broiler Hidup (1 kg) Rp. 19.500,- / Kg/BH Update: 21 Maret 2017 Tempat: Peternak | Telur Itik Rp. 2.500,- / Butir Update: 21 Maret 2017 Tempat: Pasar | Kambing (BBH) Rp. 50.000,- / Kg/BH Update: 21 Maret 2017 Tempat: Pedagang | Ayam Buras (1,5 kg) Rp. 125.000,- / Ekor Update: 21 Maret 2017 Tempat: Pasar | Daging Sapi Murni Rp. 125.000,- / Kg Update: 21 Maret 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Ras Rp. 1.500,- / Butir Update: 21 Maret 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Kampung Rp. 2.000,- / Butir Update: 21 Maret 2017 Tempat: Pasar | Itik Rp. 65.000,- / Ekor Update: 21 Maret 2017 Tempat: Pasar | Daging Kambing Rp. 140.000,- / Kg Update: 21 Maret 2017 Tempat: Pasar