img
img

Dinas Peternakan

Provinsi Kalimantan Timur

Sosialisasi Pengendalian Pemotongan Ruminansia Betina Produktif SE - KALTIM Tahun  2017
Sosialisasi Pengendalian Pemotongan Ruminansia Betina Produktif Se-Kaltim

Sosialisasi Pengendalian Pemotongan Ruminansia Betina Produktif SE - KALTIM Tahun 2017

Selasa, 06 Juni 2017

SAMARINDA. Guna mendukung program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48 tahun 2016 tentang upaya khusus percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting di gulirkan. Program ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah Kalimantan Timur melakukan percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau.

Program upaya khusus meliputi berbagai rangkaian  kegiatan antara lain yaitu optimalisasi Inseminasi Buatan (IB) dan kawin alam, Pemeriksaan status reproduksi dan gangguan reproduksi , pemenuhan semen beku dan N2 cair, pemenuhan hijauan pakan ternak dan konsentrat, serta pengendalian pemotongan betina produktif. 

Adapun sasaran dari UPSUS SIWAB adalah terjadinya kebuntingan dari IB dan Kawin alam minimal 70 persen, menurunnya angka gangguan reproduksi 50 persen, nilai kondisi tubuh indukan akseptor minimal skor 3, dan menurunnya angka pemotongan sapi betina produktif.  

Hal tersebut diatas sesuai dengan apa yang diinginkan dalam pengendalian pemotongan ternak ruminansia betina produktif dengan ini mempunyai tujuan

1) Menurunkan jumlah pemotongan betina produktif ;

2)Mempertahankan jumlah akseptor UPSUS SIWAB melalui pengendalian pemotongan betina produktif;

3)Menyelamatkan kelahiran pedet melalui pencegahan pemotongan betina produktif. 

Untuk Kalimantan Timur sendiri di target oleh pusat untuk akseptor IB adalah sebanyak 18.942 ekor dan target kebuntingan 12.312 ekor, sedangkan yang dibiayai anggaran APBN sebanyak 15.272 ekor akseptor IB dengan target kebuntingan adalah 9.927 ekor. Untuk itu  ditargetkan setiap harinya  minimal sebanyak 52 ekor sapi perhariyang di IB untuk seluruh wilayah Kaltim . Sampai dengan  saat ini laporan pelaksanaan IB telah mencapai 45 persen lebih atau mencapai 3.510 ekor dengan kebuntingan 1.696 ekor sapi betina dan kelahiran 494 ekor anak sapi. Selain itu kegiatan sinkronisasi berahi diharapkan dapat dilaksanakan di kabupaten/kota untuk memacu realisasi IB.

Data Pemotongan betina produktif di RPH di Kalimantan Timur tahun 2016 tercatat  sebanyak 5.019 ekor . Sedangkan  pemotongan sapi betina produktif Januari hingga 31 Mei 2017 sebanyak 291 ekor dari total 2.003 ekor sapi betina produktif dan non produktif yang dipotong. Kalau diprosentasikan pemotongan sapi betina  mencapai 14,5 persen dalam kurun waktu 5 bulan terakhir.

Dalam pengendalian  pemotongan betina produktif telah dilaksanakan MOU antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian dengan Kepolisian Republik Indonesia Nomor 09001/HK.230/F/05/2017 dan Nomor B/44/V/2017 tanggal 09 Mei 2017 tentang Pengendalian Pemotongan Ternak Ruminansia Betina Produktif  yang ditanda tangani di Jakarta  dan diharapkan nanti secara berjenjang dari Provinsi dengan POLDA dan kab/kota dengan POLRES/POLRESTA  hingga ke tingkat kecamatan siap untuk melaksanakan  pengendalian dan pemotongan betina produktif baik terkait dengan pembinaan dan pengawasannya.

Dalam paparannya, kadis PKH Ir. Dadang Sudarya, MMT menyatakan bahwa "Maksud dan Tujuan Perjanjian Kerjasama ini dilaksanakan adalah sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan bagi jajaran Peternakan dan Kesehatan Hewan serta jajaran Kepolisian Republik Indonesia untuk meningkatkan koordinasi , pengawasan dan sinergisitas para pihak dalam rangka pengendalian pemotongan ruminansia betina produktif".

Beliau juga berharap agar implementasi pada tingkat operasional setelah penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan Pengendalian Pemotongan Ternak Ruminansia Betina Produktif haruslah menyentuh semua stake holder , terutama pelaku usaha , pengawasan di hulu seperti pasar hewan, peternak, check point dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Kerjasama ini  meliputi  pertukaran data dan/atau informasi, bantuan pengamanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pembinaan masyarakat dapat terus kita tingkatkan. Diharapkan pengendalian pemotongan ruminansia betina produktif khususnya sapi dapat ditekan seminimal mungkin. Melalui kerjasama ini diharapkan dapat mewujudkan upaya pemerintah dalam peningkatan populasi sapi untuk mendukung kemandirian pangan khususnya daging sapi di Kalimantan Timur.

Menurut beliau, Ibarat suatu pabrik maka sapi betina bunting seperti pabrik yang menghasilkan produksi anak. Bila pabrik dirusak atau sapi bunting dipotong maka habislah produksinya sehingga populasi  sapi di Kalimantan Timur akan jauh menurun yang pada akhirnya akan musnah".



Kembali
Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur | Flashnews >>> Disnak Kaltim Raih Juara 3 Lomba Website Tingkat Nasional Tahun 2015 -- Gubernur: Swasta Harus Dukung 2 Juta Sapi -- Kaltim Terima 10.000 Sapi Indukan Brahman Cross | Sapi Potong (BH) Rp. 46.000,- / Kg/BH Update: 18 Juli 2017 Tempat: RPH Samarinda | Broiler Hidup (1 kg) Rp. 20.500,- / Kg/BH Update: 18 Juli 2017 Tempat: Peternak | Telur Itik Rp. 2.500,- / Butir Update: 18 Juli 2017 Tempat: Pasar | Kambing (BBH) Rp. 50.000,- / Kg/BH Update: 18 Juli 2017 Tempat: Pedagang | Ayam Buras (1,5 kg) Rp. 107.500,- / Ekor Update: 18 Juli 2017 Tempat: Pasar | Daging Sapi Murni Rp. 125.000,- / Kg Update: 18 Juli 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Ras Rp. 1.500,- / Butir Update: 18 Juli 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Kampung Rp. 2.000,- / Butir Update: 18 Juli 2017 Tempat: Pasar | Itik Rp. 65.000,- / Ekor Update: 18 Juli 2017 Tempat: Pasar | Daging Kambing Rp. 140.000,- / Kg Update: 18 Juli 2017 Tempat: Pasar