img
img

Dinas Peternakan

Provinsi Kalimantan Timur

NTPT Bulan Mei Mengalami Penurunan

Senin, 05 Juni 2017

Samarinda. Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) untuk wilayah Kaltim kembali mengalami penurunan, yaitu dari 103,02 di bulan April 2017 menjadi 101,31 di bulan Mei 2017 atau turun sebesar 1,65 persen dari bulan sebelumnya. Hal ini disebabkan karena indeks harga yang diterima oleh petani  mengalami penurunan sebesar 1,34 persen sedangkan indeks yang dibayar oleh petani mengalami peningkatan sebesar 0,32 persen.

Penurunan It pada bulan Mei 2017 disebabkan oleh turunnya indeks di tiga kelompok ternak yaitu kelompok ternak besar sebesar 0,22, kelompok ternak unggas sebesar 0,95 persen, dan  kelompok hasil ternak sebesar 1,35 persen. Sedangkan kelompok ternak kecil mengalami peningkatan sebesar 0,45 persen. 

Peningkatan pada indeks harga yang dibayar petani (Ib) dipengaruhi oleh indeks kelompok konsumsi rumah tangga dan kelompok BPPBM yang mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,46 persen dan 0,05 persen.

Secara keseluruhan pada Mei 2017 terjadi penurunan NTP pada seluruh subsektor jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. NTPP (Tanaman Pangan) mengalami penurunan sebesar 1,16 persen, NTPH (Petani Holtikultura) mengalami penurunan 0,82 persen, NTPR (Perkebunan) mengalami penurunan sebesar 0,52 persen, NTPT (Peternakan) mengalami penurunan sebesar 1,65 persen, dan subsektor NTPN (Perikanan) mengalami penurunan sebesar 0,53 persen.  Jika dibandingkan dengan komoditas pertanian dan perikanan, Nilai Tukar Petani untuk peternakan masih yang tertinggi meskipun nilai penurunannya paling besar.

NTP  yang  diperoleh  dari  perbandingan  indeks  harga  yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani. Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan pada 10 Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur  (termasuk Provinsi Kaltara) dengan tahun dasar 2012, NTP Provinsi Kalimantan Timur pada Bulan Mei  2017 sebesar 96,30 yang berarti petani mengalami mengalami defisit/penurunan daya beli, karena kenaikan penerimaan hasil produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah  tangganya.

NTP  pada  bulan  Mei 2017  turun 0,94 persen dibandingkan NTP bulan April 2017, yaitu dari 97,21 menjadi 96,30. Hal ini dipengaruhi oleh indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang mengalami peningkatan sebesar 0,35 persen sementara indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan sebesar 0,58 persen.

 

Sumber: BPS Kaltim



Kembali
Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur | Flashnews >>> Disnak Kaltim Raih Juara 3 Lomba Website Tingkat Nasional Tahun 2015 -- Gubernur: Swasta Harus Dukung 2 Juta Sapi -- Kaltim Terima 10.000 Sapi Indukan Brahman Cross | Sapi Potong (BH) Rp. 45.000,- / Kg/BH Update: 19 September 2017 Tempat: RPH Samarinda | Broiler Hidup (1 kg) Rp. 20.000,- / Kg/BH Update: 19 September 2017 Tempat: Peternak | Telur Itik Rp. 2.500,- / Butir Update: 19 September 2017 Tempat: Pasar | Kambing (BBH) Rp. 50.000,- / Kg/BH Update: 19 September 2017 Tempat: Pedagang | Ayam Buras (1,5 kg) Rp. 107.500,- / Ekor Update: 19 September 2017 Tempat: Pasar | Daging Sapi Murni Rp. 125.000,- / Kg Update: 19 September 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Ras Rp. 1.500,- / Butir Update: 19 September 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Kampung Rp. 2.000,- / Butir Update: 19 September 2017 Tempat: Pasar | Itik Rp. 65.000,- / Ekor Update: 19 September 2017 Tempat: Pasar | Daging Kambing Rp. 140.000,- / Kg Update: 19 September 2017 Tempat: Pasar