img
img

Dinas Peternakan

Provinsi Kalimantan Timur

Kementan Menerbitkan Atlas Peta Potensi Kawasan Peternakan

Kementan Menerbitkan Atlas Peta Potensi Kawasan Peternakan

Rabu, 06 September 2017

Kementerian Pertanian menerbitkan Atlas Potensi Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Potong untuk Provinsi Kalimantan Timur. Penerbitan Atlas ini guna menunjang Rencana strategis Kementerian Pertanian 2015-2019 yang menyatakan bahwa salah satu tantangan pembangunan pertanian ke depan adalah bagaimana memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan bahan baku industri dan energi di tengah dinamika kondisi perekonomian global dan perubahan iklim yang mungkin akan memengaruhi upaya-upaya pembangunan pertanian menuju swasembada dan kedaulatan pangan. Guna mengatasi tantangan tersebut, salah satu pendekatan yang dilakukan adalah melalui pengembangan kawasan pertanian yang telah diatur melalui Permentan No. 50 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian.

Menurut Amran Sulaiman (Menteri Pertanian) dalam sambutannya, Kawasan pertanian perlu dikembangkan agar kegiatan pembangunan pertanian dapat dilakukan secara utuh dan terpadu, serta fokus pada pencapaian sasaran pembangunan berdasarkan keunggulan kompetitif dan komparatif wilayah. Sebagai tindak lanjut rencana pengambangan kawasan pertanian, Pemerintah Provinsi diharuskan menyusun Masterplan yang menjabarkan rencana pembangunan kawasan selama lima tahun ke depan, dan Pemerintah Kabupaten/Kota menyusun Rencana Aksi yang berisi langkah-langkah kegiatan tahunan yang dilakukan di tiap kawasan. Dalam hal ini Kementerian Pertanian menyusun Atlas Peta Pengembangan Kawasan Peternakan sebagai acuan Pemerintah Daerah dalam menyusun Masterplan. Atlas tersebut secara garis besar memuat kondisi potensi pengembangan komoditas peternakan sapi potong berdasarkan informasi spasial tentang kondisi sumber daya lahan dan populasi ternak.

Menurut Sekjen Kementan Hari Priyono, pada hakikatnya pendekatan kawasan merupakan upaya pengembangan komoditas pertanian pada suatu wilayah yang memenuhi persyaratan agroekologis, memenuhi kelayakan agroekonomi dan agro-sosio-teknologi, aksesibilitas lokasi memadai dan diseconomic-externality yang ditimbulkannya dapat dikendalikan agar kawasan yang terbangun berkelanjutan. Untuk itu, informasi daya dukung lahan menjadi sangat penting yang dibangun dari analisis sumber daya lahan.peraturan Menteri Pertanian No.50/Permentan/OT/140/8/2012 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian menekankan bahwa pengembangan komoditas unggulan perlu dilaksanakan dengan pendekatan kawasan, ciri-ciri pengembangan kawasan pertanian antara lain:

  1. Berbasis agorekosistem (komoditas yang dikembangkan sesuai dengan agroekosistem setempat);
  2. Agregat hamparan/populasi ditentukan dengan batasan tertentu dan dapat lintas batas kabupaten;
  3. Pengembangan kawasan bersifat menyeluruh/tidak parsial yang mencakup aspek hulu hingga hilir;
  4. Sistem pertanian dapat dilakukan secara terintegrasi;
  5. Program dan kegiatan pada kawasan terpadu bai kantar Eselon I Kementan maupun antara Pusat dan Daerah; dan
  6. Pengembangan kawasan bersifat parsitipatif melibatkan Kementan dan Kementerian/Lembaga terkait, Pemda Provinsi, Pemda Kabupaten/Kota, dan pelaku usaha.

Pembangunan pertanian khususnya  pengembangan kawasan peternakan sangat membutuhkan data dan informasi dalam bentuk tabular dan spasial (peta) dan populasi ternak. Peta yang dihasilkan memberikan informasi lokasi, sebaran, dan luas lahan yang berpotensi untuk pengembangan kawasan peternakan.



Kembali
Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur | Flashnews >>> Disnak Kaltim Raih Juara 3 Lomba Website Tingkat Nasional Tahun 2015 -- Gubernur: Swasta Harus Dukung 2 Juta Sapi -- Kaltim Terima 10.000 Sapi Indukan Brahman Cross | Sapi Potong (BH) Rp. 44.000,- / Kg/BH Update: 21 November 2017 Tempat: RPH Samarinda | Broiler Hidup (1 kg) Rp. 20.500,- / Kg/BH Update: 21 November 2017 Tempat: Peternak | Telur Itik Rp. 2.500,- / Butir Update: 21 November 2017 Tempat: Pasar | Kambing (BBH) Rp. 50.000,- / Kg/BH Update: 21 November 2017 Tempat: Pedagang | Ayam Buras (1,5 kg) Rp. 107.500,- / Ekor Update: 21 November 2017 Tempat: Pasar | Daging Sapi Murni Rp. 125.000,- / Kg Update: 21 November 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Ras Rp. 1.300,- / Butir Update: 21 November 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Kampung Rp. 2.000,- / Butir Update: 21 November 2017 Tempat: Pasar | Itik Rp. 65.000,- / Ekor Update: 21 November 2017 Tempat: Pasar | Daging Kambing Rp. 140.000,- / Kg Update: 21 November 2017 Tempat: Pasar