img
img

Dinas Peternakan

Provinsi Kalimantan Timur

Daya Dukung Pakan di Pulau Kalimantan
Lahan Pakan di okasi Eks Tambang

Daya Dukung Pakan di Pulau Kalimantan

Jum'at, 06 Oktober 2017

Dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan peternakan menjadi pertimbangan dalam menentukan sentra peternakan. Dukungan pemerintah daerah antara lain berupa masterplan/renaksi peternakan. Hal ini menunjukkan pemerintah daerah tersebut serius dalam pengelolaan peternakan.

Sentra pengembangan peternakan sapi potong nasional menjadi dasar dalam delineasi Peta Potensi Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Potong Nasional. Konsep dasar dalam penyusunan Peta Potensi Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Potong Nasional sebagai berikut:

  1. Penentuan sentra peternakan sapi potong didasarkan daya dukung pakan/biomasa pakan, populasi ternak, infrastruktur peternakan, status penyakit ternak, rumah tangga peternak/RTP, kelembagaan peternakan, dan dukungan masterplan/renaksi peternakan akan menghasilkan kabupaten sentra sapi potong.
  2. Delineasi potensi pengembangan kawasan peternakan sapi potong nasional dihasilkan dari overlay sentra peternakan sapi potong kabupaten dengan daya dukung pakan dan jumlah populasi tinggi dan sedang pada tingkat kecamatan.
  3. Penyebaran potensi pengembangan kawasan peternakan sapi potong berada di luar kawasan hutan dan dataran rendah, yaitu pada ketinggian <700 m dpl. Delineasi kawasan dilakukan dilakukan secara automatik.

Potensi pengembangan kawasan peternakan sapi potong nasional merupakan wilayah pengembangan peternakan sapi potong yang terbangun dalm satu kesatuan konektifitas (kelembagaan dan infrastruktur) yang mencakup wilayah dengan daya dukung pakan potensial yang mendukung dan jumlah populasi ternak cukup banyak.

Potensi daya dukung pakan diperoleh dari hasil kesesuaian lahan pakan ternak, berupa kelas kesesuaian lahan dan memperhatikan penggunaan lahan akan dihasilkan daya dukung pakan dalam ton per hektar. Dari hasil analisis daya dukung pakan ternak dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: rendah, sedang dan tinggi.

Pulau Kalimantan (Tabel 1) menunjukkan potensi daya dukung pakan yang tergolong rendah seluas 13.393.996 ha (71,12%), sedang seluas 3.715.976 ha (19.90%) dan tinggi seluas 1.565.615 ha (8,38%). Provinsi yang mempunyai potensi daya dukung pakan ternak tergolong tingggi terdapat di Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

No

Provinsi

Daya Dukung Pakan

Total

Rendah

Sedang

Tinggi

Ha

%

Ha

%

Ha

%

1

Kalimantan Barat

5.048.991

77,32

1.138.664

17,44

341.967

5,24

6.529.702

2

Kalimantan Selatan

1.105.803

57,73

426.406

22,26

383.409

20,01

1.915.719

3

Kalimantan Utara

1.231.915

94,19

55.863

4,27

20.099

1,54

1.307.976

4

Kalimantan Tengah

3.341.490

68,70

1.011.621

20,80

510.873

10,50

4.864.083

5

Kalimantan Timur

2.665.797

65,68

1.083.442

26,70

309.267

7,62

4.058.605

Total

13.393.996

71,72

3.715.976

19,90

1.565.615

8,38

18.676.086

Potensi daya dukung pakan sangat ditentukan oleh satuan lahan, seperti bentukan lahan (landform), bentuk wilayah, iklim dan penggunaan lahan. Penilaian bobot satuan lahan didasari oleh kemampuan lahan dalam menghasilkan sumber pakan ternak, aksesibilitas dan ketersediaan infrastruktur.

Landform alluvium dan vulkanik mempunyai tingkat kesuburan tinggi dibandingkan dengan landform lainnya, sehingga mempunyai daya dukung pakan tinggi. Bentuk wilayah datar sampai berombak (lereng < 8 %) sangat ideal untuk pertumbuhan pakan ternak. Penggunaan lahan sawah, perkebunan, dan padang rumput mempunyai daya dukung sangat tinggi. Kondisi iklim sangat menentukan daya dukung pakan. Wilayah dengan iklim basah mempunyai daya dukung pakan lebih tinggi dari iklim kering. Hal ini terkait dengan ketersediaan air.

Potensi daya dukung pakan di Provinsi Kalimantan Timur tergolong rendah seluas 2.665.797 ha (65,68%), sedang seluas 1.083.442 ha (26,70%) dan tinggi seluas 309.267 ha (7,62%). Daerah yang mempunyai potensi daya dukung pakan ternak tergolong tinggi terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara (144.021 Ha), Kutai Barat (72.927) dan Kutai Timur (67.373).

Penyebaran potensi daya dukung pakan tergolong sedang samapai tinggi umumnya di wilayah dataran volkan dan alluvial dengan bentuk wilayah datar sampai bergelombang (<15%) pada dataran rendah (ketinggian <700 mdpl). Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara mempunyai potensi daya dukung pakan ternak tergolong cukup tinggi, sehingga berpotensi untuk pengembangan peternakan sapi potong.

Sumber: Atlas Peta Potensi Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Potong.



Kembali
Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur | Flashnews >>> Disnak Kaltim Raih Juara 3 Lomba Website Tingkat Nasional Tahun 2015 -- Gubernur: Swasta Harus Dukung 2 Juta Sapi -- Kaltim Terima 10.000 Sapi Indukan Brahman Cross | Sapi Potong (BH) Rp. 44.000,- / Kg/BH Update: 24 Oktober 2017 Tempat: RPH Samarinda | Broiler Hidup (1 kg) Rp. 22.500,- / Kg/BH Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Peternak | Telur Itik Rp. 2.500,- / Butir Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Kambing (BBH) Rp. 50.000,- / Kg/BH Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pedagang | Ayam Buras (1,5 kg) Rp. 107.500,- / Ekor Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Daging Sapi Murni Rp. 125.000,- / Kg Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Ras Rp. 1.300,- / Butir Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Kampung Rp. 2.000,- / Butir Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Itik Rp. 65.000,- / Ekor Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar | Daging Kambing Rp. 140.000,- / Kg Update: 24 Oktober 2017 Tempat: Pasar