img
img

Dinas Peternakan

Provinsi Kalimantan Timur

Kaltim Dorong Reorganisasi Peternak Unggas Lokal

Kaltim Dorong Reorganisasi Peternak Unggas Lokal

Senin, 09 Oktober 2017

Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui instansi terkait mendorong reorganisasi Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sehingga organisasi yang ada sejak 2010 ini bisa bangkit.

"Melalui reorganisasi, diharapkan peternak ayam lokal (ayam kampung) berinovasi mulai industri hulu hingga hilir," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim Dadang Sudarya, saat pengukuhan pengurus DPW Himpuli Kaltim dan DPD Himpuli Kutai Timur, di Samarinda, Jumat.

Menurutnya, melalui reorganisasi tentu Himpuli Kaltim bisa lebih memberi warna kepada dunia unggas lokal baik di dalam maupun di luar kaltim.

"Artinya, dengan kepengurusan yang saya lihat banyak anak-anak muda, tentu bisa lebih gesit dalam melihat dan memanfatkan semua peluang yang ada, sehingga cita-cita mewujudkan Kaltim mampu berdiri di atas kaki sendiri akan terwujud," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah tidak menganggap ayam kampung sebagai pelengkap dalam industri perunggasan, atau bukan komoditas yang dianggap strategis untuk ketahanan pangan.

Hal ini ditunjukkan dengan seriusnya pemerintah dalam membina kelompok-kelompok unggas lokal, Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah mengalokasikan dana untuk meningkatkan populasi ayam bukan ras (buras) atau ayam kampung.

Realisasi peningkatan ayam buras ini dilakukan melalui peternak lokal yang potensial untuk mengembangkan ayam buras tersebut, yakni dialokasikan melalui dana APBN di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim.

"Pada 2011 dialokasikan dana APBN sebesar Rp1,51 miliar berupa dana Bansos untuk 10 kelompok di 10 kabupaten/kota se-Kaltim terhadap kelompok-kelompok unggas. Saat itu dana yang terserap sebesar Rp1,19 miliar," tuturnya.

Kemudian tahun 2012 kembali dialokasikan anggaran untuk pemeliharaan unggas di pedesaan, berupa bansos senilai Rp500 juta bagi empat kelompok berupa kegiatan pembibitan ayam lokal dengan alokasi dana sebanyak Rp75 juta.

Selanjutnya tahun 2013, terdapat program Pengembangan Budidaya Unggas Lokal yang dialokasikan untuk empat kelompok, berupa integrasi ternak unggas sebanyak satu kelompok dengan kegiatan pembibitan ayam lokal untuk dua kelompok.

"Dana tersebut dialokasikan pemerintah untuk dapat meningkatkan skala usaha pengembangan ayam lokal seperti Village Breeding Center (VBC), penguatan peternak ayam lokal, pengembangan kawasan ayam lokal, dan pengembangan unggas perdesaan," kata Dadang. (*)

Pewarta: Ghofar

Editor: Rahmad

Sumber: Antara Kaltim



Kembali
Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur | Flashnews >>> Disnak Kaltim Raih Juara 3 Lomba Website Tingkat Nasional Tahun 2015 -- Gubernur: Swasta Harus Dukung 2 Juta Sapi -- Kaltim Terima 10.000 Sapi Indukan Brahman Cross | Sapi Potong (BH) Rp. 45.000,- / Kg/BH Update: 06 Desember 2017 Tempat: RPH Samarinda | Broiler Hidup (1 kg) Rp. 21.500,- / Kg/BH Update: 06 Desember 2017 Tempat: Peternak | Telur Itik Rp. 2.500,- / Butir Update: 06 Desember 2017 Tempat: Pasar | Kambing (BBH) Rp. 50.000,- / Kg/BH Update: 06 Desember 2017 Tempat: Pedagang | Ayam Buras (1,5 kg) Rp. 107.500,- / Ekor Update: 06 Desember 2017 Tempat: Pasar | Daging Sapi Murni Rp. 125.000,- / Kg Update: 06 Desember 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Ras Rp. 1.300,- / Butir Update: 06 Desember 2017 Tempat: Pasar | Telur Ayam Kampung Rp. 2.000,- / Butir Update: 06 Desember 2017 Tempat: Pasar | Itik Rp. 65.000,- / Ekor Update: 06 Desember 2017 Tempat: Pasar | Daging Kambing Rp. 140.000,- / Kg Update: 06 Desember 2017 Tempat: Pasar