feed http://peternakan.kaltimprov.go.id/ http://peternakan.kaltimprov.go.id/ Dinas Peternakan & Kesehatan HewanProvinsi Kalimantan Timur id-ID nizar@numesa.co.id Copyright 2019 http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/logo.png W3Schools.com http://peternakan.kaltimprov.go.id/ 221 Mantap Menatap Swasembada Sapi. http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2019/221/mantap-menatap-swasembada-sapi..html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2019/221/mantap-menatap-swasembada-sapi..html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Upaya khusus percepatan populasi dan kerbau bunting (UPSUS SIWAB) yang diterapkan Dinas Peternakan Kaltim membuahkan hasil membanggakan. Program yang dijalankan sejak tahun 2017 ini mampu meningkatkan jumlah kelahiran pedet atau anak sapi mencapai 4.637 ekor atau sudah 104,9 persen dari target 2018 sebesar 4.421 ekor.

Kepala Dinas Peternakan dan Keswa Kaltim Dadang Sudarya mengatakan, program Upsus Siwab di Bumi Etam dilakukan untuk mempercepat swasembada pangan khususnya protein daging. Untuk realisasi ternak sapi betina produktif di Kaltim sudah mencapai 7.046 ekor atau sudah mencapai 999,9 persen dari target 2018 sebesar 7.050 ekor. Sedangkan untuk sapi Inseminasi Buatan (IB) di Kaltim dari target 9.203 ekor, realisasinya sudah mencapai 8.350 ekor atau tercapai 90.37 persen. “Dari jumlah akseptor (sapi betina produktif) itu, sudah mengalami realisasi kebuntigan sebanyak 6.141 ekor, atau sudah mencapai 116,7 persen dari target 2018 sebesar 5.262 ekor”, katanya, Rabu (9/1).

Dia menjelaskan, jika dilihat hasil pencapaian Upsus Siwab secara keseluruhan, mulai dari akseptor, dosis inseminasi buatan, hingga kebuntingan dan kelahiran, pada seluruh kabupaten/kota di Kaltim sudah melebihi target yang ditetapkan oleh Dinas Peternakan dan Keswan Kaltim. ”Ini memperlihatkan progres yang baik dari seiap daerah untuk meningkatkan swasembada daging di Kaltim”, jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa daerah yang tingkat kelahiran sapinya di atas 100 persen dari target. Salah satunya, di Penajam Paser Utara dengan pencapaian 1.141 ekor atau sudah mencapai 161,7 persen dari target kelahiran 2018 sebesar 705 ekor. Begitu juga dengan Kabupaten Berau, dengan target kelahiran sapi 470 ekor sudah tercapai 652 ekor, yang berarti terealisasi 138 persen.

Lalu ada Kabupaten Kutai Barat, dengan target kelahiran 209 ekor tercapai 122 persen atau 257 ekor kelahiran anak sapi. PTerakhir ada Paser yang juga melebihi 100 persen. Pencapaian kelahiran sapi di Paser sebanyak 1.002 ekor atau 113 persen dari target 882 ekor.

Sedangkan beberapa kabupaten yang pencapaian kelahiran sapi masih di bawah 100 persen, yaitu Kutai Kartanegara dengan pencapaian kelahiran sapi 88,20 persen dari target 941 ekor hanya tercapai 830 ekor. Kutai Timur ercapai 83,25 persen dari target 412 ekor kelahiran sapi, hanya tercapai 343 ekor.

Balikpapan tercapai 65,97 persen, target kelahiran sapi mencapai 191 sapi tapi hanya terealisasi 126 sapi. Samarinda, tercapai 60,85 persen kelahiran anak sapi, dari target 235 ekor sapi, hanya tercapai 143 sap. Terendah adalah Bontang dengan capaian kelahiran anak sapi hanya 42 persen. Dari target 100 ekor kelahiran sapi, pada 2018 hanya bisa terealisasi 42 ekor anak sapi.

Sumber: Kaltim Post edisi Kamis (Hal. 21), 10 Januari 2019.

]]>
2019-01-09
220 Dinas Peternakan & Ajak Anak Konsumsi Susu http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2019/220/dinas-peternakan--ajak-anak-konsumsi-susu.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2019/220/dinas-peternakan--ajak-anak-konsumsi-susu.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur mengajak anak usia dini mengkonsumsi produk hasil peternakan. Kegiatan bertajuk Gerakan Gemar Minum Susu Makan Daging dan Telur ini digelar di DPKH Kaltim jalan Bhayangkara No. 54, Samarinda Kalimantan Timur, Senin (7/01/2019).

Asisten II bidang pembangunan Kaltim, Ichwansyah membuka kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-62 pemprov Kaltim. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting lantaran kebutuhan gizi merupakan sentra pembangunan manusia. Anak usia dini dan TK perlu mengenal dan mengkonsumsi makanan bergizi untuk meransang pertumbuhan.

“Melalui gerakan ini, sasarannya adalah anak usia dini dan TK. Karena mereka ini dalam masa pertumbuhan. Pentingnya gerakan ini bagi anak-anak untuk mengenalkan makanan bergizi dan rajin dikonsumsi lebih sering daripada jajanan yang menarik dan kurang sehat”, ucap Ichwansyah.

Ia mengapresiasi DPKH Kaltim yang sukses mempromosikan produk peternakan agar dikonsumsi anak usia dini. Ichwansyah berharap kegiatan ini berlanjut dan diikuti Kabupaten/Kota di Kaltim. “Saya apresiasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang telah menginisiasi gerakan ini dan telah berperan nyata dalam kecerdasan anak. Gerakan ini saya minta untuk diteruskan ke Kabupate/Kota agar kualitas pembangunan manusia di Kaltim dapat terwujud”, katanya.

Sementara itu Kepala DPKH Kaltim, Dadang Sudarya mengatakan, kegiatan ini sekaligus dalam rangka meningkatkan konsumsi terhadap komoditi peternakan, yaitu daging, telur dan susu.

Pasalnya komoditi ini memiliki kandungan protein, gizi dan asam amino yang lengkap dibutuhkan bagi tubuh manusia. “Ini dibutuhkan anak Indonesia bahkan sejak janin sampai 6 tahun membutuhkan protein hewani. Sehingga, diharapkan pertumbuhan anak-anak Kaltim tidak ada lagi yang stunting. Karena bisa meningkatkan kecerdasan otak anak kita dan kecerdasan bangsa kita”, tutur Dadang.

Kegiatan ini diramaikan anak-anak TK dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kaltim. Ketua Penggerk PKK Kaltim, Noorbati Isran juga hadir memberikan dukungan terhadap suksesnya kegiatan ini.

Sumber: Tribun Samarinda (Halaman 9) edisi Selasa, 8 Januari 2018.

]]>
2019-01-08
219 NTP Peternakan Bulan Desember Naik http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2019/219/ntp-peternakan-bulan-desember-naik.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2019/219/ntp-peternakan-bulan-desember-naik.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/4051535905c306b833829f.grafik.jpg Samarinda. Pada bulan Desember 2018, NTPT kembali mengalami peningkatan dengan persentase sebesar 2,01 persen. Hal ini disebabkan Indeks Harga yang Diterima Petani meningkat sebesar 2,51 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani hanya meningkat 0,49 persen. Berbeda dengan subsektor perkebunan rakyat, NTPT Desember 2018 justru menjadi yang tertinggi selama tahun 2018.

Jika dilihat berdasarkan kelompok It-nya, semua kelompok It pada subsektor peternakan meningkat dengan peningkatan It paling tinggi terdapat pada kelompok hasil ternak yaitu 2,53 persen. Sedangkan kelompok ternak kecil yang pada bulan sebelumnya meningkat paling besar, pada bulan Desember ini hanya sedikit meningkat 0,02 persen.

Di sisi lain, meningkatnya Ib di bulan Desember disebabkan oleh meningkatnya indeks kelompok konsumsi rumah tangga yaitu sebesar 0,57 persen serta indeks BPPBM yang meningkat 0,35 persen.

NTP Provinsi Kalimantan Timur Desember 2018 sebesar  94,48 atau turun 0,10 persen dibanding NTP pada bulan November yang tercatat sebesar  94,57. Penurunan NTP disebabkan oleh peningkatan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang lebih besar daripada peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (It).

NTP per subsektor Provinsi Kalimantan Timur Desember 2018 yaitu Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar

95,86, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 91,08, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 80,68, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 112,22 dan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTPN) sebesar 103,11.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Kalimantan Timur Desember 2018 sebesar 106,34 atau naik 0,11 persen dibanding NTUP pada bulan November yang tercatat sebesar  106,22.

Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) menggambarkan seberapa besar tingkat pendapatan yang diterima petani yang digunakan hanya untuk kegiatan usaha, dalam hal ini untuk biaya produksi pertanian. NTUP tidak memperhitungkan harga yang digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga petani sehingga lebih menggambarkan tingkat pengeluaran riil untuk usaha pertanian. NTUP dihitung berdasarkan perbandingan nilai It dan komponen Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) pada kelompok Ib.

Walaupun NTP menurun, NTUP mengalami peningkatan sebesar 0,11 persen pada Desember 2018. Jika dilihat per subsektor, subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura dan subsektor peternakan  mengalami peningkatan NTUP sedangkan subsektor lainnya mengalami penurunan. Di antara subsektor yang mengalami penurunan NTUP, subsektor perkebunan rakyat kembali mengalami penurunan paling besar pada bulan Desember dengan persentase sebesar 2,82 persen.

Jika dilihat per subsektor, hanya subsektor perkebunan rakyat yang memiliki NTUP di bawah 100. Hal ini menunjukkan bahwa petani subsektor perkebunan rakyat mengalami penurunan dalam hal perdagangan dimana harga yang mereka bayar (khususnya untuk produksi pertanian pada subsektor perkebunan rakyat) mengalami kenaikan yang lebih cepat daripada harga yang mereka terima terhadap tahun dasar (tahun 2012).

Sumber: BPS Kalimantan Timur

]]>
2019-01-05
218 Berita Acara Kesepakatan Forum OPD Renstra Disnakkeswan Kaltim http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/218/berita-acara-kesepakatan-forum-opd-renstra-disnakkeswan-kaltim.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/218/berita-acara-kesepakatan-forum-opd-renstra-disnakkeswan-kaltim.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/981790265c10abef772b3.forumopd.jpg Pada hari senin 3 Desember 2018 telah diselenggarakan Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Penyusunan Renstra Perangkat Daerah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur yang dihadiri oleh pemangku kepentingan sebagaimana daftar hadir peserta yang tercantum dalam berita acara (terlampir). Menyepakati:

  1. Isu strategis (pelayanan) Perangkat Daerah, tujuan dan sasaran, strategi dan kebijakan pelayanan rancangan Renstra Perangkat Daerah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur 2018-2023 sebagaimana tercantum dalam lampiran.
  2. Rencana program dan kegiatan prioritas Perangkat Daerah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur tahun 2018-2023 yang disertai dengan target dan kebutuhan pendanaan sebagaimana tercantum dalam lampiran.
  3. Indikator kinerja perangkat daerah yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD sebagaimana tercantum dalam lampiran.
  4. Hasil kesepakatan sidang-sidang kelompok forum perangkat daerah Dinas Peternakan dan Kesehatan Kalimantan Timur tahun 2018-2023 sebagaimana tercantum dalam lampiran.
  5. Berita acara ini beserta lampiran sebagaimana dimaksud pada diktum empat dijadikan sebagai bahan penyempurnaan rancangan renstra perangkat daerah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2018-2023.

Download

]]>
2018-12-12
217 NTP Peternakan Naik di Bulan November. http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/217/ntp-peternakan-naik-di-bulan-november..html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/217/ntp-peternakan-naik-di-bulan-november..html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/3734305965c08aaf256b8c.ntp.jpg Samarinda. Pada bulan November 2018, NTPT mulai mengalami peningkatan dengan persentase sebesar 0,66 persen. Hal ini disebabkan Indeks Harga yang Diterima Petani meningkat sebesar 0,70 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani hanya meningkat 0,04 persen.

Jika dilihat berdasarkan kelompok It-nya, hanya dua kelompok It pada subsektor peternakan yang mengalami peningkatan yaitu kelompok ternak kecil (2,44 persen) dan kelompok hasil ternak (0,71 persen). Sedangkan, dua kelompok lainnya, yaitu kelompok ternak besar dan unggas, mengalami penurunan It pada bulan ini.

Di sisi lain, meningkatnya Ib di bulan November disebabkan oleh meningkatnya indeks BPPBM yaitu sebesar 0,45 persen sedangkan indeks konsumsi rumah tangganya sedikit menurun sebesar 0,18 persen. Peningkatan Ib secara umum hanya terjadi di subsektor peternakan.

NTP Provinsi Kalimantan Timur November 2018 sebesar 94,57 atau turun 0,52 persen dibanding NTP pada bulan Oktober yang tercatat sebesar  95,06. Penurunan NTP disebabkan oleh penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani (It).

NTP  pada  bulan  November 2018 turun 0,52 persen dibandingkan NTP bulan Oktober 2018, yaitu dari 95,06 menjadi 94,57. Hal ini disebabkan menurunnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,57 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya menurun sebesar 0,06 persen. Terjadi peningkatan NTP di 3 subsektor pertanian, yaitu subsektor tanaman pangan (1,22 persen), subsektor peternakan (0,66 persen), dan subsektor perikanan (0,02 persen). Sedangkan, NTP subsektor hortikultura dan perkebunan rakyat masing-masing menurun 1,42 persen dan 2,82 persen dibanding bulan sebelumnya.

Pada bulan November 2018 terjadi penurunan NTUP sebesar 0,74 persen. Penurunan NTUP tersebut sejalan dengan penurunan NTP-nya. Jika dilihat per subsektor, hanya subsektor tanaman pangan dan subsektor peternakan yang mengalami peningkatan NTUP sedangkan subsektor lainnya mengalami penurunan. Termasuk juga subsektor perikanan, walaupun NTP nya sedikit mengalami peningkatan ternyata NTUP nya justru menurun pada bulan November 2018. Di antara subsektor yang mengalami penurunan NTUP, subsektor perkebunan rakyat mengalami penurunan paling besar pada bulan November dengan persentase sebesar 3,01 persen.

Jika dilihat per subsektor, hanya subsektor perkebunan rakyat yang memiliki NTUP di bawah 100. Hal ini menunjukkan bahwa petani subsektor perkebunan rakyat mengalami penurunan dalam hal perdagangan dimana harga yang mereka bayar (khususnya untuk produksi pertanian pada subsektor perkebunan rakyat) mengalami kenaikan yang lebih cepat daripada harga yang mereka terima terhadap tahun dasar (tahun 2012).

Sumber: BPS Prov. Kaltim

]]>
2018-12-06
216 FCR & Deplesi Ayam Broiler Pasca Pelarangan AGP pada pakan di Kaltim http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/216/fcr--deplesi-ayam-broiler-pasca-pelarangan-agp-pada-pakan-di-kaltim.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/216/fcr--deplesi-ayam-broiler-pasca-pelarangan-agp-pada-pakan-di-kaltim.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ World Health Oraginzation (WHO) telah gencar menyampaikan tentang keamanan pangan  terkait dengan adanya AGP yang digunakan pada hewan ternak . Dirjen Peternakan dan Kesehatan hewan menerbitkan Permentan No. 14/2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan yang didalamnya terdapat pelarangan penggunaan AGP, sebagai implementasi Undang–Undang No.18 Tahun 2009 juncto UU No. 41 Tahun 2014. Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan Berat Badan Hidup, FCR dan deplesi ayam broiler di Kalimantan Timur pasca pelarangan penggunaan AGP.

Penelitian menggunakan jumlah sampel ayam potong yang digunakan untuk data penggunaan pakan dengan AGP sebanyak 3,063,000 ekor dan yang tidak menggunakan AGP sebanyak 2,914,000 ekor, dengan variasi manajemen pemeliharaan, merk pakan dan merk DOC, analisis yang digunakan adalah ANOVA one way. Hasil penelitian menunjukkan berat badan panen, FCR dan deplesi ayam yang tidak menggunakan AGP dan menggunakan AGP berbeda signifikan dan Perbedaan ayam yang tidak menggunakan AGP dan menggunakan AGP pada berat badan panen lebih rendah 0.23g, FCR lebih boros sebesar 0.069 g per kg berat badan hidup, dan deplesi lebih tinggi sebesar 3.71%.

Hasil kesimpulannya, yaitu:

  1. Berat badan panen, FCR dan deplesi ayam yang tidak menggunakan AGP dan menunjukkan AGP berbeda signifikan.
  2. Perbedaan ayam yang tidak menggunakan AGP dan menggunakan AGP pada berat badan panen lebig rendah 0,23 gram. FCR lebih boros sebesar 0,069 gram per kg berat badan hidup, dan deplesi lebih tinggi sebesar 3,71 %.

Download

Penulis: Rofik, S.Pt, M.Si

]]>
2018-12-04
215 Forum Pembahasan Rancangan Renstra Disnakkeswan Kaltim 2018-2023. http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/215/forum-pembahasan-rancangan-renstra-disnakkeswan-kaltim-2018-2023..html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/215/forum-pembahasan-rancangan-renstra-disnakkeswan-kaltim-2018-2023..html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/15191538925c0875389bd3b.forumopd.jpg Samarinda. Dalam rangka mendukung kerja gubernur kaltim yang baru Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah yang dihadiri oleh seluruh stake holder baik pemerintah maupun swasta yang terlibat dalam bidang peternakan dan kesehatan hewan untuk ikut berpatisipasi dalam pembahasan Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2018-2023.

Isu strategis yang dibahas pada forum ini adalah mengenai:

  1. Produktifitas ternak yg rendah
  2. Kaltim belum bebas dari penyakit hewan menular strategis
  3. Peran swasta dalam usaha peternakan masih kurang
  4. Daya Saing produk peternakan masih rendah

Untuk renstra tahun 2018-2023 Dinas Peternakan dan Keswan Kaltim memiliki visi “Terwujudnya pengembangan 1.000 mini ranch untuk kesejahteraan peternak yang berdaulat” dan misi “Mewujudkan pengembangan peternakan sapi potong di lahan eks tambang dan integrasi dengan tanaman untuk penyediaan daging yang berdaulat”. Visi dan misi tersebut sejalan dengan dengan visi gubernur kaltim yang baru yaitu “Berani untuk Kalimantan Timur yang berdaulat” dan misi kedua “Berdaulat dalam pemberdayaan ekonomi wilayah dan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan”.

Dari visi dan misi tersebut dinas memiliki tujuan untuk meningkatkan kontribusi lokal terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat akan produk pangan asal ternak, khususnya ketersediaan daging dan telur. Pada tahun 2023 dinas peternakan menargetkan produksi daging sebesar 94.144,50 ton dan produksi telur 12.916,30 ton.

Untuk meningkatkan kontribusi lokal terhadap pemenuhan produk asal pangan ternak, dinas peternakan dan keswan kaltim mengambangkan arah kebijakan dalam hal pengembangan peternakan sapi potong di integrase dengan tanaman (mini ranch), peningkatan informasi dan akurasi data peternakan, peningkatan akses pembiayaan peternak, peningkatan usaha peternakan ayam ras petelur dan ayam buras.

@disnakkaltim

#upsussiwab

]]>
2018-12-03
214 Forum Perangkat Daerah Dinas Peternakan & Keswan Prov. Kalimantan Timur http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/214/forum-perangkat-daerah-dinas-peternakan--keswan-prov.-kalimantan-timur.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/214/forum-perangkat-daerah-dinas-peternakan--keswan-prov.-kalimantan-timur.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/6944109435c00d77dde93d.350x100(tanpalubang)1lembar.jpg Pembahasan Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur 2019-2023 akan mengangkat isu-isu strategis peternakan di Kalimantan Timur, yaitu:
1. Produktifitas ternak yg rendah
2. Kaltim belum bebas dari penyakit hewan menular strategis
3. Peran swasta dalam usaha peternakan masih kurang
4. Daya Saing produk peternakan masih rendah

Acara tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2018 di aula Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan Kalimantan Timur di Jalan Bhayangkara No. 54 Samarinda dan akan dihadiri oleh para stakeholder dan instansi yang terlibat dalam usaha di bidang peternakan dan kesehatan hewan.

Kepada para stakeholder dan instansi yang telah menerima undangan materi mengenai Forum Renstra dapat diunduh di link di bawah ini.

Download Materi Forum Renstra

Daftar Undangan & Jadwal Acara

Permendagri No 86 Th 2017

]]>
2018-11-30
213 Upsus Siwab Kaltim Melebihi Target http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/213/upsus-siwab-kaltim-melebihi-target.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/213/upsus-siwab-kaltim-melebihi-target.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/12305186865bff8faadd9de.25612299_526807224357940_1502315870070767616_n.jpg Samarinda. Program percepatan swasembada pangan khususnya protein (daging) melalui program upsus siwab yang dicanangkan oleh dirjen peternakan dan kesehatan hewan kementerian pertanian selama 2 tahun terakhir (2017-2018) mampu meningkatkan jumlah kelahiran pedet di Kaltim. Hal ini dilihat dari laporan upsus siwab hingga tanggal 28 November 2018, jumlah kelahiran sudah mencapai 4.637 ekor atau sudah mencapai 104,9 % dari target tahun 2018 sebesar 4.421 ekor kelahiran.

Untuk realisasi akseptor hingga tanggal 28 November 2018 mencapai 7.046 ekor atau sudah mencapai 99,9 % dari target tahun 2018 sebesar 7.050 ekor. Hasil realisasi kebuntingan hingga tanggal 28 November 2018 sebesar 6.141 ekor atau sudah mencapai 116,7 % dari target tahun 2018 sebesar 5.262 ekor.

Jika dilihat hasil pencapaian upsus siwab (akseptor, dosis IB, kebuntingan dan kelahiran) hingga tanggal 26 November 2018 di setiap kabupaten/kota sekaltim, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Barat telah melebihi target yang ditetapkan oleh disnakkeswan provinsi. Tingkat kelahiran di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 1.141 ekor atau sudah mencapai 161,7 % dari target kelahiran tahun 2018 sebesar 705 ekor. Begitu juga dengan Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Paser pencapaian kelahiran telah melebihi 100 persen.

 Tabel Pelaksanaan Capaian UPSUS SIWAB KALTIM

NO KAB./KOTA CAPAIAN PELAKSANAAN UPSUS SIWAB KALIMANTAN TIMUR
Target Jan s.d 26 Nop 2018 Realisasi Jan s.d 26 Nop 2018 Persentase Realisasi (%)
Akseptor Dosis IB Bunting Kelahiran Akseptor Dosis IB Bunting Kelahiran Akseptor Dosis IB Bunting Kelahiran
1 Balikpapan 299 424 211 191 299 391 225 126 100,00 92,22 106,64 65,97
2 Berau 735 1.044 520 470 1.076 1.237 741 652 146,39 118,49 142,50 138,72
3 Kutai Barat 326 463 231 209 378 484 342 257 115,95 104,54 148,05 122,97
4 Kutai Kartanegara 1.471 2.089 1.040 941 1.054 1.187 1.413 830 71,65 56,82 135,87 88,20
5 Kutai Timur 644 914 455 412 810 893 538 343 125,78 97,70 118,24 83,25
6 Paser 1.379 1.958 975 882 1.279 1.514 1.479 1.002 92,75 77,32 151,69 113,61
7 PPU 1.103 1.567 780 705 1.677 2.091 1.038 1.141 152,04 133,44 133,08 161,84
8 Samarinda 368 522 260 235 340 412 215 143 92,39 78,93 82,69 60,85
9 Bontang 256 222 111 100 95 141 67 42 37,11 63,51 60,36 42,00
  TOTAL 6.581 9.203 4.583 4.145 7.008 8.350 6.058 4.536 106,49 90,73 132,18 109,43

Untuk kabupaten/kota lainnya yang tingkat kebuntingan dan kelahirannya masih dibawah 90 % diharapkan menjadi motivasi agar lebih mengintensifkan dan memacu pelaksanaan kegiatan IB (Inseminasi Buatan), PKB (Pemeriksaan Kebuntingan) dan pencatatan kelahiran.

#upsussiwab
@disnakkaltim

]]>
2018-11-29
212 Sapi Kebutuhan Natal dan Tahun Baru Tiba di Samarinda Melalui Jalur Tol Laut http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/212/sapi-kebutuhan-natal-dan-tahun-baru-tiba-di-samarinda-melalui-jalur-tol-laut.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/212/sapi-kebutuhan-natal-dan-tahun-baru-tiba-di-samarinda-melalui-jalur-tol-laut.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ SAMARINDA - Ketersediaan daging sapi untuk kebutuhan masyarakat Kaltim hingga akhir tahun 2018 dinilai telah mencukupi. Terpenuhinya kebutuhan daging sapi itu, setelah KM Camar Nusantara 5, kapal khusus ternak yang merupakan program tol laut Presiden Joko Widodo sandar di pelabuhan Samarinda, jalan Yos Sudarso, Rabu (7/11/2018) malam tadi.

Kapal tersebut membawa 498 sapi jenis Bali asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menempuh perjalanan kurang lebih empat hari dari pelabuhan Kupang. Nantinya, sapi-sapi tersebut akan didistrubusikan ke rumah pemotongan hewan, maupun jagal hewan, yang selanjutkan di pasarkan ke setiap daerah di Kaltim.

"Sapi ini didatangkan untuk kebutuhan konsumsi, bukan untuk dikembangbiakan. Karena yang datang semuanya jantan," ucap Kepala Dinas Peternakan Kaltim, Dadang Sudarya, Kamis (8/11/2018). "Sapi ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pada Natal dan Tahun baru 2018. Untuk memenuhi kebutuhan daging segar masyarakat," tambahnya. Lanjut dia menjelaskan, tibanya KM Camar Nusantara 5 ke Kaltim merupakan yang keenam kalinya membawa sapi untuk konsumsi, keseluruhan telah terdapat 2.598 ekor sapi yang didatangkan.

Kebutuhan konsumsi daging sapi di Kaltim tergolong tinggi, hal itu dipengaruhi karena terdapat perusahaan-perusahaan yang membutuhkan daging sapi untuk karyawannya, termasuk tempat usaha rumah makan. Dalam setahun, Kaltim membutuhkan sekitar 65 ribu sapi guna dapat memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi.

Selama ini, Kaltim masih mengandalkan kiriman sapi dari luar daerah guna memenuhi kebutuhan daging sapi. Sebanyak 72,2 persen sapi didatangkan dari luar daerah, sisanya berasal dari peternak lokal. “Dari lokal, kita hanya mampu memenuhi kebutuhan daging sapi sekitar 27,8 persen saja, dan kebutuhan terpenuhi dengan mendatangkan dari luar daerah, karena kebutuhan daging di Kaltim cukup tinggi”, kata Dadang.

Untuk program pengembang biakan sapi di Kaltim, pihaknya juga telah melakukan upaya, dengan mendatangkan bibit dari NTT, Sulawesi Tengeh, Sulawesi Selatan, pulau Jawa, termasuk dari luar negeri, namun hingga saat ini pasokan daging dari lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kaltim.

Program tol laut Presiden Joko Widodo menurutnya sangat tepat, karena kapal yang digunakan memang khusus untuk ternak, dan terdapat petugas kesehatan di kapal yang dapat mengontrol kondisi sapi yang dibawa. "Yang datang ini kondisinya sehat semua, karena dibawa dengan kapal khusus yang didesain agar hewan tidak stres, jadi bobotnya tidak berkurang," tutupnya. (*)

Penulis  : Christoper Desmawangga
Editor    : Trinilo Umardini 
Sumber : Tribun Kaltim edisi Kamis 8 Nopember 2018

 

]]>
2018-11-14
211 NTP Subsektor Peternakan Turun http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/211/ntp-subsektor-peternakan-turun.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/211/ntp-subsektor-peternakan-turun.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Pada bulan Oktober 2018, NTPT kembali mengalami penurunan sebesar 0,76 persen. Hal ini disebabkan Indeks Harga yang Diterima Petani mengalami penurunan sebesar 0,65 persen Selain itu, indeks Harga yang Dibayar Petani meningkat sebesar 0,11 persen. NTPT kembali menurun bahkan dengan persentase penurunan yang lebih besar daripada persentase penurunan di bulan sebelumnya (September terhadap Agustus).

Jika dilihat berdasarkan kelompok It-nya, semua kelompok pada subsektor peternakan mengalami penurunan It kecuali kelompok unggas yang meningkat sebesar 2,26 persen. Kelompok ternak besar mengalami penurunan It paling besar yaitu 1,11 persen, kemudian diikuti oleh kelompok hasil ternak dengan persentase penurunan sebesar 0,66 persen dan kelompok ternak kecil dengan persentase penurunan 0,39 persen. Pada subsektor peternakan, peningkatan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) lebih dominan dipengaruhi oleh peningkatan indeks BPPBM sebesar 0,34 persen sedangkan indeks konsumsi rumah tangga tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

NTP  pada  bulan  Oktober 2018 turun 0,54 persen dibandingkan NTP bulan September 2018, yaitu dari 95,99 menjadi 95,06. Hal ini disebabkan menurunnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,45 persen serta meningkatnya Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,09 persen. Masih sama seperti bulan sebelumnya, terjadi penurunan NTP di semua subsektor pada bulan Oktober 2018 kecuali subsektor tanaman pangan. NTPH menurun 0,64 persen, NTPR menurun 1,10 persen, NTPT menurun 0,76 persen, dan NTPN menurun 0,11 persen. Sedangkan, NTPP kembali mengalami sedikit peningkatan dengan persentase sebesar 0,01 persen dari bulan sebelumnya.

Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) menggambarkan seberapa besar tingkat pendapatan yang diterima petani yang digunakan hanya untuk kegiatan usaha, dalam hal ini untuk biaya produksi pertanian. NTUP tidak memperhitungkan harga yang digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga petani sehingga lebih menggambarkan tingkat pengeluaran riil untuk usaha pertanian. NTUP dihitung berdasarkan perbandingan nilai It dan komponen Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPM) pada kelompok Ib.

Sumber: BPS Prov. Kaltim

Pada bulan Oktober 2018 terjadi penurunan NTUP sebesar 0,73 persen. Penurunan NTUP tersebut sejalan dengan penurunan NTP-nya. Namun jika dilihat per subsektor, semua subsektor pertanian ternyata mengalami penurunan NTUP di bulan Oktober. Subsektor tanaman pangan yang mengalami peningkatan NTP ternyata juga mengalami penurunan NTUP walaupun penurunannya paling kecil di antara subsektor lainnya.

Jika dilihat per subsektor, hanya subsektor perkebunan rakyat yang memiliki NTUP di bawah 100. Hal ini menunjukkan bahwa harga yang harus dikeluarkan petani subsektor perkebunan rakyat dalam hal proses produksi usaha pertanian lebih besar daripada harga hasil pertanian perkebunan rakyat.

]]>
2018-11-10
209 KT Damar Wulan, Kluster Sapi Binaan BI http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/209/kt-damar-wulan-kluster-sapi-binaan-bi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/209/kt-damar-wulan-kluster-sapi-binaan-bi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Ketua kelompok kluster sapi BI Damar Wulan, Gunanto mengatakan, karena binaan dari BI semua yang berasal dari sapi bisa menjadi penghasilan. Tak hanya daging, feses dan urin sapi juga menjadi uang. “Untuk feses kami sudah punya kemasan yang diberi nama BI Go Green. Kotoran sapi tersebut dikemas 5 kilogram dan 10 kilogram untuk satu bungkus”, ujarnya.

Gunanto menjelaskan dalam satu hari sapi bisa mengeluarkan hingga 10 kilogram feses. Sekarang sudah ada 150 sapi yang setiap harinya menghasilkan feses. Setelah diolah, satu kilogram feses sapi dijual 2.000 rupiah. “Semua itu belajar dari BI. Bahkan tak hanya feses, untuk urin juga bisa difermentasi untuk dijadikan pupuk”, ungkapnya.

Menurutnya, urin yang sudah diolah bisa dijual hingga 5.000 rupiah per liter. Sedangkan, yang belum diolah 1.000 rupiah per liter. Satu sapi jantan dalam satu hari satu malam bisa menghasilkan 10 liter urin. Sedangkan sapi betina 15 liter. Saat ini, sapi hidup per kilogramnya Rp 48 ribu. Satu ekor sapi bisa punya berat 225-350 kilogram.

Dalam setahun, khususnya hari besar seperti Idul Adha sebelum menjadi kluster sapi, peternak bisa menjual 40 ekor sapi. Setelah menjadi kluster sapi pada 2016 meningkat menjadi 70 ekor per tahun. Memasuki 2017 berhasil menjual 98 ekor sapi. Sedangkan di luar Idu Adha, pada tahun 2015 sebelum menjadi kluster hanya mampu menjual 3 ekor sapi. Setelah menjadi kluster sapi BI, kelompok ini bisa menjual hingga 20 ekor per tahun di luar Idul Adha. Bahkan tahun ini pihaknya bisa menjual 100 ekor siap jual.

“Itu karena dulu banyak peternak yang tidak mengerti. Kalau bukan lebaran tidak mau menjual. Karena menyimpan untuk lebaran. Tetapi setelah dibina, kalau ada yang mau beli yah kami jual, nanti cari sapi lagi”, tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)

Sumber: Kaltimpost, Edisi Selasa. 25 September 2018.

 

]]>
2018-09-27
208 Jaga Inflasi Lewat kluster Sapi http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/208/jaga-inflasi-lewat-kluster-sapi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/208/jaga-inflasi-lewat-kluster-sapi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Pemerintah dan Bank Indonesia terus berinovasi dalam menjaga inflasi di Kaltim. Salah satunya dengan menyediakan kebutuhan daging sapi yang masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.

Diketahui saat ini penyebab inflasi sering datang dari bahan makanan. Baik itu pertanian maupun peternakan. Pada Agustus lalu, inflasi di Bumi Etam tercatat 0,15 persen dan sangat terkendali. Awalnya program kluster sapi untuk mendukung peningkatan produktifitas cabai di Samarinda. Namun, karena pengembangan peternakan sapi, warga Mugirejo malah mendapat peningkatan keuntungan hingga ratusan persen. Sehingga dilanjutkan menjadi pengembangan sapi untuk pemenuhan dan daging sapi di Kaltim.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan, Klaster sapi Damar Wulan telah beroperasi sangat baik. Kluster ini ,berjalan sesuai fungsinya, yaitu membantu pencegahan inflasi yang lebih tinggi lewat program ini. “Kami dari pusat tentu sangat senang melihat ada kepedulian besar untuk mengendalikan inflasi daerah”, ungkapnya usai member bantuan kepada peternakan sapi di Mugirejo, Samarinda, Senin (24/9). “Meski Kaltim sudah memberikan angka inflasi yang terkendali, Kaltim terus melakukan antisipasi kenaikan harga berkelanjutan, salah satunya melalui kluster sapi”, terangnya.

Kepala Dinas Peternakan Kaltim, Dadang Sudarya mengatakan, kluster sapi Bank Indonesia sangat membantu mengembangkan sapi di Kaltim. Karena dengan adanya kluster sapi ini menggairahkan peternak lokal. Sehingga, para peternak bisa meningkatkan jumlah sapi yang dipelihara dan meningkatkan pendapatan para peternak.

“BI ikut membantu mengembangkan ekonomi rakyat lewat kluster sapi ini. Kami berharap, tidak hanya di Samarinda, tapi kluster sapi bisa ada di beberapa daerah lainnya”, ungkapnya. Pihaknya berharap, bisa lebih banyak kluster sapi. Karena saat ini populasi sapi di Kaltim ada 110.097 ekor. Produksi sapi di Kaltim ada 9.129 ton atau 57.791 ekor yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan lar RPH. Kebutuhan jumlah sapi potong baru disuplai dari sapi lokal sekitar 20 persen sisanya masih dipenuhi dari luar daerah.

“Bank Indonesia sangat membantu mengembangkan sapi untuk menekan inflasi dari kebutuhan ternak Kaltim”, tuturnya. Bahkan, tambahnya untuk di Samarinda populasi sapi ada 5.682 ekor. Produksi sapi di Samarinda ada 2.686 ton atau 17.009 ekor yang dipotong di RPH dan luar RPH. Kebutuhan sapi Samarinda baru terpenuhi 15 persen. “Masih membutuhkan banyak sapi untuk dikembangkan di Kaltim”, tutupnya.

Sumber: Kaltimpost. Edisi Selasa, 25 september 2018.

]]>
2018-09-27
207 Pengembangan Sapi Terus Didorong http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/207/pengembangan-sapi-terus-didorong.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/207/pengembangan-sapi-terus-didorong.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kaltim terus mendorong perusahaan tambang dan perkebunan di Bumi Etam untuk mau memanfaatkan lahan eks tambang dan perkebunan mereka sebagai tempat pengembangan sapi. Tentu supaya Kaltim bisa swasembada sapi. Diketahui, saat ini 70 persen kebutuhan daging sapi masih impor dari berbagai daerah di Tanah Air.

Kepala Disnakkeswan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan, perusahaan tambang PT Coalindo di Kabupaten Kutai Kartanegara bisa menjadi percontohan karena tertarik mengembangkan sapi sebanyak 130 ekor dan kambing 750 ekor di lahan eks tambangnya.

"Ada juga sinergi dua perusahaan di Kabupaten Berau, yakni PT  Berau Coal dan PT Sinar Mas Group yang ikut mengembangkan pembibitan sapi di lahan eks tambang dan lahan perkebunan mereka," kata Dadang, Selasa (11/9).

Dia mengatakan, terdapat perusahaan perkebunan kelapa sawit, yaitu PT Astra International Group di Kabupaten Penajam Paser Utara akan memulai integrasi sapi sawit. Astra Group dalam waktu dekat akan mendatangkan sapi impor 2.000 ekor dengan tahap awal diprogramkan pada kegiatan penggemukan sapi dan bertahap dijadikan sentra sapi pembibitan yang akan terus ditambah populasinya.

Dia menyampaikan, target program tersebut akan berlangsung pada Oktober-November tahun ini. Diharapkan, kata Dadang, kegiatan Astra Group ini menjadi pilot project bagi perusahaan-perusahaan sawit yang murni menggunakan anggaran perusahaan tanpa ada bantuan pemerintah.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menetapkan program pengembangan ternak di atas lahan bekas tambang secara nasional, dengan luasan 700 hektare untuk pilot project. Kaltim menjadi prioritas untuk program ini.

Kaltim menyatakan, bahwa daerah itu memperoleh prioritas untuk melaksanakan pilot project dengan luasan 680 hektare, sisanya untuk Bangka Belitung. Di Indonesia program pascatambang batu bara terbesar di Kaltim, sehingga menjadi pilot project pengembangan ternak pascatambang secara nasional.

Dadang menjelaskan, kegiatan peternakan pada lahan 680 hektare itu telah berjalan sejak 2015 dan dilanjutkan sampai sekarang dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan pascatambang batu bara lainnya.

Sebelumnya, Dinas Perkebunan telah meninjau ke beberapa kawasan sasaran, salah satunya kawasan bekas tambang PT Multi Harapan Utama yang akan dikembangkan seluas 1.200 hektare, namun pada 2017 diawali dengan luasan 108 hektare.

Selain itu, kawasan bekas tambang lainnya yang disasar adalah lahan bekas PT Kitadin seluas 800 hektare dan PT Jembayan Muarabara serta kawasan perusahaan Desa Petangis Paser dan Kutai Barat masing-masing seluas 100 hektare.

"Kami sangat berharap pihak perusahaan yang pascatambang bisa memberdayakan masyarakat sekitarnya untuk melakukan kegiatan peternakan, karena ini juga untuk mendukung percepatan pengembangan sapi," ujar Dadang.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, program ini sangat bagus. Pasalnya, bisa memacu kemajuan ekonomi daerah. Khususnya dari sektor peternakan, bisa berkontribusi bagi daerah.

“Selama ini, sektor peternakan kita kurang maju. Sejatinya, sektor turunannya pun cukup banyak. Contohnya saja beberapa daerah timur yang daerahnya maju akibat majunya dari sektor peternakan. Tinggal kita lihat keseriusannya bagaimana,” tuturnya. (aji/ndu/k15)

Sumber : Kaltimprokal.co

]]>
2018-09-13
206 Pantik Geliat Ternak Sapi http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/206/pantik-geliat-ternak-sapi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/206/pantik-geliat-ternak-sapi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Pengembangan integrasi sapi sawit garapan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim mulai dilirik perusahaan kelapa sawit di Bumi Etam. Salah satunya Grup Astra International. Rencananya, mereka mengembangkan penggemukan 2.000 ekor di Penajam Paser Utara (PPU). Hewan mamalia tersebut didatangkan dari Australia pada November mendatang.

Kepala Peternakan Dadang Sudarya menerangkan, pengembangan integritas sapi sawit telah lama dikembangkan pemerintah. Bahkan saat ini terdapat 33.073 ekor populasi sapi yang berada di kebun sawit. “Tapi sejauh ini, masih didominasi dari sisi pemerintah dan swadaya masyarakat,” ungkapnya, Jumat (31/8).

Dia berharap, perusahaan perkebunan dapat mengambil inisiatif untuk ikut andil dalam mengembangkan integritas sapi sawit tersebut. "Baru perkebunan di PPU yang berencana melakukan pengembangan. Saat ini sedang dalam proses pembangunan kandang dan sarana lainnya,” sambung Dadang.

Dengan adanya salah satu perusahaan yang mendukung program pemerintah tersebut, Dadang berharap perusahaan itu dapat menjadi pilot project alias perangsang untuk perusahaan lain untuk ambil andil dalam integrasi sapi sawit. “Paling tidak menjadi contoh untuk perusahaan perkebunan yang ada di Kaltim,” imbuhnya.

Diungkapkan, untuk melakukan pengembangan integritas sapi sawit, perusahaan sebenarnya bisa membuat cabang atau anak perusahaan untuk menangani peternakan. Sehingga ada pekerja khusus yang menangani ternak di kebun sawit tersebut. “Seperti Astra Group, yang mana peternakan dan perkebunan masih satu induk,” tuturnya.

Selain integritas sapi sawit, Dinas Peternakan Kaltim juga mengembangkan program sapi di lahan eks tambang. Sejauh ini, sudah ada dua perusahaan tambang di Benua Etam yang telah mengembangkan projek tersebut. Yakni PT Equalindo di Tenggarong dan PT Berau Coal di Berau. “Mudah-mudahan ke depan semakin banyak perusahaan sawit maupun tambang yang melakukan pengembangan sapi di Kaltim,” pungkasnya. (*/asp/ndu/k15)

Sumber: Kaltimprokal.co

]]>
2018-09-13
205 NTP Subsektor Peternakan Stabil Naik http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/205/ntp-subsektor-peternakan-stabil-naik.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/205/ntp-subsektor-peternakan-stabil-naik.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Pada bulan Agustus 2018, NTPT sedikit mengalami peningkatan sebesar 0,05 persen. Hal ini disebabkan walaupun Indeks Harga yang Diterima Petani cenderung stabil tetapi indeks Harga yang Dibayar Petani menurun sebesar 0,05 persen.

Jika dilihat berdasarkan kelompok It-nya, kelompok ternak besar dan kelompok ternak kecil mengalami peningkatan It yang cukup besar dengan persentase masing-masing 2,33 persen dan 2,73 persen. Kelompok hasil ternak cenderung relatif stabil, sedangkan kelompok unggas justru menurun sebesar 1,04 persen.

Sama seperti subsektor sebelumnya, penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya dipengaruhi oleh penurunan pada indeks kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,13 persen sedangkan indeks kelompok BPPBM meningkat sebesar 0,10 persen.

Secara keseluruhan, NTP Provinsi Kalimantan Timur Agustus 2018 sebesar 96,15 atau naik 0,19 persen dibanding NTP pada bulan Juli yang tercatat sebesar 95,98. Peningkatan NTP disebabkan oleh peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) serta menurunnya Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).

NTP per subsektor Provinsi Kalimantan Timur Agustus 2018, yaitu Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 92,81; Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 93,83; Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 88,66; Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 110,37 dan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTPN) sebesar 103,77.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 10 kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur dengan tahun dasar 2012, NTP Provinsi Kalimantan Timur pada bulan Agustus 2018 sebesar 96,15 yang berarti petani mengalami mengalami defisit/penurunan daya beli karena penerimaan hasil produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangganya. NTP Agustus 2018 mulai mengalami sedikit peningkatan dibanding bulan sebelumnya.

Pada bulan Agustus 2018 terjadi sedikit peningkatan NTUP sebesar 0,01 persen. Peningkatan NTUP tersebut sejalan dengan peningkatan NTP-nya. Tetapi jika dilihat per subsektor, hanya ada 2 subsektor yang mengalami peningkatan NTUP yaitu subsektor perkebunan rakyat dan perikanan dengan persentase masing-masing sebesar 0,72 persen dan 0,13 persen. Di sisi lain, walaupun NTP subsektor tanaman pangan dan peternakan mengalami peningkatan, NTUP-nya mengalami sedikit penurunan di bulan Agustus. Sedangkan subsektor hortikultura mengalami penurunan baik pada NTP maupun NTUP.

Sumber: BPS Kaltim

]]>
2018-09-04
204 Pemprov Bantu Poktan 130 Ekor Sapi http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/204/pemprov-bantu-poktan-130-ekor-sapi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/204/pemprov-bantu-poktan-130-ekor-sapi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Tahun ini melalui APBD Kaltim telah mengalokasikan bantuan sapi sebanyak 130 ekor senilai Rp 2 Milyar kepada Kelompok Tani peternak. Bantuan sapi tersebut diberikan Dinas Peternakan dan Keswan Kaltim kepada delapan kelompok dari dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kutai Timur (108 ekor) sebanyak enam kelompok dan Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 2 kelompok (22 ekor).

Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Kaltim H. Dadang Sudarya mengungkapkan bantuan 130 ekor sapi bagi kelompok tani masuk dalam program peningkatan populasi ternak melalui pengembangan budidaya sapi bibit. “Sapi-sapi bantuan pemprov untuk kelompok tani dari dua kabupaten guna budidaya sapi bibit”, katanya di Balai Pertanian Kelas 1 Balikpapan, Rabu (29/8).

Sapi bantuan diberikan kepada K.T. Daya Manunggal 5 ekor dan K.T.  Wong Pinggiran Desa Daya Manunggal Kecamatan Sebulu 17 ekor. Untuk Kabupaten Kutai Timur Harapan Jaya Sepaso Barat Bengalon, KT Baru Mekar Kelanjau Ulu Muara Ancalong, KT Bukit Raya Kaliorang dan KT Karya berkembang Kendalo Teluk Pandan masing-masing 19 ekor. Sementara, KT Gabah Prima dan KT Alam Sari Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan masing-masing diberi 16 ekor sapi (14 betina dan 2 jantan).

Didampingi kabid Perbibitan dan Budidaya I Gusti Made Jaya Adhi, Dadang menjelaskan bantuan sapi bagi poktan merupakan bagian upaya mewujudkan program 2 juta ekor sapi yang telah dicanangkan oleh Gubernur Awang Faroek Ishak.

“bantuan ini program Gubernur Awang Faroek untuk meningkatkan taraf hidup dan melalui pengembangan ternak sapi bibit bagi kelompok tani di Kaltim”, ujarnya. Sapi-sapi bantuan pemprov didatangkan Dinas Peternakan dan Keswan dari Sulawesi Selatan melalui rekanan PT. Bukit Indah yang memenangkan lelang. (yans/sul/ri/advertorial)

Sumber: Tribun Kaltim, edisi Senin, 3 September 2018. (Hal. 12)

]]>
2018-09-03
203 IB Penajam Paser Utara Capai 100% http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/203/ib-penajam-paser-utara-capai-100-.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/203/ib-penajam-paser-utara-capai-100-.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Penajam (Antaranews Kaltim) - Program percepatan kebuntingan sapi betina melalui IB atau inseminasi buatan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, telah terealisasi 100 persen pada Juli 2018, sehingga diyakini lima bulan ke depan dapat melampaui target yang diberikan pemerintah pusat.

"Kabupaten Penajam Paser Utara mendapat jatah 1.200 ekor betina indukan yang harus dilakukan IB," ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Arief Murdiyatno ketika ditemui Antara di Penajam, Senin.

Ia menjelaskan program sapi bunting tersebut merupakan bagian dari target nasional melalui Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab), sehingga Kabupaten Penajam Paser Utara yang juga ingin swasembada daging turut mendukung program tersebut.

Sepanjang 2018 lanjut Arief Murdiyatno, instansinya telah menuntaskan inseminasi buatan atau kawin suntik terhadap 1.200 ekor sapi betina produktif yang ditargetkan oleh pemerintah pusat.

"Kami masih terus bergerak kendati sudah tuntaskan target iseminasi buatan 100 persen, tinggal melakukan pemeriksaan kebuntingan dan kelahiran," jelasnya.

Dari 1.200 sapi betina produktif dilakukan inseminasi buatan menurut Arief Murdiyatno, ditargetkan sekisar 896 ekor sapi mengalami kebuntingan.

"Kebuntingan sapi selama sembilan bulan, jadi ditargetkan pada 2019 sedikitnya 790 ekor sapi yang melahirkan melalui program Upsus Siwab itu," katanya.

Pemenuhan target tersebut tambah Arief Murdiyatno, merupakan salah satu upaya untuk dapat membantu merealisasikan tercapainya populasi sebanyak dua juta ekor sapi di Kalimantan Timur PAD 2018.

Sedangkan inseminasi buatan pada 2017, Kabupaten Penajam Paser Utara tidak mampu memenuhi target yang diberikan pemerintah pusat sebab dari 2.419 hanya mampu melakukan kawin suntik sekisar 2.240 ekor sapi betina produktif.

Arief Murdiyatno menyatakan, program Upsus Siwab tersebut berhasil dikembangkan kelompok ternak, maka tidak perlu lagi mendatangkan sapi dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur untuk memenuhi kebutuhan daging.

Upsus Siwab juga merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mengejar swasembada sapi yang ditergetkan terealisasi pada 2026 untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal ternak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.(*)

Sumber : kaltim.antaranews.com

Pewarta : Bagus Purwa
Editor: Rahmad

]]>
2018-08-28
202 Kebutuhan Sapi Kurban di Kaltim Dipasok dari Beberapa Daerah http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/202/kebutuhan-sapi-kurban-di-kaltim-dipasok-dari-beberapa-daerah.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/202/kebutuhan-sapi-kurban-di-kaltim-dipasok-dari-beberapa-daerah.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/

SAMARINDA - Sekitar 72,56 persen sapi yang didatangkan di musim Hari Raya Kurban, ke Kaltim berasal dari luar daerah. Berdasarkan data Dinas Peternakan Kaltim, total sapi yang disiapkan di musim Lebaran Haji kali ini sebanyak 11.900 ekor.




Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Peternakan Kaltim, Dadang Sudarya, Jumat (10/8/2018). Kebutuhan sapi di Kaltim dipasok dari beberapa daerah. Yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan (Sulsel), Palu, dan Jawa Timur (Jatim).

“Jumlah sapi sebanyak itu untuk kepentingan semua warga, baik khusus untuk sapi kurban maupun sapi yang dipotong di rumah pemotongan hewan di masing-masing wilayah,” kata Dadang. Sementara, 27,44 persen kebutuhan sapi provinsi ini, sanggup dipenuhi oleh peternak lokal.

Tingginya pasokan sapi dari luar daerah ini, kata Dadang, menandakan prospek peternakan di Kaltim sangat besar.

“Mengingat masih tingginya sapi yang didatangkan dari luara daerah, maka saya imbau peternak Kaltim terus mengembangkan usahanya. Bagi investor atau warga Kaltim juga dipersilakan beternak sapi karena peluangnya sangat besar untuk memenuhi kebutuhan daging,” kata Dadang.

Dinas Peternakan memerkirakan kebutuhan sapi di Kaltim, selama Idul Adha mencapai 11.600 ekor. Artinya ada surplus 300 ekor sapi.

Meski lebih, namun sapi tersebut tidak akan dikembalikan ke tempat di mana dibeli, karena kelebihannya masih bisa dimanfaatkan untuk konsumsi masyarakat setelah Idul Adha.

Dadang juga menuturkan, semua sapi dan daging sapi yang masuk ke Kaltim, sebelumnya dilakukan cek kesehatannya oleh tim di Bidang Kesehatan, termasuk oleh UPTD Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet).

Sedangkan khusus bagi sapi kurban atau hewan kurban lain, pihaknya telah membentuk tim untuk memeriksa kelayakan hewan kurban, yakni Tim Pengawasan, Pemeriksaan Kesehatan Ternak dan Daging Kurban.

"Tim ini bertugas sejak 6 Agustus hingga tiga hari setelah Idul Adha. Tugas mereka antara lain memastikan hewan kurban cukup umur, sehat atau tidak mengidap penyakit, dan tidak cacat. Semua syarat tersebut mengacu pada Syariat Islam,” katanya.

Dadang juga menjelaskan, pihak yang memiliki kewenangan dalam memastikan kesehatan dan keabsahan hewan kurban adalah tim yang berada di kabupaten/kota masing-masing. Sedangkan Dinas Peternakan Provinsi Kaltim dalam tim ini sebatas fasilitasi dan fungsi koordinasi. (*)

sumber: kaltim.tribunnews.com

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini



]]>
2018-08-28
201 Masyarakat Disarankan Beli Sapi di Pasar Ternak http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/201/masyarakat-disarankan-beli-sapi-di-pasar-ternak.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/201/masyarakat-disarankan-beli-sapi-di-pasar-ternak.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ TANA PASER - Di Kabupaten Paser terdapat Pasar Ternak yang berjarak 18 kilometer dari Kota Tana Paser. Pasar Ternak satu-satunya milik Pemerintah Kabupaten Paser yang dibangun pada 2015. Namun, setahun terakhir memang seperti mati suri. Penyebabnya, peternak yang menjual sapi di pasar tersebut sulit mencari sapi induk maupun anakannya.

Namun menjelang Iduladha tahun ini, hingga 21 Agustus Pasar Ternak di Desa Keresik Bura, Kecamatan Paser Belengkong atau tidak jauh dari Puskesmas Desa Suatang Baru ini akan melayani penjualan ternak khususnya untuk kurban. Meski hanya sapi, kualitas kesehatannya dipastikan lebih terjamin karena  bekerja sama dengan Dinas Pertanian Bidang Peternakan Paser. Harga pun lebih murah ketimbang membeli pada penjual hewan kurban yang mangkal di perkotaan.

“Memang sudah lama pasar ini tidak lagi buka karena para peternak di sini kesulitan mencari bibit dan lainnya. Namun setelah Iduladha ini akan kami jadwalkan rutin dua kali dalam sebulan di tiap hari Minggu pagi hingga sore. Yakni pada pada Minggu pertama dan ketiga,” jelas Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Paser, Siti Fatimah, Kamis (16/8).

Pasar Ternak yang didirikan di atas lahan 1 hektare itu, secara perlahan akan diberdayakan kembali statusnya agar lebih ramai pengunjung dan peternak yang menjual di lokasi tersebut. Siti menyarankan masyarakat yang ingin membeli sapi sebaiknya melalui Pasar Ternak, karena status kesehatan sapi dijamin oleh dinas. Terlebih kini populasi sapi milik peternak setempat cukup banyak, sehingga konsumen bisa lebih banyak variatif pilihan membeli.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tunas Muda Desa Kersik Bura, Suraji mengataka, saat ini jumlah sapi milik peternak mencapai 300 ekor lebih. Sedangkan jumlah peternak mencapai enam kelompok, yang tiap kelompoknya beranggota antara 10–20 orang. Dia berharap konsumen bisa membeli ke Pasar Ternak, mengingat lokasinya tidak terlalu dekat dari ibu kota maupun Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Desa Jone, Tanah Grogot.

“Kami mengharapkan fasilitas di sini bisa ditambah lagi agar lebih baik tampilan dan aksesnya, termasuk listrik. Padahal lahannya cukup luas. Harga sapi saat ini khusus jantan sekitar Rp 13–16 juta bergantung berat,” sebutnya.

Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan terus mengawasi keberadaan sapi betina produktif agar tidak dipotong, karena berdasarkan arahan dari Kementerian Pertanian hal itu dilarang demi menjaga populasi spesies herbivora (pemakan tumbuhan). Pasalnya selama ini banyak petani/peternak di saat kebutuhan ekonomi mendesak sering menjual sapi betina.

Dia menyebutkan, daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH)) ialah hewan yang disembelih melalui RPH, lantaran terintegrasi dengan Bidang Peternakan Paser dalam proses pemotongannya. (/jib/san/k16)

sumber: kaltim.prokal.co

]]>
2018-08-28