feed http://peternakan.kaltimprov.go.id/ http://peternakan.kaltimprov.go.id/ Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur id-ID nizar@numesa.co.id Copyright 2018 http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/logo.png W3Schools.com http://peternakan.kaltimprov.go.id/ 199 PANEN PERDANA LEGUME “Indigofera Zollingeriana” di LAHAN EKS TAMBANG PT. JEMBAYAN MUARA BARA KAB. KUTAI KARTANEGARA http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/199/panen-perdana-legume-“indigofera-zollingeriana”-di-lahan-eks-tambang-pt.-jembayan-muara-bara-kab.-kutai-kartanegara.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/199/panen-perdana-legume-“indigofera-zollingeriana”-di-lahan-eks-tambang-pt.-jembayan-muara-bara-kab.-kutai-kartanegara.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Kutai Kartanegara. Panen perdana legume Indogofera zollingeriana dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2018 di lahan eks tambang PT. Jembayan Muara Bara Kabupaten Kutai Kartanegara, yang dihadiri oleh tim Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara, Dinas Perindustrian dan Koperasi Kabupaten Kutai Kartanegara, dan tim manajemen PT. Jembayan Muara Bara Group serta kelompok Jadi Makmur Bersama.

Sambutan pertama oleh Bpk. Adi yang mewakili manajemen PT. Jembayan Muara Bara Group. Beliau mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu untuk mengembangkan peternakan untuk menambah mata pencaharian masyarakat sehingga bernilai positif. Diinformasikan total penanaman Hijauan Pakan Ternak seluas 23 Ha yang terdiri dari legume Indigofera (9 Ha), kaliandra merah, turi, gamal dan Lamtoro (14 Ha). Selain legume juga telah dilakukan penanaman rumput gajah dengan target 5 Ha namun baru terealisasi 1 Ha karena kendala memasuki musim kemarau. Diarea lain juga sudah ditanam indigofera 3 Ha, sehingga total untuk indigofera seluas 12 Ha. Awalnya penanaman indigofera tahun 2016 dikembangkan oleh kelompok tani Jadi Makmur Bersama yang hanya beberapa pohon sekitar 12 pohon, yang kemudian dikembangkan dengan menyemai benih HPT hingga sekarang sudah menanam lebih dari 6000 pohon. Bpk  Adi juga menyampaikan bahwa adanya Integrated Farming System di area reklamasi tambang seluas 360 Ha alokasi untuk peternakan ( pengembangan ternak sapi, kambing dan kebun HPT), pertanian ( sawah, juga reseach cabe, kedelai dan tomat), tanaman doyo, misalkan berhasil akan di share ke 5-6 desa binaan dan harapannya selalu berkoordinasi dengan dinas terkait sehingga pengembangan pertanian dan peternakan dapat berjalan baik dengan adanya dukungan dari pemerintah.

Sambutan selanjutnya dari Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara,yang mengapresiasi dan memberi dukungan kegiatan penanaman indigofera sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pakan ternak, yang kedepannya siap berkoordinasi demi kemajuan peternakan.  Untuk tanaman indogofera ini sebaiknya jika diberikan pada ternak tidak 100 % tetapi perlu dibarengi dengan jenis bahan pakan lainnya, juga dilayukan terlebih dahulu. Kalimantan Timur berpeluang untuk mengembangkan sentra peternakan, karena selama ini kita banyak mendatangkan ternak dari luar Kaltim dan juga daging beku. Harapannya melalu kegiatan pengembangan peternakan di lahan eks tambang PT. Jembayan Muara Bara dapat mensuplai kebutuhan daging di Kalimantan Timur.

Selanjutnya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kalimantan Timur yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan Kawasan dan Usaha Peternakan (Ir. Yakob Pangedongan,M.Si) dalam sambutannya juga mengapresiasi kegiatan pengembangan tanaman indigofera. Khususnya tanaman indigofera disarankan untuk tidak dipotong semua, sehingga ada sebagian untuk pembibitan untuk kedepannya bisa mensuplai kebutuhan benih/bibit  indigofera untuk kelompok/daerah lain yang membutuhkan benih indogofera karena selamanya ini bibit/benih indigofera didatangkan dari luar Kalimantan Timur. Manajemen pemotongan indigofera perlu diperhatikan, pemangkasan awal perlu dilakukan untuk menghasilkan bagian cabang dan dedauanan yang baik. Pemotongan yang tepat akan merangsang pertumbuhan cabang yang banyak dan kuat. Diakhir kata mengucapkan terima kasih karena pengembangan indigofera dilahan eks tambang di PT. Jembayan Muara Bara mejadi pelopor untuk sentra pembibitan indigofera untuk kedepannya sehingga upaya penyediaan pakan dari jenis legume ini terpenuhi sepanjang musim.

Acara  selanjutnya yaitu secara simbolis dilakukan pemanenan legume indogofera oleh pihak manajemen PT. JMB Group, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov.Kaltim yang diwakili oleh Kabid Pengembangan Kawasan dan Usaha Peternakan, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi Kabupaten Kutai Kartanegara.

Oleh: Dewi Eka N.A, S.Pt (Pengawas Mutu Pakan Muda, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov.Kaltim)

]]>
2018-08-15
197 NTP Peternakan Terus Mengalami Kenaikan http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/197/ntp-peternakan-terus-mengalami-kenaikan.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/197/ntp-peternakan-terus-mengalami-kenaikan.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Pada bulan Juli 2018, NTPT (peternakan) kembali naik sebesar 0,66 persen dari NTPT Juni 2018. Peningkatan disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) meningkat sebesar 1,43 persen dan indeks harga yang dibayar oleh petani (Ib) hanya mengalami peningkatan sebesar 0,77 persen. Peningkatan It disumbang oleh semua komponen penyusunnya, dimulai dari peningkatan paling besar yaitu hasil ternak, ternak besar, ternak kecil dan unggas. NTP subsektor peternakan merupakan NTP tertinggi di antara subsektor pertanian lainnya.

Peningkatan indeks harga yang dibayar petani (Ib) dipengaruhi oleh peningkatan pada indeks kelompok konsumsi rumahtangga maupun kelompok dengan persentase peningkatan masing-masing sebesar 1,16 persen dan 0,02 persen.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan pada 10 kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur (termasuk Prov. Kalimantan Utara) dengan tahun dasar 2012, NTP Provinsi Kalimantan Timur pada bulan Juli 2018 sebesar 95,98 yang berarti petani mengalami mengalami defisit/penurunan daya beli karena penerimaan hasil produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangganya. NTP kembali menurun di bulan Juli setelah pada bulan sebelumnya mengalami peningkatan (bulan Mei ke Juni). NTP Juli 2018 menjadi NTP yang paling rendah jika dilihat dalam kurun waktu setahun terakhir. 

NTP pada bulan Juli 2018 turun 0,96 persen dibandingkan NTP bulan Juni 2018, yaitu dari 96,91 menjadi 95,98. Hal ini disebabkan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami penurunan sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) terus mengalami peningkatan. Penurunan It pada bulan Juli 2018 sebesar 0,05 persen, sedangkan peningkatan Ib sebesar 0,92 persen. Pada bulan Juli 2018, hanya ada 2 subsektor pertanian yang mengalami peningkatan NTP, yaitu subsektor peternakan dan subsektor perikanan. NTPT (peternakan) mengalami peningkatan sebesar 0,66 persen dan NTPN (perikanan) mengalami peningkatan sebesar 0,05 persen. Sedangkan, NTPP (tanaman pangan) mengalami penurunan sebesar 1,12 persen, NTPH (holtikultura) menurun sebesar 0,37 persen, dan NTPR (perkebunan) menurun sebesar 2,98 persen.

Pada bulan Juli 2018 terjadi penurunan NTUP sebesar 0,19 persen. Penurunan NTUP hanya terjadi di 2 subsektor, yaitu tanaman pangan dan tanaman perkebunan rakyat dengan nilai penurunan masing-masing sebesar 0,47 persen dan 2,12 persen. Sedangkan, NTUP subsektor hortikultura tetap mengalami peningkatan walaupun NTP nya menurun. Persentase penurunan NTUP terbesar di bulan Juli 2018 terdapat pada subsektor perkebunan rakyat. Penurunan NTUP subsektor perkebunan rakyat yang cukup besar tersebut membuat NTUP nya turun berada di bawah nilai 100. Dengan demikian, walaupun tanpa memperhitungkan harga yang digunakan untuk memenuhi konsumsi rumahtangga, petani subsektor perkebunan rakyat tetap mengalami defisit karena penerimaan hasil produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan harga untuk proses produksi pertanian di bulan Juli.

Sumber: BPS Prov. Kalimantan Timur

]]>
2018-08-02
196 Pelarangan AGP Mengakibatkan Harga Daging Ayam Tinggi http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/196/pelarangan-agp-mengakibatkan-harga-daging-ayam-tinggi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/196/pelarangan-agp-mengakibatkan-harga-daging-ayam-tinggi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Menurut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kalimantan Timur Fuad Assadin mengatakan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 58 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian Di Petani Dan Harga Acuan Penjualan Di Konsumen harusnya harga daging ayam dijual pada harga Rp 32.000 per kilogram. Hal ini disampaikan terkait tingginya harga daging ayam di Kaltim yang mencapai harga Rp 43.000 per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kalimantan Timur Fuad Assadin mengatakan, kenaikan harga tersebut tak hanya terjadi di Kaltim. Tetapi hampir di setiap daerah. Penyebab utamanya tentu dari hulu usaha peternakan ayam. Yaitu kebijakan pelarangan penggunaan Antibiotic Growth Promotor (AGP) dalam komposisi pakan ternak oleh pemerintah.

Imbasnya, tingkat pertumbuhan ayam ayam mengalami gangguan sehingga membuat ayam ras ketika memasuki masa panen bobotnya berkurang. Jadi, diperlukan waktu tambahan agar bobotnya normal, dari 30 hari saat menggunakan AGP menjadi sekitar 45 hari.

Pastinya pakan ayam juga bertambah, sehingga harga pokok produksi juga meningkat. “Jadi dari hulunya atau produsen memang sudah menjual mahal”, ungkap Fuad, saat menggelar rapat bersama stakeholder terkait di kantornya di Jalan Basuki Rahmat, Samarinda (kamis, 26/7). Faktor lain juga banyak mempengaruhi, seperti pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Berdasar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di angka Rp 14.443, bahkan sempat menyentuh Rp 14.500.

Diketahui 60% bahan baku pakan ternak masih impor. Jika dollar naik, pasti biaya impor juga naik. Belum lagi adanya kebijakan, pembatasan Grand Parent Stock (GPS) atau indukan ayam petelur dana yam potong sehingga stok day old chick (DOC) atau istilah untuk anak ayam yang berumur satu hari juga berkurang. Ini juga membuat harganya ikut naik.

Apalagi masih diperlukannya waktu agar ayam menjadi final stock atau siap jual. Menurutnya, diperkirakan September nanti stok DOC baru aman untuk melayani permintaan di momen Natal dan Tahun Baru. Ditambahkan Fuad, meski mengalami kenaikan, stok ayam ras di Kaltim masih di level aman, sehingga pedagang tidak perlu panik, apalagi takut akan terjadi kelangkaan jelang Idul Adha nanti.

Sumber: Kaltim Post edisi, Jum’at 27 Juli 2018.

]]>
2018-07-27
195 Kenaikan Harga Daging Ayam, Masalah Terjadi di Hulu dan Hilir http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/195/kenaikan-harga-daging-ayam-masalah-terjadi-di-hulu-dan-hilir.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/195/kenaikan-harga-daging-ayam-masalah-terjadi-di-hulu-dan-hilir.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Terkait tingginya harga daging ayam hingga menyentuh angka Rp 43.000 per kilogram Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia) Wilayah Kalimantan Timur Zamroni Yusro menuturkan, dari hulu biaya yang dikeluarkan sudah besar. Sehingga harga ayam harus naik.

“Dari produsen sekitar Rp 45.000 – Rp 50.000 per ekor, kemuadian menjadi Rp 70.000-Rp 80.000 per ekor di level pedagang. Bearti ada masalah juga di hilirnya, yaitu masih panjangnya rantai distribusinya”, ungkap Zamroni. Dia menambahkan, Pinsar bertugas mengakomodasi harga hanya sampai di pedagang besar. Sehingga pengawasan harga di level pedagang menengah hingga pengecer kecil tidak menjadi kewenangannya.

Jika terjadi kenaikan harga yang tinggi, pihaknya hanya membuat imbauan dan tidak bisa memberikan sanksi, sebab bukan tugas Pinsar. Tingginya harga DOC, Zamroni menuturkan hal tersebut tidak menjadi masalah bagi pihak pihaknya apabila kualitas DOC-nya baik. “Yang menjadi masalah itu, ketika harga naik tetapi kualitas DOC jelek. Karena akan mempengaruhi harga pokok produksi”, tuturnya.

Sumber: Kaltim Post edisi, Jum’at 27 Juli 2018.

]]>
2018-07-27
194 Disnak Kaltim Impor 100 Ton Ayam Beku dari Jawa Timur http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/194/disnak-kaltim-impor-100-ton-ayam-beku-dari-jawa-timur.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/194/disnak-kaltim-impor-100-ton-ayam-beku-dari-jawa-timur.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Tingginya harga daging dan telur ayam ras di pasar tradisional di kaltim terus dikeluhkan masyarakat. Harga daging ayam saat ini sudah menyentuh angka Rp 43.000 per kilogram. Padahal jika sesuai harga acuan seharusnya dijual Rp 32.000 per kilogram sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 58 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan, pihaknya juga telah merespon cepat terkait kenaikan harga ayam ras tersebut. Bahkan dirinya minggu lalu telah menandatangani rekomendasi pemasukan daging ayam beku ke Kaltim. “Kami antisipasi agar harga tidak melonjak, dengan mendatangkan 100 ton ayam beku dari Jawa Timur. Serta mendatangkan 30 ribu DOC ayam buras atau kampung, yang akan dipelihara dan dan agar siap panen saat Idul Adha bersama ayam ras”, terang Dadang.

Dadang menilai, perlu ada penetapan harga acuan untuk DOC di tingkat peternakan ayam. Sehingga harga DOC tidak menjadi “liar”, karena tidak adanya harga acuan. “Tidak hanya kebijakan saat menjual final stock, tetapi harga saat produksinya juga harus diatur”, tambahnya.

Sumber: Kaltim Post edisi, Jum’at 27 Juli 2018.

]]>
2018-07-27
193 Di Indolivestock Expo & Forum 2018, Kementan Geber Ekspor Sub Sektor Peternakan Indonesia http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/193/di-indolivestock-expo--forum-2018-kementan-geber-ekspor-sub-sektor-peternakan-indonesia.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/193/di-indolivestock-expo--forum-2018-kementan-geber-ekspor-sub-sektor-peternakan-indonesia.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Jakarta (04/07/2018), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang diwakili oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita menyerukan kepada seluruh pelaku usaha untuk terus menggeber ekspor komoditas peternakan dan kesehatan hewan. Hal tersebut disampaikannya pada saat pembukaan acara Indolivestock Expo & Forum 2018 hari ini 4 Juli 2018 di JCC Senayan Jakarta. Pada Kesempatan tersebut, I Ketut Diarmita menyampaikan, secara umum Indonesia sudah menuju swasembada protein hewani, bahkan telah mampu ekspor.

Setelah ekspor komoditas peternakan seperti: obat hewan, daging sapi premium wagyu beef, pakan ternak, telur tetas, DOC daging ayam olahan, dan pada beberapa hari yang lalu kita ekspor perdana ternak domba potong ke Malaysia, dan dalam waktu dekat kita juga akan ekspor unggas lokal ke Malaysia. "Keberhasilan pembangunan peternakan saat ini patut kita banggakan," ucapnya.

Capaian kinerja ini menurutnya adalah hasil dari kerjasama yang erat antara pelaku usaha peternakan, peternak dan instansi Pemerintah terkait. Lebih lanjut I Ketut menyampaikan bahwa di era globalisasi ini, ekonomi dunia akan menjadi lebih terbuka dan Indonesia akan lebih terintegrasi di pasar dunia, dengan hasil yang lebih cepat dalam bidang distribusi produk, jasa dan modal. "Indonesia bertekat untuk menjadi bagian dari dunia dalam pemenuhan pangan asal hewan, sehingga Pemerintah terus berupaya untuk mendorong ekspor," ungkapnya. Kebijakan Kementan untuk mewujudkan Indonesia pada Tahun 2045 menjadi Lumbung Pangan di Dunia sedikit demi sedikit telah dapat dibuktikan. Capaian ekspor sub sektor peternakan di Indonesia cukup fantastis.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pencapaian nilai ekspor komoditas sub sektor peternakan tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 14,85% dibandingkan tahun 2016. Nilai ekspor 623,9 juta US$ atau setara dengan 8,5 triliyun rupiah yang telah diraih pada tahun 2017 diharapkan mampu bertambah secara signifikan baik dari nilai maupun volume ekspor. Pada tahun 2017 kontribusi volume ekspor sub sektor peternakan terbesar pada kelompok hasil ternak sebesar 64,07%, dengan negara tujuan ekspor terbanyak adalah Hongkong (23,10%) dan China (21,96%).

Saat ini produk peternakan Indonesia sudah mampu menembus lebih dari 110 negara. I Ketut menyampaikan, peluang perluasan pasar untuk komoditas peternakan di pasar global masih sangat terbuka luas. Menurutnya, adanya permintaan dari negara di daerah Timur Tengah dan negara lain di kawasan Asia sangat berpotensi untuk dilakukan penjajakan. "Keunggulan halal dari kita juga dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk ekspor produk peternakan ke wilayah tersebut dan negara muslim lainnya," ucapnya.

I Ketut juga mengungkapkan bahwa pada saat ini masalah kesehatan hewan dan keamanan produk hewan menjadi isu penting dalam perdagangan internasional dan seringkali menjadi hambatan dalam menembus pasar global. "Untuk memanfaatkan peluang ekspor, perlu adanya dukungan dari seluruh stakeholder terkait, terutama dalam penerapan standar-standar internasional mulai dari hulu ke hilir untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing," ujarnya. Status kesehatan hewan menurutnya menjadi kunci utama untuk membuka peluang ekspor ke negara lain.

"Kami melalui berbagai kesempatan internasional maupun regional, Indonesia secara konsisten memberikan informasi terkait jaminan kesehatan hewan dan keamanan pangan untuk produk yang akan di ekspor guna menembus dan memperlancar hambatan/barier lalulintas perdagangan," tandasnya. "Saya berharap para pelaku industri peternakan dapat bermitra dengan peternak, seperti yang telah dilakukan oleh salah satu badan usaha di Jawa Timur yang telah berpartisipasi dalam upaya peningkatan ekspor domba dengan cara/sistem kemitraan yang saling bersinergi bersama para peternak, hal ini tentunya dapat menjadi contoh pelaku usaha lainnya," kata I Ketut Diarmita dihadapan semua pelaku usaha yang hadir pada acara tersebut.

Menurutnya, ekspor yang dilakukan oleh gabungan kelompok peternak di Jawa Timur kemarin membuktikan bahwa jika peternak saling berkorporasi akan lebih mudah untuk membuka akses pasar global, sehingga dengan terbukanya pasar juga akan membuat peternak lebih bersemangat untuk beternak dan meningkatkan kuantitas maupun kualitas ternak potong siap ekspor dan bersaing dengan negara lain. Pada pemeran Indolivestock kali ini, ditampilkan juga paviliun UMKM Unit Pengolahan Hasil Peternakan binaan Kementan yang siap ekspor dan Paviliun ekspor komoditas peternakan dan kesehatan hewan. Contact Person: Ir. Fini Murfiani, MSi (Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian).

Sumber: http://ditjennak.pertanian.go.id/di-indolivestock-expo-forum-2018-kementan-geber-ekspor-sub-sektor-peternakan-indonesia

]]>
2018-07-11
192 Target Kelahiran Sapi 200 Ekor http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/192/target-kelahiran-sapi-200-ekor.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/192/target-kelahiran-sapi-200-ekor.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Sangatta. Populasi sapi di Kabupaten Kutai Tmur terus bertambah. Hal ini agar target swasembada daging bisa terealisasi. Strategi percepatan swasembada daging sapi, mengarah kepada struktur hulu yaitu kea rah pembibitan dan pengembang biakkan. Karena selama inimasih terfokus kea rah hilir, seperti bisnis penggemukan dan impor daging.

Kepala Dinas Pertanian Sugiono melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Mardi Suaibman mengatakan saat ini program hulu dengan penambahan jumlah populasi sapi yang sedang diperkuat di Kutim. Seperti di Kecamatan Kaliorang, Sangkulirang, Sandaran, Kaubun, Muara Wahau hingga Rantau Pulung. Semua kecamatan itu merupakan sentra pembiakkan sapi.

Selain itu, ada pula program Upsus Siwab yang saat ini sudah berjalan hingga 50 persen. “Upsus Siwab menggunakan metode inseminasi. Saat ini sudah 30 ekor kami inseminasi. Bahkan dari target 200 kelahiran tahun ini, kita sudah ada 80 kelahiran”, ujr Mardi.

Swasembada daging atau protein, menurut Mardi tidak hanya difokuskan pada sapi saja. Tapi dari sumber ternak lain. Seperti kambing, domba, kelinci dan ikan juga terus ditingkatkan. “sampai saat ini, untuk produk daging ayam potong masih diambil dari Samarinda. Ke depan kita juga akan memenuhi kebutuhan sendiri. Meski demikian, untuk telur, kita sudah memenuhi 50 persen permintaan pasar”, ujar Mardi. (sar)

Sumber: Tribun Kaltim, edisi Senin 9 Juli 2018 Hal. 14.

]]>
2018-07-11
191 NTP Peternakan Naik 0,71 Persen di Bulan Juni http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/191/ntp-peternakan-naik-0-71-persen-di-bulan-juni.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/191/ntp-peternakan-naik-0-71-persen-di-bulan-juni.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Pada bulan Juni 2018, NTPT kembali naik sebesar 0,71 persen. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani mengalami peningkatan sebesar 0,81 persen sedangkan indeks yang dibayar oleh petani hanya meningkat sebesar 0,10 persen. Peningkatan NTP tersebut lebih kecil bila dibandingkan dengan peningkatan di bulan Mei 2018 (terhadap April 2018).

Peningkatan It pada bulan Juni 2018 disebabkan oleh naiknya indeks pada semua kelompok yaitu kelompok di subsektor peternakan. Kelompok ternak besar meningkat sebesar 0,68 persen, kelompok ternak kecil meningkat sebesar 0,08 persen, kelompok unggas meningkat sebesar 1,95 persen, dan kelompok hasil ternak meningkat sebesar 0,80 persen. Peningkatan It tertinggi terdapat pada kelompok unggas.

Di sisi lain, peningkatan pada indeks harga yang dibayar petani (Ib) hanya dipengaruhi oleh peningkatan pada indeks kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,28 persen sedangkan indeks kelompok BPPBM justru mengalami penurunan sebesar 0,24 persen. Penurunan indeks BPPBM di bulan Juni 2018 hanya terjadi di subsektor peternakan.

Pada bulan Juni 2018 kembali terjadi peningkatan NTUP sebesar 0,74 persen. Peningkatan NTUP di bulan Juni 2018 lebih tinggi daripada peningkatan NTUP di bulan Mei 2018 (terhadap April 2018). Sama dengan NTP, peningkatan NTUP juga terjadi di semua subsektor peternakan dengan persentase peningkatan tertinggi terdapat di subsektor hortikultura yaitu sebesar 1,43 persen. Sedangkan, persentase peningkatan NTUP paling kecil terdapat di subsektor tanaman pangan, yaitu sebesar 0,27 persen.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 10 kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur* dengan tahun dasar 2012, NTP Provinsi Kalimantan Timur pada bulan Juni 2018 sebesar 96,91 yang berarti petani mengalami mengalami defisit/penurunan daya beli karena penerimaan hasil produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangganya. NTP Juni 2018 mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya, setelah sejak Maret 2018 NTP selalu menurun.

NTP per subsektor Provinsi Kalimantan Timur Juni 2018, yaitu Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 93,72, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 94,78, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 90,47, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 109,59 dan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTPN) sebesar 103,63.

Sumber: BPS Prov. Kaltim

]]>
2018-07-04
190 Tuntut Harga Budi Daya Ayam Naik http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/190/tuntut-harga-budi-daya-ayam-naik.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/190/tuntut-harga-budi-daya-ayam-naik.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Puluhan peternak ayam yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Ayam Ras Samboja (APARS) menuntut harga budidaya ayam lebih layak lagi kepada perusahaan inti. Usulan ini disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Kaltim, Selasa  3 Juli 2018.

Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan beberapa perusahaan inti yang ada di Kaltim, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Dinas Pertanian Kota Samarinda, Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Kutai Kartanegara dan Dinas Perikanan Kelautan dan Pertanian Kota Balikpapan. Ketua APARS Nanang Safrianto menerangkan, saat ini harga bobot yang ditargetkan dengan pakan yang diberikan tidak sesuai dan tidak relevan. Akibat beberapa kebijakan pemerintah yang menyebabkan penurunan bobot atau berat daging. Makanya pihaknya meminta kepada seluruh perusahaan inti agar mengoreksi kontrak daging.

APARS menuntut harga dengan bobot daging 1,6 kg, feed convertion ratio (fcr) 1,8 kg harga budidaya Rp. 2.021 sesuai harga modal operasional di kendang. Dan kalua dirata-rata per kilo peternak mendapat Rp. 1.700-. “Ini sebenarnya belum menguntungkan, kami juga tau bagaimana kondisi perusahaan inti”, ungkap Nanang di hadapan peserta yang hadir.

Tidak sesuainya harga budidaya ini diungkapkan karena ketika harga ayam menjelang lebaran mengalami kenaikan, justru kebanyakan peternak mengalami kerugian. “Paling 10 sampa dengan 15 persen yang untung dan 85 sampai 80 persen mengalami kerugian”, terangnya.

Selain itu, ada sembilan tuntutan lainnya yang disampaikan APARS. Seperti meminta perusahaan onfarm atau perusahaan yang beternak sendiri, karena rata-rata perusahaan tersebut hanya memiliki izin perdagangan bukan beternak. Pihaknya meminta agar tuntutan ini dapat segera mendapatkan titik terang dari perusahaan inti. Karena jika tidak, pihaknya mengancam akan melakukan aksi yang dapat menyulitkan semua pelaku usaha ayam pedaging yang berimbas kepada masyarakat.

“kami memberi waktu selama dua minggu agar ada negosiasi final antara peternak dengan perusahaan inti. Apabila hal ini diabaikan salah satu cara yang sudah disepakati anggota APARS adalah menunda ayam masuk kendang (check in). Penundaan ayam check in ini bisa mengakibatkan kelangkaan ayam di Kaltim. Kami berharap ini tidak terjadi”, tegasnya.

Anggota APARS yang terdata pada saat ini sebanyak 263 peternak dengan populasi ayam sebanyak 2.057.500 ekor. Ini belum termasuk Balikpapan dan Muara Jawa. Pihakny berharap agar perusahaan inti dapat memberikan kesejahteraan bagi peternak ayam agar usaha ayam potong di Kaltim semakin membaik, “Kami berharap nasib kami diperhatikan”, pungkasnya.

Sumber: Kaltim Post Edisi Rabu 4 Juli 2018 Hal. 12.

]]>
2018-07-04
189 Peramalan Produksi, Harga DOC dan Ayam Potong Tahun 2018 di Kaltim http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/189/peramalan-produksi-harga-doc-dan-ayam-potong-tahun-2018-di-kaltim.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/189/peramalan-produksi-harga-doc-dan-ayam-potong-tahun-2018-di-kaltim.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ SAMARINDA. Peramalan (forecasting) merupakan pendugaan masa depan yang dilakukan berdasarkan nilai masa lalu dari satu variabel. Peramalan sering diterapkan dalam bidang pariwisata, investasi (saham), klimatologi, produksi pertanian, peternakan dsb. Peramalan merupakan bagian penting bagi setiap organisasi bisnis untuk pengambilan keputusan manajemen atau kebijakan yang sangat signifikan, terdapat beberapa metode peramalan berdasarkan pola data time series yang digunakan.

Dalam menghitung model peramalan mengenai produksi, harga DOC, dan ayam potong pada tahun 2018 di Provinsi Kalimantan Timur dapat dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya adalah dengan metode otomatis expert modeler pada SPSS 24 pada menu modeler secara otomatis menemukan model yang pas untuk setiap variabel independen.

Penelitian difokuskan pada eksplorasi data kontinue produksi DOC pada beberapa breeding farm yang ada di Kalimantan Timur, harga doc dan harga ayam potong periode Januari 2014 – Desember 2017. Tujuan penelitian ini yaitu membuat pola data untuk kepentingan lebih lanjut yakni peramalan untuk 12 periode (Januari-Desember2018) ke depan berdasarkan pada data periode sebelumnya.

Produksi DOC di Kalimantan Timur di produksi oleh 5 Perusahaan pembibitan ayam potong yaitu CPJF, JAPFA, MALINDO, SUJA dan RPS dalam produksi perusahaan-perusahaan tersebut telah menyesuaikan dengan kapasitas produksi dengan jumlah induk dan mesin yang ada. Produksi bisa berkurang jika terjadi kegagalan produksi semisalnya terjadi serangan penyakit dan force majure, produksi bisa bertambah jika ada penambahan indukan dan kapasitas mesin tetas, pola produksi dan forecasting DOC. 

Harga DOC dapat meleset jika terjadi tidak seimbangan supply dan demand, situasi penyakit, strategi dari peternak dan moment (hari besar agama, dan tahun baru) dan termasuk dipengaruhi oleh harga ayam potong (live bird). Jika terjadi keterlambatan panen makan stok kandang kosong akan berkurang sehingga secara otomatis peternak menunda chick in yang mengakibatkan demand DOC turun dan berdapak pada turunnya harga DOC. Harga DOC selain dipengaruhi oleh supply dan demand, juga dipengaruhi oleh kualitas DOC itu sendiri, seringkali dipeternak beredar informasi tentang kualitas DOC berdasarkan pengalaman peternak, namun kualitas DOC tidak terlalu signifikan mempengaruhi harga DOC. 

Secara perhitungan dengan model terbaik perhitungan forecasting maka harga ayam potong berpola musiman, artinya jika berpola musiman maka harga naik atau turun akan berulang pada perode yang sama pada setiap 12 bulan. Harga ayam potong (Live bird) berpola musiman dapat ditandai dengan adanya hari besar keagamaan seperti awal ramadhan, hari raya Idul Fitri, menjelang Idul adha, Natal dan Tahun baru maka harga akan cenderung naik, sedangkan harga akan cenderung turun pada saat tidak ada moment seperti bulan Maret, April, September dan Oktober. Ramalan harga dapat membantu peternak, breeding farm untuk mengatur strategi dalam mempersiapkan stok agar mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data maka dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu:

  1. Metode terbaik peramalan produksi, harga DOC dan harga Ayam Potong adalah simple seasonal, sesuai dengan sifat data yang berpola musiman.
  2. Peramalan produksi DOC Tahun 2018 di Kalimantan Timur berturut-turut rata-rata tengah 8,068,177 ekor; tertinggi 11,161,071 ekor; dan terendah 4,975,282 ekor.
  3. Peramalan harga DOC Tahun 2018 di Kalimantan Timur berturut-turut rata-rata tengah Rp.4.024, terendah Rp.2,429 dan tertinggi Rp.5,619.
  4. Peramalan harga ayam potong Tahun 2018 di Kalimantan Timur berturut-turut rata-rata tengah Rp.18.233, terendah rata-rata Rp.13.998 dan tertinggi Rp.22.467

Penulis: Rofik, S.Pt (Pengawas Bibit Ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim)

download

]]>
2018-06-22
188 NTP Peternakan Bulan Mei Naik 1,55 Persen http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/188/ntp-peternakan-bulan-mei-naik-1-55-persen-.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/188/ntp-peternakan-bulan-mei-naik-1-55-persen-.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Pada bulan Mei 2018, NTPT naik sebesar 1,55 persen. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani mengalami peningkatan sebesar 2,12 persen sedangkan indeks yang dibayar oleh petani hanya meningkat sebesar 0,56 persen.

Sama seperti bulan sebelumnya, peningkatan It pada bulan Mei 2018 disebabkan oleh naiknya indeks pada dua kelompok yaitu kelompok unggas dan kelompok hasil ternak masing-masing sebesar 1,71 persen dan 2,13 persen. Sedangkan, dua kelompok lainnya, yaitu ternak besar dan ternak kecil kembali mengalami penurunan It.

Di sisi lain, peningkatan pada indeks harga yang dibayar petani (Ib) dipengaruhi oleh peningkatan pada indeks kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,52 persen dan indeks kelompok BPPBM sebesar 0,65 persen.

Pada bulan Mei 2018 terjadi peningkatan NTUP sebesar 0,19 persen. Peningkatan NTUP terjadi di 3 subsektor, yaitu perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan dengan persentase peningkatan masing-masing sebesar 1,38 persen, 1,46 persen, dan 0,39 persen. Persentase peningkatan NTUP paling besar terjadi di subsektor peternakan dengan nilai sebesar 1,46 persen. Secara umum, peningkatan NTUP tersebut tidak sejalan dengan penurunan NTP nya.

NTP Provinsi Kalimantan Timur Mei 2018 sebesar 96,35 atau turun 0,09 persen dibanding NTP pada bulan April yang tercatat sebesar  96,43. Penurunan NTP disebabkan oleh peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang lebih kecil dibanding peningkatan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).

NTP per subsektor Provinsi Kalimantan Timur Mei 2018, yaitu Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 93,56, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 93,66, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 90,05, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 108,82 dan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTPN) sebesar 103,10.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Kalimantan Timur Mei 2018 sebesar 108,09 atau naik 0,19 persen dibanding NTUP pada bulan April yang tercatat sebesar 107,88.

Sumber: BPS Kaltim

]]>
2018-06-07
187 Gubernur Sidak Pasar Segiri http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/187/gubernur-sidak-pasar-segiri.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/187/gubernur-sidak-pasar-segiri.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Gubernur Kaltim Dr. H. Awang Faroek Ishak melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Segiri Samarinda. Sidak dimaksudkan agar pergerakkan harga sejumlah kebutuhan barang pokok penting (bapokting) bulan suci Ramadhan sampai hari raya Idul Fitri 1439 H tetap terpantau.

Gubernur mengatakan, kegiatan sidak bersama dengan instansi dan lembaga terkait merupakan kegiatan rutin yang dilakukan menjelang hari-hari besar keagamaan dengan tujuan untuk meninjau langsung dan menjamin stabilitas harga kebutuhan pokok serta mengecek stok (ketersediaan) bapokting.

“Kita mengharapkan kepada seluruh pedagang di Pasar Segiri Samarinda serta seluruh pasar di Kaltim kiranya selama bulan suci Ramadhan sampai Hari Raya Idul Fitri 1439 H mendatang, harga bapokting tidak mengalami kenaikan sehingga tidak memberatkan masyarakat”, kata Awang Faroek Ishak di sela inspeksi di Pasar Segiri Samarinda, Kamis (17/5).

Gubernur juga minta seluruh kepala daerah bersama dinas dan instansi terkait  kiranya selalu berkoordinasi dan melakukan pengawasan di lapangan terkait kenaikan harga maupun melakukan pemantaun terhadap stok dan pasokan bapokting di daerah masing-masing.

“Kalaupun terjadi kenaikan harga, kiranya bisa cepat dicari penyebabnya apakah karena stok kurang ataupun karena terkendala pendistribusiannya. Dengan begitu bisa cepat diambil alternatif solusi melalui dinas dan instansi terkait”, pesan Awang Faroek.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) dan UKM Kaltim Ir. Fuad Asaddin menjelaskan stok kebutuhan bapokting selama Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri lebih dari cukup, bahkan sampai empat bulan ke depan. Ketersediannya masih aman, baik beras, minyak goreng, gula, tepung termasuk untuk bumbu seperti bawang merah, bawang putih dan kebutuhan lainnya.

“Bapokting menjadi perhatian kita, bahkan harganya sudah kita patok, walaupun demikian semua bapokting rata-rata harganya masih stabil dan terkendali. Bahkan harga bawang merah mengalami penurunan dari Rp 40 Ribu menjadi Rp 30 Ribu sekarang ini”, Kata Fuad Asaddin.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Dadang Sudarya. Untuk pengawasan harga, Dinas Peternakan hanya memantau dari sisi persedian saja dengan selalu menjaga stabilitas agar stok baik daging sapi maupun daging ayam termasuk telur ayam tidak sampai kurang. Dengan begitu pedagang tidak menaikkan harga pada bulan Ramadhan ini.

Sidak kemarin menemukan kenaikan beberapa bahan pokok. Namun demikian tingkat kenaikannya masih wajar. Saat sidak kemarin, Gubernur Awang Faroek Ishak didampingi Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim Ir. Ichwansyah, Pj Walikota Samarinda Ir. Zairin Zain, Kadis Disperindagkop Kaltim, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis Pangan Tanaman Pangan, Kadis Peternakan dan Keswan Kaltim dan Kepala Bulog Samarinda serta pra pejabat Pemkot Samarinda. (mar/sul/advertorial)

Sumber: Tribun Kaltim, edisi jumat 18 Mei 2018 hal. 12.

]]>
2018-05-17
186 SMK Pertanian Buka Program Studi Peternakan http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/186/smk-pertanian-buka-program-studi-peternakan.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/186/smk-pertanian-buka-program-studi-peternakan.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ SAMARINDA - Untuk tahun ajaran baru periode 2018-2019 ini, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Negeri membuka program studi baru yakni program studi peternakan. Diungkapkan Kepala SMK SPPN Samarinda H Alimudin, prodi atau program keahlian agribisnis peternakan untuk menjawab pencapaian program Dua Juta Sapi Kaltim "Gubernur kita (Gubernur Awang Faroek Ishak) telah mencanangkan dua juta sapi. SMK kami siap membentuk sumber daya manusia (SDM) yang mampu mendukung progran itu," katanya, Sabtu (28/4).

SMK SPP lanjutnya, telah mempersiapkan ketersediaan tenaga yang mampu dan ahli serta siap pakai agar program ketahanan pangan dan pencapaian swasembada daging terwujud. Alimudin menjelaskan SMK SPP atau UPTD SPPN berada di bawah Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim  dengan sistem pendidikan boarding school.

SMK SPP telah menyiapkan sarana dan prasarana berupa ruang kelas dan ruang praktek siswa seperti kandang ternak ayam potong, ayam petelor dan kandang sapi. "Siswa sekolah kami setelah lulus mereka sudah siap untuk menjadi wirausaha di bidang pertanian baik tanaman pangan dan hortikultura, tanaman perkebunan maupun peternakan," ungkap Alimudin.

Dia menambahkan penerimaan siswa tahun ini berjumlah 150 siswa terdiri jurusan tanaman pangan dan hortikultura 60 siswa, agribisnis tanaman perkebunan 60 siswa dan peternakan 30 siswa. Selain itu, para siswa yang mendaftar tidak dipungut biaya pendaftaran, bebas biaya iuran bangunan maupun bulanan namun wajib tinggal di asrama selama pendidikan (tiga tahun). "Kompetensi lulusan kami mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Pendidikan pola boarding school selain mengutamakan keterampilan juga sikap dan pembentukan prilaku (akhlak) siswa," ujarnya. (yans/sul/humasprov)

Sumber: Humas Prov. Kaltim

]]>
2018-05-15
185 PDHI Kaltim Gelar Continuing Education http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/185/pdhi-kaltim-gelar-continuing-education.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/185/pdhi-kaltim-gelar-continuing-education.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ SAMARINDA - Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kaltim I menggelar continuing education terkait hewan peliharaan masyarakat yang diikuti para anggota  dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Gelaran ini juga dimaksudkan untuk mendukung sukses pembangunan peternakan secara umum di Kalimantan Timur sesuai program jangka panjang yang telah dicanangkan oleh Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak. 

Ketua PDHI Cabang Kaltim I drh Subagya mengungkapkan kegiatan continuing education merupakan upaya meningkatkan wawasan dan kemampuan para anggota dalam pelayanan kesehatan. "Kita perlu terus meningkatkan serta menambah wawasan dan pengetahuan para anggota agar mampu memberikan pelayanan kesehatan hewan yang prima kepada masyarakat," katanya di Samarinda, Sabtu (28/4).

Menurut dia, sesuai semangat dan tekad Gubernur Awang Faroek Ishak untuk mengabdikan diri secara optimal dan memberikan pelayanan secara prima berlandaskan profesionalitas dan kompetensi. Karenanya, keberadaan dan kemampuan dokter hewan saat ini sangat strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan hewan sehingga berimbas pada kualitas kesehatan masyarakat.

Sebab lanjutnya, ada saja penyakit yang diderita atau ada pada hewan baik hewan peliharaan maupun ternak ternyata bisa membahayakan kesehatan hewan itu sendiri bahkan pemilik hewan tersebut. Pelayanan kesehatan hewan yang dilakukan sesuai program pemerintah agar terwujud taraf  kualitas kesehatan yang lebih baik bagi hewan dan masyarakat di Kaltim.

Karenanya, pada setiap momen jajaran pengurus PDHI selalu memanfaatkannya untuk bertemu dan bersilaturahim sekaligus diisi dengan penyampaian materi dari para ahli di bidang kesehatan hewan. Selain itu, peningkatan wawasan dan kualitas diri sebagai tuntutan moril dan profesionalitas agar mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada hewan ternak besar atau ruminansia (sapi, kambing, kerbau) maupun peliharaan (kucing, anjing, kadal, ular, musang, kelinci, landak, tupai dan burung).

Kali ini jelas Subagya, pertemuan yang dihelat dalam bentuk seminar menghadirkan nara sumber ahli drh Neno Waluyo Sukelan dari Royal Canin yang menyampaikan Enteropati Kronis dan Gangguan Pankreas Kucing dan Anjing serta Manajemen Klinik Hewan Profesional oleh drh Muhammad Munawarraoh dari Global Spirit Intersa. "Pertemuan kita hari ini bagian dari World Veterinary Day atau Hari Kedokteran Hewan se-Dunia diikuti 55 dokter hewan dari Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, Berau, Bulungan dan Banjarmasin," ujarnya. Ditambahkan, dokter hewan yang tergabung dalam PDHI terdiri dokter di instansi pemerintah dan praktisi atau dokter praktek mandiri. (yans/sul/humasprov)

Sumber: Humas Prov. Kaltim

]]>
2018-05-15
184 Menjelang Ramadhan Komoditas Asal Ternak Aman http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/184/menjelang-ramadhan-komoditas-asal-ternak-aman.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/184/menjelang-ramadhan-komoditas-asal-ternak-aman.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ SAMARINDA - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim H Dadang Sudarya  mengatakan menjelang  Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah tahun ini,  persediaan komoditi asal ternak baik daging ayam maupun daging sapi dan telur  masih  aman.

Dadang menyebutkan informasi ini diperoleh dari  rapat koordinasi  yang dilakukan bersama para pengusaha sapi potong, distributor daging beku, para peternak ayam ras pedaging, peternak ayam  petelor maupun dengan perhimpunan insan perunggasan rakyat (Pinsar) serta  dengan para breeding farm (Industri pembibitan unggas).

"Hasil rapat koordinasi menyimpulkan persediaan daging sapi, daging ayam ras, daging kampung maupun  telor  masih melebihi kebutuhan. Masih aman, terutama ayam ras pedaging  stoknya  justru surplus. Jadi  tidak perlu khawatir  kekurangan menjelang Ramadan  maupun  menghadapi  Hari Raya Idul Fitri," kata Dadang Sudarya, akhir pekan lalu.    

Terkait dengan stok  daging yang masih mencukupi  baik  menjelang Ramadan sampai Hari Raya Idul  Fitri 1439, Dadang mengingatkan masyarakat agar tidak perlu khawatir akan kekosongan stok daging. Demikian juga harga daging  tidak ada kenaikan yang signifikan. “Kami sudah minta kepada para pelaku usaha yang ada kiranya tidak menaikkan harga, baik harga daging ayam ras, daging sapi, maupun untuk harga telor, karena stok yang ada masih  cukup tersedia. Kalaupun ada kenaikan harga itu hanya sentimen pasar para pedagang," ujarnya.

Dadang menjelaskan daging ayam ras dipenuhi dari produksi lokal, yang sampai saat ini masih surplus. Kemudian untuk kebutuhan daging sapi  masih bisa dipenuhi 27 persen dari lokal, sementara sisanya didatangkan para pedagang dari luar daerah. Misalnya sapi dari Sulawesi Selatan, dari Nusa Tenggara Timur  dan Sulawesi Tengah. "Sementara untuk daging sapi beku maupun daging kerbau beku didatangkan dari Jakarta. Jadi pada intinya menjelang Ramadan sampai Hari Raya Idul Fitri mendatang  stok komoditi asal ternak di Kaltim masih sangat  mencukupi," jamin Dadang Sudarya. (mar/sul/humasprov)

Sumber: Humas Prov.Kaltim

]]>
2018-05-15
183 NTP Subsektor Peternakan Naik 0,72 Persen di Bulan April 2018 http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/183/ntp-subsektor-peternakan-naik-0-72-persen-di-bulan-april-2018.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/183/ntp-subsektor-peternakan-naik-0-72-persen-di-bulan-april-2018.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Pada bulan April 2018, NTPT naik sebesar 0,72 persen. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani mengalami peningkatan sebesar 1,23 persen sedangkan indeks yang dibayar oleh petani hanya meningkat sebesar 0,50 persen. Peningkatan It pada bulan April 2018 disebabkan oleh naiknya indeks pada dua kelompok yaitu kelompok unggas dan kelompok hasil ternak masing-masing sebesar 1,10 persen dan 1,24 persen. Sedangkan, dua kelompok lainnya, yaitu ternak besar dan ternak kecil kembali mengalami penurunan It.

Di sisi lain, peningkatan pada indeks harga yang dibayar petani (Ib) dipengaruhi oleh peningkatan pada indeks kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,67 persen dan indeks  kelompok BPPBM sebesar 0,17 persen. 

NTP Provinsi Kalimantan Timur April 2018 sebesar  96,43 atau turun 0,65 persen dibanding NTP pada bulan Maret yang tercatat sebesar  97,06. Penurunan NTP disebabkan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami penurunan, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami peningkatan.

NTP per subsektor Provinsi Kalimantan Timur April 2018, yaitu Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 94,87, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 94,99, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 89,31, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 107,16 dan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTPN) sebesar 102,89.

Pada April 2018, NTPH mengalami peningkatan sebesar 1,82 persen dan NTPT mengalami peningkatan sebesar 0,72 persen. Sementara itu, NTPP mengalami penurunan sebesar 0,94 persen, NTPR mengalami penurunan 3,25 persen dan NTPN mengalami penurunan sebesar 0,48 persen. 

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Kalimantan Timur April 2018 sebesar 107,88 atau turun 0,35 persen dibanding NTUP pada bulan Maret yang tercatat sebesar  108,26.

Pada bulan April 2018 terjadi penurunan NTUP sebesar 0,35 persen. Penurunan NTUP terjadi di 3 subsektor, yaitu tanaman pangan, perkebunan rakyat, dan perikanan dengan nilai penurunan masing-masing sebesar 0,74 persen, 2,92 persen, dan 0,17 persen. Penurunan NTUP sejalan dengan penurunan NTP di masing-masing subsektor. Sama seperti bulan sebelumnya, persentase penurunan NTUP terbesar di bulan April 2018 terdapat pada subsektor perkebunan rakyat.

Sumber: BPS Prov Kaltim

]]>
2018-05-03
182 Kutim Bakal Terima 200 Sapi Brahman Cross http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/182/kutim-bakal-terima-200-sapi-brahman-cross.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/182/kutim-bakal-terima-200-sapi-brahman-cross.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Sangatta. Defisit anggaran yang melanda hampir seluruh Kabupaten/Kota membuat kepala daerah serta jajaran dibawahnya harus berpikir kreatif mencari sumber dana di luar Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Tak terkecuali, Kabupaten Kutim yang mencari kucuran dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kepala Dinas Pertanian Sugiono menjelaskan pada tahun 2015 Dinas Pertanian Kutim mengusulkan melalui Kementerian Pertanian untuk mendapatkan bantuan sapi. Bahkan sudah menyiapkan 35 kandang yang tersebar di beberapa kecamatan. Namun tiga tahun setelahnya, yakni tahun 2018 ini bantuan 200 ekor sapi jenis Brahman Cross baru disetujui.

Saat ini Dinas Pertanian sedang menunggu kedatangan sapi tersebut. “Beberapa waktu lalu, utusan Kementerian Pertanian didampingi Dinas Pertanian Provinsi melakukan survey kesiapan kendang serta sarana dan prasarana pendukung lain di sejumlah kecamatan. Kita tunggu saja”, ujar Sugiono.

Dinas Pertanian Kutim, kata Sugiono juga akan menerima 20 ekor sapi dari aspirasi anggota DPR RI, ditambah 95 Sapi Bali dari Provinsi Kaltim. “Direktur Jenderal Tanaman Pangan akan membantu di program jagung 350 hektare, berupa benih dan pupuk, lalu pengembangan padi lading seluas 2.750 hektar ”, ujar Sugiono.

Ia juga akan membuat perencanaan bantuan untuk tahun 2019. Karena kondisi keuangan daerah yang seperti saat ini tidak bisa membuat dinas pertanian berdiam diri. Upaya pencarian dana bantuan di pusatharus dilakukan. Baik melalui bantuan keuangan maupun Dana Alokasi Khusus (DAK)

(advertorial/Kominfo Kutim/sar)

Sumber: Tribun Kaltim edisi Rabu, 3 Mei 2018 Hal. 12.

]]>
2018-05-02
181 RPH Sangatta Kembali Beroperasi http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/181/rph-sangatta-kembali-beroperasi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/181/rph-sangatta-kembali-beroperasi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/

SANGATTA – Rumah Potong Hewan (RPH) merupakan satu di antara aset Pemkab Kutai Timur yang bisa mengisi pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena, dari satu ekor sapi yang disembelih, ada pemasukan Rp 40.000 bagi pemerintah.

Setelah sempat mangkrak selama satu tahun belakangan ini, RPH Sangatta yang terletak di Jalan Poros Sangatta –Bengalon, akhirnya kembali digunakan, Jumat (13/4/2018) dini hari.

Dua pejagal sapi terlihat sibuk menyembelih enam ekor sapi sekitar pukul 2.00 dini hari. Seluruh sapi yang disembelih, akan dipasok ke seluruh pasar di Sangatta.

“RPH sudah beroperasi lagi, dan akan terus beroperasi setiap hari. Jadi tidak ada lagi pemotongan hewan, khususnya sapi di luar RPH. Mulai sekarang, semua pemotongan hewan dilakukan di RPH,” kata Kadis Pertanian Sugiono, Jumat (13/4/2018).

Ke depan, Dinas Pertanian juga berharap seluruh pejagal di Sangatta yang jumlahnya sembilan orang, bisa masuk ke RPH. Jadi tidak ada lagi penyembelihan di luar RPH. Semua wajib masuk ke RPH. Kalau tidak, ilegal nanti jadinya.

“Selain pejagal, ke depan kita juga akan tempatkan dokter hewan di RPH. Sehingga sebelum dilakukan
penyembelihan, hewan tersebut melalui proses pemeriksaan kesehatan. Agar daging yang dikonsumsi aman,” ungkap Sugiono.

Seperti diketahui, selama setahun belakangan ini, para pejagal hewan enggan menyembelih sapi di RPH. Alasannya, tempat pemotongan tidak menghadap ke kiblat. Sementara dalam Islam, menghadap ke arah kiblat merupakan hal yang dianjurkan ketika akan menyembelih hewan. Selain membaca doa, menggunakan alat yang tajam dan bertakbir.

Beranjak dari hal tersebut, Dinas Pertanian Kutim langsung melakukan perombakan bangunan dan disesuaikan dengan rekomendasi para pejagal tersebut.

"Jadi kami ubah semua. Sekarang kami arahkan ke kiblat. Lantai tempat pemotongan juga diganti menggunakan keramik. Biar licin dan enak mendorong sapi. Kalau sebelumnya lantai kasar," kata Sugiono.

Sedangkan keluhan soal pasokan listrik dan air, Sugiono mengatakan sudah terpenuhi pula. "

Air terjamin, listrik juga aman. Semua sudah terpenuhi. Kami dapat anggaran Rp 1 miliar lebih untuk penunjang RPH. Intinya kami mau RPH dimanfaatkan," ujar Sugiono.(*)

Sumber: Tribunnews Kaltim
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Januar Alamijaya




]]>
2018-04-26
180 Antisipasi Jelang Ramadhan & Idul Fitri, Pemerintah Pastikan Sembako Aman & Murah http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/180/antisipasi-jelang-ramadhan--idul-fitri-pemerintah-pastikan-sembako-aman--murah.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/180/antisipasi-jelang-ramadhan--idul-fitri-pemerintah-pastikan-sembako-aman--murah.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ SAMARINDA - Mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga dan berkurangnya stok sembilan bahan pokok jelang Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 1439 H,  Kementerian Perdagangan bersama Pemprov Kaltim dan Tim Satgas Ketahanan Pangan Kaltim melakukan peninjauan ke pasar tradisional dan retail waralaba serta agen distributor sembako dan Bulog Samarinda.

Peninjauan dipimpin Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan didampingi Kadis Perindagkop dan UKM Fuad Assadin dan Tim Satgas Ketahanan Pangan Kaltim, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto serta Kabid Pelayanan Publik Bulog Kaltim Agung Setya Budi.

Oke Nurwan mengatakan, peninjauan ini untuk mengetahui jumlah stok dan harga sembako dan kebutuhan rumah tangga masyarakat Kaltim jelang bulan puasa dan lebaran tahun ini. "Kami ingin mengetahui langsung bagaimana kondisi pasokan dan harga sembako dan kebutuhan sehari-hari masyarakat di pasaran. Jangan sampai kebutuhan tersebut saat ini masih murah dan ada barangnya, ternyata ketika memasuki Ramadan dan menjelang lebaran sudah habis dan harganya mahal. Kami tentu tidak mau itu terjadi," kata Oke Nurwan didampingi Fuad Assadin usai peninjauan, Selasa (17/4).

Dari pantauan di lapangan, pemerintah melihat kondisi pasokan barang aman hingga lebaran Idul Fitri tahun ini. Karena itu, untuk antisipasi lonjakan dan keterbatasan stok barang, maka pemerintah berupaya memastikan barang tersebut harus tetap tersedia dan harga tetap terjangkau. Pemerintah tidak ingin, saat masuk Ramadan dan lebaran harga-harga bahan pokok justru melampaui harga yang ditetapkan pemerintah. "Memang sesuai hasil peninjauan tadi masih ada harga di atas yang ditetapkan pemerintah. Contoh, beras medium Rp9.950 per kg dan premium Rp13 ribu per kg. Bahkan, gula pasir saat ini juga normal harganya, kisaran Rp12.500," jelasnya.

Untuk daging sapi beku, pemerintah memastikan harga di pasaran tidak lebih dari Rp80 ribu per kg. Namun saat peninjauan kemarin harga daging beku bahkan sudah mencapai Rp90 ribu per kg. "Memang ada beberapa yang naik. Tapi kami sudah ingatkan agar distributor menetapkan harga yang wajar. Tapi secara umum kami pastikan stok aman dan harga terjangkau, sesuai ketetapan pemerintah," jelasnya. 

Kadis Perindagkop dan UKM Fuad Assadin mengatakan dari peninjauan ini, ternyata harga sembako di pasaran terkendali sesuai yang ditetapkan pemerintah. Misal, gula pasir yang ditetapkan pemerintah Rp12.000 per kg, ternyata di pasaran harga dijual di bawah itu. "Yang jelas, pemerintah komitmen untuk memastikan barang sembako aman dan harga terjangkau ketika puasa Ramadan dan lebaran nanti. Karena itu, kami akan koordinasikan segera kondisi tersebut. Apalagi, kalau melihat kondisi di lapangan stok sembako, baik beras, tepung terigu, minyak goreng dan gula aman hingga lebaran. Masyarakat juga tidak perlu panik karena stok kita semua aman," jelasnya.  

Peninjauan kemarin dimulai dari Pasar Segiri, Lotte Mart, PT Cahaya Setya Utama Pergudangan, UD Dermaga Pergudangan dan Bulog Kaltim.  Di Pasar Segiri harga beras medium Rp9.950 per kg dan premium Rp11 ribu. Gula pasir Rp12 ribu per kg. Cabe tiung Rp50 ribu per kg. Ayam potong kosongan Rp35 ribu per ekor. Daging sapi beku Rp90 ribu per kg. Daging segar lokal Rp120 ribu per kg.

Kemudian di Lotte Mart, bawang putih Rp28.700 per kg dan bawang merah Rp35.500 perkg. Daging beku Rp80rb per kg. Minyak goreng Rp12 ribu per liter. Kemudian di PT Cahaya Setia Utama tepung terigu stok ada 200 ton. Gula pasir pasokan 200 ton. Dari PT Cahaya Setia Utama antisipasi jelang puasa dan lebaran memastikan stok semua sembako ditingkatkan 10 hingga 15 persen. Minyak goreng per liter Rp10.700. Tepung 1 sak Rp126 ribu. Sedangkan di UD Dermaga Beras aman sampai lebaran. Harga beras medium lokal Rp184 per 50 kg dan Gula Bulog Rp538 per 50 kg. Terakhir di Bulog stok beras sejahtera (rastra) 1.300 ton, aman bahkan hingga November 2018. (jay/sul/humasprov)

Sumber: Humas Prov. Kaltim

]]>
2018-04-25
179 Rakontekda Peternakan Keswan 2018, Fokus 2 Juta Ekor Sapi dan Upsus Siwab http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/179/rakontekda-peternakan-keswan-2018-fokus-2-juta-ekor-sapi-dan-upsus-siwab.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/179/rakontekda-peternakan-keswan-2018-fokus-2-juta-ekor-sapi-dan-upsus-siwab.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) telah mencanangkan pencapaian Dua Juta Sapi dan penyuksesan program upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab) di daerah. Dua program tersebut menjadi topik utama kegiatan rapat koordinasi dan konsultasi teknis daerah (Rakontekda) Peternakan dan Kesehatan Hewan 2018 yang digelar Disnak Keswan Kaltim. 

Menurut Kepala Disnak Keswan Kaltim H Dadang Sudarya, pihaknya telah menyusun kebijakan strategis agar terwujud agribisnis peternakan yang berdaya saing menuju dua juta ekor sapi. “Sehingga program dan kegiatan pembangunan  peternakan di Kaltim diarahkan untuk mendukung pencapaian populasi dua juta ekor sapi,” katanya usai membuka Rakontekda Peternakan dan Keswan 2018 di Ruang Serbaguna Disnak Keswan Kaltim, Kamis (15/3). 

Dijelaskan, beberapa upaya telah dilakukan untuk mencapai dua juta ekor sapi di Kaltim diantaranya melalui dukungan dan partisipasi perbankan, perusahaan sawit, dan perusahaan pertambangan batu bara. Perusahaan sawit ujarnya, diharapkan akan terjadi integrasi sapi-sawit di lahan perkebunan kelapa sawit yang saat ini sudah mencapai 1,2 juta hektar luas lahan tanamnya.  Perkebunan  kelapa sawit ini sudah meliputi di 10 kabupaten dan kota dengan potensi yang sangat besar yang diperkirakan mampu mencapai 3,07 juta hektar. 

Sedangkan perusahaan pertambangan lanjutnya, akan dilakukan integrasi sapi di lahan eks tambang batu bara yang sekarang sudah cukup besar potensinya tersebar di seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Kaltim. Untuk itu diperlukan kebijakan baik tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten dan kota guna mendukung percepatan pencapaian dua juta ekor sapi tersebut. 

Selain itu, saat ini Disnak Keswan bersama instansi membidangi peternakan dan keswan di kabupaten dan kota mengembangkan kegiatan upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab). “Program ini menjadi program nasional sebagai upaya terobosan untuk peningkatan populasi sapi di Indonesia terlebih Kaltim,” jelasnya. Dadang mengharapkan melalui program Upsus Siwab ini maka memacu kelahiran ternak sapi hingga 3 juta ekor. “Upsus Siwab dapat mempercepat pencapaian 2 juta sapi melalui peningkatan populasi dan produktivitas ternak ruminansia yang berjalan secara berkelanjutan,” harapnya. 

Rakontekda digelar tiga hari (14-16 Maret) diikuti 100 peserta terdiri kepala dinas atau yang membidangi fungsi peternakan, sekretaris/kabid peternakan dan Kasubbag perencanaan kabupaten dan kota. Kegiatan menghadirkan nara sumber Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner serta Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan Keswan Kementerian Pertanian, pimpinan PT Berau Coal dan Direktur PT Ciomas. (yans/sul/humasprov)

Sumber: Humas Prov. Kaltim

]]>
2018-04-23