feed http://peternakan.kaltimprov.go.id/ http://peternakan.kaltimprov.go.id/ Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur id-ID nizar@numesa.co.id Copyright 2018 http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/logo.png W3Schools.com http://peternakan.kaltimprov.go.id/ 187 Gubernur Sidak Pasar Segiri http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/187/gubernur-sidak-pasar-segiri.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/187/gubernur-sidak-pasar-segiri.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Gubernur Kaltim Dr. H. Awang Faroek Ishak melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Segiri Samarinda. Sidak dimaksudkan agar pergerakkan harga sejumlah kebutuhan barang pokok penting (bapokting) bulan suci Ramadhan sampai hari raya Idul Fitri 1439 H tetap terpantau.

Gubernur mengatakan, kegiatan sidak bersama dengan instansi dan lembaga terkait merupakan kegiatan rutin yang dilakukan menjelang hari-hari besar keagamaan dengan tujuan untuk meninjau langsung dan menjamin stabilitas harga kebutuhan pokok serta mengecek stok (ketersediaan) bapokting.

“Kita mengharapkan kepada seluruh pedagang di Pasar Segiri Samarinda serta seluruh pasar di Kaltim kiranya selama bulan suci Ramadhan sampai Hari Raya Idul Fitri 1439 H mendatang, harga bapokting tidak mengalami kenaikan sehingga tidak memberatkan masyarakat”, kata Awang Faroek Ishak di sela inspeksi di Pasar Segiri Samarinda, Kamis (17/5).

Gubernur juga minta seluruh kepala daerah bersama dinas dan instansi terkait  kiranya selalu berkoordinasi dan melakukan pengawasan di lapangan terkait kenaikan harga maupun melakukan pemantaun terhadap stok dan pasokan bapokting di daerah masing-masing.

“Kalaupun terjadi kenaikan harga, kiranya bisa cepat dicari penyebabnya apakah karena stok kurang ataupun karena terkendala pendistribusiannya. Dengan begitu bisa cepat diambil alternatif solusi melalui dinas dan instansi terkait”, pesan Awang Faroek.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) dan UKM Kaltim Ir. Fuad Asaddin menjelaskan stok kebutuhan bapokting selama Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri lebih dari cukup, bahkan sampai empat bulan ke depan. Ketersediannya masih aman, baik beras, minyak goreng, gula, tepung termasuk untuk bumbu seperti bawang merah, bawang putih dan kebutuhan lainnya.

“Bapokting menjadi perhatian kita, bahkan harganya sudah kita patok, walaupun demikian semua bapokting rata-rata harganya masih stabil dan terkendali. Bahkan harga bawang merah mengalami penurunan dari Rp 40 Ribu menjadi Rp 30 Ribu sekarang ini”, Kata Fuad Asaddin.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Dadang Sudarya. Untuk pengawasan harga, Dinas Peternakan hanya memantau dari sisi persedian saja dengan selalu menjaga stabilitas agar stok baik daging sapi maupun daging ayam termasuk telur ayam tidak sampai kurang. Dengan begitu pedagang tidak menaikkan harga pada bulan Ramadhan ini.

Sidak kemarin menemukan kenaikan beberapa bahan pokok. Namun demikian tingkat kenaikannya masih wajar. Saat sidak kemarin, Gubernur Awang Faroek Ishak didampingi Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim Ir. Ichwansyah, Pj Walikota Samarinda Ir. Zairin Zain, Kadis Disperindagkop Kaltim, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis Pangan Tanaman Pangan, Kadis Peternakan dan Keswan Kaltim dan Kepala Bulog Samarinda serta pra pejabat Pemkot Samarinda. (mar/sul/advertorial)

Sumber: Tribun Kaltim, edisi jumat 18 Mei 2018 hal. 12.

]]>
2018-05-17
186 SMK Pertanian Buka Program Studi Peternakan http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/186/smk-pertanian-buka-program-studi-peternakan.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/186/smk-pertanian-buka-program-studi-peternakan.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ SAMARINDA - Untuk tahun ajaran baru periode 2018-2019 ini, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Negeri membuka program studi baru yakni program studi peternakan. Diungkapkan Kepala SMK SPPN Samarinda H Alimudin, prodi atau program keahlian agribisnis peternakan untuk menjawab pencapaian program Dua Juta Sapi Kaltim "Gubernur kita (Gubernur Awang Faroek Ishak) telah mencanangkan dua juta sapi. SMK kami siap membentuk sumber daya manusia (SDM) yang mampu mendukung progran itu," katanya, Sabtu (28/4).

SMK SPP lanjutnya, telah mempersiapkan ketersediaan tenaga yang mampu dan ahli serta siap pakai agar program ketahanan pangan dan pencapaian swasembada daging terwujud. Alimudin menjelaskan SMK SPP atau UPTD SPPN berada di bawah Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim  dengan sistem pendidikan boarding school.

SMK SPP telah menyiapkan sarana dan prasarana berupa ruang kelas dan ruang praktek siswa seperti kandang ternak ayam potong, ayam petelor dan kandang sapi. "Siswa sekolah kami setelah lulus mereka sudah siap untuk menjadi wirausaha di bidang pertanian baik tanaman pangan dan hortikultura, tanaman perkebunan maupun peternakan," ungkap Alimudin.

Dia menambahkan penerimaan siswa tahun ini berjumlah 150 siswa terdiri jurusan tanaman pangan dan hortikultura 60 siswa, agribisnis tanaman perkebunan 60 siswa dan peternakan 30 siswa. Selain itu, para siswa yang mendaftar tidak dipungut biaya pendaftaran, bebas biaya iuran bangunan maupun bulanan namun wajib tinggal di asrama selama pendidikan (tiga tahun). "Kompetensi lulusan kami mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Pendidikan pola boarding school selain mengutamakan keterampilan juga sikap dan pembentukan prilaku (akhlak) siswa," ujarnya. (yans/sul/humasprov)

Sumber: Humas Prov. Kaltim

]]>
2018-05-15
185 PDHI Kaltim Gelar Continuing Education http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/185/pdhi-kaltim-gelar-continuing-education.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/185/pdhi-kaltim-gelar-continuing-education.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ SAMARINDA - Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kaltim I menggelar continuing education terkait hewan peliharaan masyarakat yang diikuti para anggota  dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Gelaran ini juga dimaksudkan untuk mendukung sukses pembangunan peternakan secara umum di Kalimantan Timur sesuai program jangka panjang yang telah dicanangkan oleh Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak. 

Ketua PDHI Cabang Kaltim I drh Subagya mengungkapkan kegiatan continuing education merupakan upaya meningkatkan wawasan dan kemampuan para anggota dalam pelayanan kesehatan. "Kita perlu terus meningkatkan serta menambah wawasan dan pengetahuan para anggota agar mampu memberikan pelayanan kesehatan hewan yang prima kepada masyarakat," katanya di Samarinda, Sabtu (28/4).

Menurut dia, sesuai semangat dan tekad Gubernur Awang Faroek Ishak untuk mengabdikan diri secara optimal dan memberikan pelayanan secara prima berlandaskan profesionalitas dan kompetensi. Karenanya, keberadaan dan kemampuan dokter hewan saat ini sangat strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan hewan sehingga berimbas pada kualitas kesehatan masyarakat.

Sebab lanjutnya, ada saja penyakit yang diderita atau ada pada hewan baik hewan peliharaan maupun ternak ternyata bisa membahayakan kesehatan hewan itu sendiri bahkan pemilik hewan tersebut. Pelayanan kesehatan hewan yang dilakukan sesuai program pemerintah agar terwujud taraf  kualitas kesehatan yang lebih baik bagi hewan dan masyarakat di Kaltim.

Karenanya, pada setiap momen jajaran pengurus PDHI selalu memanfaatkannya untuk bertemu dan bersilaturahim sekaligus diisi dengan penyampaian materi dari para ahli di bidang kesehatan hewan. Selain itu, peningkatan wawasan dan kualitas diri sebagai tuntutan moril dan profesionalitas agar mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada hewan ternak besar atau ruminansia (sapi, kambing, kerbau) maupun peliharaan (kucing, anjing, kadal, ular, musang, kelinci, landak, tupai dan burung).

Kali ini jelas Subagya, pertemuan yang dihelat dalam bentuk seminar menghadirkan nara sumber ahli drh Neno Waluyo Sukelan dari Royal Canin yang menyampaikan Enteropati Kronis dan Gangguan Pankreas Kucing dan Anjing serta Manajemen Klinik Hewan Profesional oleh drh Muhammad Munawarraoh dari Global Spirit Intersa. "Pertemuan kita hari ini bagian dari World Veterinary Day atau Hari Kedokteran Hewan se-Dunia diikuti 55 dokter hewan dari Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, Berau, Bulungan dan Banjarmasin," ujarnya. Ditambahkan, dokter hewan yang tergabung dalam PDHI terdiri dokter di instansi pemerintah dan praktisi atau dokter praktek mandiri. (yans/sul/humasprov)

Sumber: Humas Prov. Kaltim

]]>
2018-05-15
184 Menjelang Ramadhan Komoditas Asal Ternak Aman http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/184/menjelang-ramadhan-komoditas-asal-ternak-aman.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/184/menjelang-ramadhan-komoditas-asal-ternak-aman.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ SAMARINDA - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim H Dadang Sudarya  mengatakan menjelang  Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah tahun ini,  persediaan komoditi asal ternak baik daging ayam maupun daging sapi dan telur  masih  aman.

Dadang menyebutkan informasi ini diperoleh dari  rapat koordinasi  yang dilakukan bersama para pengusaha sapi potong, distributor daging beku, para peternak ayam ras pedaging, peternak ayam  petelor maupun dengan perhimpunan insan perunggasan rakyat (Pinsar) serta  dengan para breeding farm (Industri pembibitan unggas).

"Hasil rapat koordinasi menyimpulkan persediaan daging sapi, daging ayam ras, daging kampung maupun  telor  masih melebihi kebutuhan. Masih aman, terutama ayam ras pedaging  stoknya  justru surplus. Jadi  tidak perlu khawatir  kekurangan menjelang Ramadan  maupun  menghadapi  Hari Raya Idul Fitri," kata Dadang Sudarya, akhir pekan lalu.    

Terkait dengan stok  daging yang masih mencukupi  baik  menjelang Ramadan sampai Hari Raya Idul  Fitri 1439, Dadang mengingatkan masyarakat agar tidak perlu khawatir akan kekosongan stok daging. Demikian juga harga daging  tidak ada kenaikan yang signifikan. “Kami sudah minta kepada para pelaku usaha yang ada kiranya tidak menaikkan harga, baik harga daging ayam ras, daging sapi, maupun untuk harga telor, karena stok yang ada masih  cukup tersedia. Kalaupun ada kenaikan harga itu hanya sentimen pasar para pedagang," ujarnya.

Dadang menjelaskan daging ayam ras dipenuhi dari produksi lokal, yang sampai saat ini masih surplus. Kemudian untuk kebutuhan daging sapi  masih bisa dipenuhi 27 persen dari lokal, sementara sisanya didatangkan para pedagang dari luar daerah. Misalnya sapi dari Sulawesi Selatan, dari Nusa Tenggara Timur  dan Sulawesi Tengah. "Sementara untuk daging sapi beku maupun daging kerbau beku didatangkan dari Jakarta. Jadi pada intinya menjelang Ramadan sampai Hari Raya Idul Fitri mendatang  stok komoditi asal ternak di Kaltim masih sangat  mencukupi," jamin Dadang Sudarya. (mar/sul/humasprov)

Sumber: Humas Prov.Kaltim

]]>
2018-05-15
183 NTP Subsektor Peternakan Naik 0,72 Persen di Bulan April 2018 http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/183/ntp-subsektor-peternakan-naik-0-72-persen-di-bulan-april-2018.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/183/ntp-subsektor-peternakan-naik-0-72-persen-di-bulan-april-2018.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Pada bulan April 2018, NTPT naik sebesar 0,72 persen. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani mengalami peningkatan sebesar 1,23 persen sedangkan indeks yang dibayar oleh petani hanya meningkat sebesar 0,50 persen. Peningkatan It pada bulan April 2018 disebabkan oleh naiknya indeks pada dua kelompok yaitu kelompok unggas dan kelompok hasil ternak masing-masing sebesar 1,10 persen dan 1,24 persen. Sedangkan, dua kelompok lainnya, yaitu ternak besar dan ternak kecil kembali mengalami penurunan It.

Di sisi lain, peningkatan pada indeks harga yang dibayar petani (Ib) dipengaruhi oleh peningkatan pada indeks kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,67 persen dan indeks  kelompok BPPBM sebesar 0,17 persen. 

NTP Provinsi Kalimantan Timur April 2018 sebesar  96,43 atau turun 0,65 persen dibanding NTP pada bulan Maret yang tercatat sebesar  97,06. Penurunan NTP disebabkan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami penurunan, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami peningkatan.

NTP per subsektor Provinsi Kalimantan Timur April 2018, yaitu Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 94,87, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 94,99, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 89,31, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 107,16 dan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTPN) sebesar 102,89.

Pada April 2018, NTPH mengalami peningkatan sebesar 1,82 persen dan NTPT mengalami peningkatan sebesar 0,72 persen. Sementara itu, NTPP mengalami penurunan sebesar 0,94 persen, NTPR mengalami penurunan 3,25 persen dan NTPN mengalami penurunan sebesar 0,48 persen. 

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Kalimantan Timur April 2018 sebesar 107,88 atau turun 0,35 persen dibanding NTUP pada bulan Maret yang tercatat sebesar  108,26.

Pada bulan April 2018 terjadi penurunan NTUP sebesar 0,35 persen. Penurunan NTUP terjadi di 3 subsektor, yaitu tanaman pangan, perkebunan rakyat, dan perikanan dengan nilai penurunan masing-masing sebesar 0,74 persen, 2,92 persen, dan 0,17 persen. Penurunan NTUP sejalan dengan penurunan NTP di masing-masing subsektor. Sama seperti bulan sebelumnya, persentase penurunan NTUP terbesar di bulan April 2018 terdapat pada subsektor perkebunan rakyat.

Sumber: BPS Prov Kaltim

]]>
2018-05-03
182 Kutim Bakal Terima 200 Sapi Brahman Cross http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/182/kutim-bakal-terima-200-sapi-brahman-cross.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/182/kutim-bakal-terima-200-sapi-brahman-cross.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Sangatta. Defisit anggaran yang melanda hampir seluruh Kabupaten/Kota membuat kepala daerah serta jajaran dibawahnya harus berpikir kreatif mencari sumber dana di luar Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Tak terkecuali, Kabupaten Kutim yang mencari kucuran dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kepala Dinas Pertanian Sugiono menjelaskan pada tahun 2015 Dinas Pertanian Kutim mengusulkan melalui Kementerian Pertanian untuk mendapatkan bantuan sapi. Bahkan sudah menyiapkan 35 kandang yang tersebar di beberapa kecamatan. Namun tiga tahun setelahnya, yakni tahun 2018 ini bantuan 200 ekor sapi jenis Brahman Cross baru disetujui.

Saat ini Dinas Pertanian sedang menunggu kedatangan sapi tersebut. “Beberapa waktu lalu, utusan Kementerian Pertanian didampingi Dinas Pertanian Provinsi melakukan survey kesiapan kendang serta sarana dan prasarana pendukung lain di sejumlah kecamatan. Kita tunggu saja”, ujar Sugiono.

Dinas Pertanian Kutim, kata Sugiono juga akan menerima 20 ekor sapi dari aspirasi anggota DPR RI, ditambah 95 Sapi Bali dari Provinsi Kaltim. “Direktur Jenderal Tanaman Pangan akan membantu di program jagung 350 hektare, berupa benih dan pupuk, lalu pengembangan padi lading seluas 2.750 hektar ”, ujar Sugiono.

Ia juga akan membuat perencanaan bantuan untuk tahun 2019. Karena kondisi keuangan daerah yang seperti saat ini tidak bisa membuat dinas pertanian berdiam diri. Upaya pencarian dana bantuan di pusatharus dilakukan. Baik melalui bantuan keuangan maupun Dana Alokasi Khusus (DAK)

(advertorial/Kominfo Kutim/sar)

Sumber: Tribun Kaltim edisi Rabu, 3 Mei 2018 Hal. 12.

]]>
2018-05-02
181 RPH Sangatta Kembali Beroperasi http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/181/rph-sangatta-kembali-beroperasi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/181/rph-sangatta-kembali-beroperasi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/

SANGATTA – Rumah Potong Hewan (RPH) merupakan satu di antara aset Pemkab Kutai Timur yang bisa mengisi pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena, dari satu ekor sapi yang disembelih, ada pemasukan Rp 40.000 bagi pemerintah.

Setelah sempat mangkrak selama satu tahun belakangan ini, RPH Sangatta yang terletak di Jalan Poros Sangatta –Bengalon, akhirnya kembali digunakan, Jumat (13/4/2018) dini hari.

Dua pejagal sapi terlihat sibuk menyembelih enam ekor sapi sekitar pukul 2.00 dini hari. Seluruh sapi yang disembelih, akan dipasok ke seluruh pasar di Sangatta.

“RPH sudah beroperasi lagi, dan akan terus beroperasi setiap hari. Jadi tidak ada lagi pemotongan hewan, khususnya sapi di luar RPH. Mulai sekarang, semua pemotongan hewan dilakukan di RPH,” kata Kadis Pertanian Sugiono, Jumat (13/4/2018).

Ke depan, Dinas Pertanian juga berharap seluruh pejagal di Sangatta yang jumlahnya sembilan orang, bisa masuk ke RPH. Jadi tidak ada lagi penyembelihan di luar RPH. Semua wajib masuk ke RPH. Kalau tidak, ilegal nanti jadinya.

“Selain pejagal, ke depan kita juga akan tempatkan dokter hewan di RPH. Sehingga sebelum dilakukan
penyembelihan, hewan tersebut melalui proses pemeriksaan kesehatan. Agar daging yang dikonsumsi aman,” ungkap Sugiono.

Seperti diketahui, selama setahun belakangan ini, para pejagal hewan enggan menyembelih sapi di RPH. Alasannya, tempat pemotongan tidak menghadap ke kiblat. Sementara dalam Islam, menghadap ke arah kiblat merupakan hal yang dianjurkan ketika akan menyembelih hewan. Selain membaca doa, menggunakan alat yang tajam dan bertakbir.

Beranjak dari hal tersebut, Dinas Pertanian Kutim langsung melakukan perombakan bangunan dan disesuaikan dengan rekomendasi para pejagal tersebut.

"Jadi kami ubah semua. Sekarang kami arahkan ke kiblat. Lantai tempat pemotongan juga diganti menggunakan keramik. Biar licin dan enak mendorong sapi. Kalau sebelumnya lantai kasar," kata Sugiono.

Sedangkan keluhan soal pasokan listrik dan air, Sugiono mengatakan sudah terpenuhi pula. "

Air terjamin, listrik juga aman. Semua sudah terpenuhi. Kami dapat anggaran Rp 1 miliar lebih untuk penunjang RPH. Intinya kami mau RPH dimanfaatkan," ujar Sugiono.(*)

Sumber: Tribunnews Kaltim
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Januar Alamijaya




]]>
2018-04-26
180 Antisipasi Jelang Ramadhan & Idul Fitri, Pemerintah Pastikan Sembako Aman & Murah http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/180/antisipasi-jelang-ramadhan--idul-fitri-pemerintah-pastikan-sembako-aman--murah.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/180/antisipasi-jelang-ramadhan--idul-fitri-pemerintah-pastikan-sembako-aman--murah.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ SAMARINDA - Mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga dan berkurangnya stok sembilan bahan pokok jelang Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 1439 H,  Kementerian Perdagangan bersama Pemprov Kaltim dan Tim Satgas Ketahanan Pangan Kaltim melakukan peninjauan ke pasar tradisional dan retail waralaba serta agen distributor sembako dan Bulog Samarinda.

Peninjauan dipimpin Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan didampingi Kadis Perindagkop dan UKM Fuad Assadin dan Tim Satgas Ketahanan Pangan Kaltim, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto serta Kabid Pelayanan Publik Bulog Kaltim Agung Setya Budi.

Oke Nurwan mengatakan, peninjauan ini untuk mengetahui jumlah stok dan harga sembako dan kebutuhan rumah tangga masyarakat Kaltim jelang bulan puasa dan lebaran tahun ini. "Kami ingin mengetahui langsung bagaimana kondisi pasokan dan harga sembako dan kebutuhan sehari-hari masyarakat di pasaran. Jangan sampai kebutuhan tersebut saat ini masih murah dan ada barangnya, ternyata ketika memasuki Ramadan dan menjelang lebaran sudah habis dan harganya mahal. Kami tentu tidak mau itu terjadi," kata Oke Nurwan didampingi Fuad Assadin usai peninjauan, Selasa (17/4).

Dari pantauan di lapangan, pemerintah melihat kondisi pasokan barang aman hingga lebaran Idul Fitri tahun ini. Karena itu, untuk antisipasi lonjakan dan keterbatasan stok barang, maka pemerintah berupaya memastikan barang tersebut harus tetap tersedia dan harga tetap terjangkau. Pemerintah tidak ingin, saat masuk Ramadan dan lebaran harga-harga bahan pokok justru melampaui harga yang ditetapkan pemerintah. "Memang sesuai hasil peninjauan tadi masih ada harga di atas yang ditetapkan pemerintah. Contoh, beras medium Rp9.950 per kg dan premium Rp13 ribu per kg. Bahkan, gula pasir saat ini juga normal harganya, kisaran Rp12.500," jelasnya.

Untuk daging sapi beku, pemerintah memastikan harga di pasaran tidak lebih dari Rp80 ribu per kg. Namun saat peninjauan kemarin harga daging beku bahkan sudah mencapai Rp90 ribu per kg. "Memang ada beberapa yang naik. Tapi kami sudah ingatkan agar distributor menetapkan harga yang wajar. Tapi secara umum kami pastikan stok aman dan harga terjangkau, sesuai ketetapan pemerintah," jelasnya. 

Kadis Perindagkop dan UKM Fuad Assadin mengatakan dari peninjauan ini, ternyata harga sembako di pasaran terkendali sesuai yang ditetapkan pemerintah. Misal, gula pasir yang ditetapkan pemerintah Rp12.000 per kg, ternyata di pasaran harga dijual di bawah itu. "Yang jelas, pemerintah komitmen untuk memastikan barang sembako aman dan harga terjangkau ketika puasa Ramadan dan lebaran nanti. Karena itu, kami akan koordinasikan segera kondisi tersebut. Apalagi, kalau melihat kondisi di lapangan stok sembako, baik beras, tepung terigu, minyak goreng dan gula aman hingga lebaran. Masyarakat juga tidak perlu panik karena stok kita semua aman," jelasnya.  

Peninjauan kemarin dimulai dari Pasar Segiri, Lotte Mart, PT Cahaya Setya Utama Pergudangan, UD Dermaga Pergudangan dan Bulog Kaltim.  Di Pasar Segiri harga beras medium Rp9.950 per kg dan premium Rp11 ribu. Gula pasir Rp12 ribu per kg. Cabe tiung Rp50 ribu per kg. Ayam potong kosongan Rp35 ribu per ekor. Daging sapi beku Rp90 ribu per kg. Daging segar lokal Rp120 ribu per kg.

Kemudian di Lotte Mart, bawang putih Rp28.700 per kg dan bawang merah Rp35.500 perkg. Daging beku Rp80rb per kg. Minyak goreng Rp12 ribu per liter. Kemudian di PT Cahaya Setia Utama tepung terigu stok ada 200 ton. Gula pasir pasokan 200 ton. Dari PT Cahaya Setia Utama antisipasi jelang puasa dan lebaran memastikan stok semua sembako ditingkatkan 10 hingga 15 persen. Minyak goreng per liter Rp10.700. Tepung 1 sak Rp126 ribu. Sedangkan di UD Dermaga Beras aman sampai lebaran. Harga beras medium lokal Rp184 per 50 kg dan Gula Bulog Rp538 per 50 kg. Terakhir di Bulog stok beras sejahtera (rastra) 1.300 ton, aman bahkan hingga November 2018. (jay/sul/humasprov)

Sumber: Humas Prov. Kaltim

]]>
2018-04-25
179 Rakontekda Peternakan Keswan 2018, Fokus 2 Juta Ekor Sapi dan Upsus Siwab http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/179/rakontekda-peternakan-keswan-2018-fokus-2-juta-ekor-sapi-dan-upsus-siwab.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/179/rakontekda-peternakan-keswan-2018-fokus-2-juta-ekor-sapi-dan-upsus-siwab.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) telah mencanangkan pencapaian Dua Juta Sapi dan penyuksesan program upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab) di daerah. Dua program tersebut menjadi topik utama kegiatan rapat koordinasi dan konsultasi teknis daerah (Rakontekda) Peternakan dan Kesehatan Hewan 2018 yang digelar Disnak Keswan Kaltim. 

Menurut Kepala Disnak Keswan Kaltim H Dadang Sudarya, pihaknya telah menyusun kebijakan strategis agar terwujud agribisnis peternakan yang berdaya saing menuju dua juta ekor sapi. “Sehingga program dan kegiatan pembangunan  peternakan di Kaltim diarahkan untuk mendukung pencapaian populasi dua juta ekor sapi,” katanya usai membuka Rakontekda Peternakan dan Keswan 2018 di Ruang Serbaguna Disnak Keswan Kaltim, Kamis (15/3). 

Dijelaskan, beberapa upaya telah dilakukan untuk mencapai dua juta ekor sapi di Kaltim diantaranya melalui dukungan dan partisipasi perbankan, perusahaan sawit, dan perusahaan pertambangan batu bara. Perusahaan sawit ujarnya, diharapkan akan terjadi integrasi sapi-sawit di lahan perkebunan kelapa sawit yang saat ini sudah mencapai 1,2 juta hektar luas lahan tanamnya.  Perkebunan  kelapa sawit ini sudah meliputi di 10 kabupaten dan kota dengan potensi yang sangat besar yang diperkirakan mampu mencapai 3,07 juta hektar. 

Sedangkan perusahaan pertambangan lanjutnya, akan dilakukan integrasi sapi di lahan eks tambang batu bara yang sekarang sudah cukup besar potensinya tersebar di seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Kaltim. Untuk itu diperlukan kebijakan baik tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten dan kota guna mendukung percepatan pencapaian dua juta ekor sapi tersebut. 

Selain itu, saat ini Disnak Keswan bersama instansi membidangi peternakan dan keswan di kabupaten dan kota mengembangkan kegiatan upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab). “Program ini menjadi program nasional sebagai upaya terobosan untuk peningkatan populasi sapi di Indonesia terlebih Kaltim,” jelasnya. Dadang mengharapkan melalui program Upsus Siwab ini maka memacu kelahiran ternak sapi hingga 3 juta ekor. “Upsus Siwab dapat mempercepat pencapaian 2 juta sapi melalui peningkatan populasi dan produktivitas ternak ruminansia yang berjalan secara berkelanjutan,” harapnya. 

Rakontekda digelar tiga hari (14-16 Maret) diikuti 100 peserta terdiri kepala dinas atau yang membidangi fungsi peternakan, sekretaris/kabid peternakan dan Kasubbag perencanaan kabupaten dan kota. Kegiatan menghadirkan nara sumber Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner serta Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan Keswan Kementerian Pertanian, pimpinan PT Berau Coal dan Direktur PT Ciomas. (yans/sul/humasprov)

Sumber: Humas Prov. Kaltim

]]>
2018-04-23
178 Investasi Peternakan di Kaltim Terbuka, Setiap Hari 150 Ribu Ekor Ayam Dipotong http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/178/investasi-peternakan-di-kaltim-terbuka-setiap-hari-150-ribu-ekor-ayam-dipotong.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/178/investasi-peternakan-di-kaltim-terbuka-setiap-hari-150-ribu-ekor-ayam-dipotong.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ SAMARINDA – Tidak kurang 150 ribu ekor ayam di potong setiap hari untuk memenuhi kebutuhan konsumsi protein masyarakat di Samarinda. Kondisi ini akhirnya membuka peluang usaha bagi investor untuk bisa berinventasi pada pembangunan rumah potong unggas (RPU). Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kaltim H Dadang Sudarya pada Rakontekda Peternakan dan Keswan se-Kaltim, pekan lalu.

Menurut dia, jumlah pemotongan unggas (ayam) hingga ratusan ribu per hari merupakan potensi yang besar untuk berinvestasi membangun RPU. Diakuinya selama ini pelaku usaha ayam potong biasa melakukan pemotongan hewan di pasar-pasar maupun tempat pemotongan yang mereka miliki. “Namun, kondisinya memang memprihatinkan. Sebab secara keamanan pangan dan kesehatan hal itu belum terjamin higinisnya (kebersihan),” katanya.

Karenanya, Disnak Keswan memberikan perhatian khusus terhadap tata kelola pemotongan ayam itu dengan memberikan kesempatan bagi investor. Khususnya pemilik modal usaha untuk membangun RPU agar pemotongan unggas (ayam) lebih baik dan terjamin kebersihan serta keamanan pangannya. “Setiap tata kelola pemotongan ternak kita menganut pola aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) dan pola itu bisa diterapkan di RPU,” jelasnya.

Dadang berharap terbangunnya RPU yang dilakukan investor selain memberikan jaminan ASUH produk peternakan juga masyarakat selaku konsumen bisa menikmati produk berkualitas. “Seperti halnya ternak besar (ruminansia) berupa sapi yang dilakukan pemotongannya di rumah potong hewan (RPH) oleh petugas yang terlatih dan terampil,” ungkapnya. (yans/sul/humasprov)


Sumber: Humas Prov. Kaltim

]]>
2018-04-23
177 Pacu Pertumbuhan Peternakan Rakyat http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/177/pacu-pertumbuhan-peternakan-rakyat.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/177/pacu-pertumbuhan-peternakan-rakyat.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Tanjung Redeb. Mendukung pengembangan usaha peternakan yang dikelola masyarakat, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, meluncurkan program Kredit Ternak Sejahtera (KTS) yang tersedia di Bankaltimtara.  KTS merupakan program permodalan kepada peternak.

Realisasi dana permodalan usaha subsektor peternakan untuk KTS dari lembaga perbankan di Kabupaten Berau sejak 2013 hingga saat ini telah mencapai Rp 5,7 miliar dan yang memanfaatkannya sebanyak 53 peternak.

Sekretaris Distanak Berau Mustakim mengatakan, KTS merupakan sumber pembiayaan yang difasilitasi Pemprov Kaltim melalui Bankaltimtara untuk memacu pertumbuhan peternakan rakyat di Benua Etam.

“Program permodalan usaha melalui program KTS  dimanfaatkan untuk usaha peternakan kambing, ayam potong dan sapi,” ujarnya kepada Berau Post, Selasa (17/4).

Berau merupakan dareeah terbesar di Kaltim yang memanfaatkan KTS. “Kami sering melakukan sosialisasi langsung kepada peternak melalui penyuluh di lapangan agar memanfaatkan program KTS. Bunga pinjamannya hanya sembilan persen per tahun,” ungkapnya.

Untuk pengajuan kredit program difasilitasi dan harus mendapatkan rekomendasi dari pihaknya. Kemudian bank menentukan jumlah yang diberikan.

“Sebelum mengajukan KTS, peternak harus memiliki Tanda Daftar Peternakan (TDP) yang bisa diperoleh di Dinas Pertanian dan Peternakan Berau. Jika tidak ada TDP perbankan tidak bisa menindaklanjuti pengajuan KTS tersebut,” tuturnya.

Sementara Kepala Seksi Bina Usaha Distanak Berau, Widodo mengatakan pada 2018 sebanyak 9 peternak mengajukan TDP. Kini 5 peternak telah menerima pendanaan dari program KTS. (*/nar/rio)

Sumber: prokal.co
Edisi     : kamis, 19 April 2018

]]>
2018-04-23
176 Rakorteknas I Tahun 2018 http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/176/rakorteknas-i-tahun-2018.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/176/rakorteknas-i-tahun-2018.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Bogor. Pada tanggal 16 - 17 April 2018 di Botani Square Bogor telah diselenggarakan Rapat Koordinasi Teknis Nasional I Tahun 2018 yang dihadiri oleh kepala/perwakilan SKPD yang membidangi fungsi peternakan dan keswan seluruh Indonesia (Provinsi dan Kab./Kota), Kepala UPT Bidang Perbibitan dan perwakilan dari Direktorat Teknis lingkup Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, anggota Komisi I UPSUS SIWAB Penambahan Populasi dan Pengentasan Kemiskinan (Direktorat Perbibitan & Produksi Ternak dan Direktorat Pakan). Sidang Komisi I, dibuka oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak.

Berdasarkan arahan  dan paparan Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Direktur Pakan, Kasubit Ruminansia Potong dan Kasudit Unggas dan Aneka Ternak serta hasil diskusi selama pertemuan, dapat dirumuskan hasil sebagai berikut:
1. Capaian Upsus Siwab Tahun 2017 sebagai berikut, realisasi kegiatan inseminasi buatan sejumlah 3.976.470 atau 99,41% dari target 4.juta; Realisasi kebuntingan sejumlah 1.892.462 atau 63,08% dari target 3 juta dan Realisasi kelahiran sejumlah 911.135 ekor.
2. Target Upsus Siwab tahun 2018 sebanyak 3 juta ekor akseptor, kebuntingan sapi/kerbau 2,1 juta ekor; serta kelahiran sapi/kerbau 1,68 juta ekor.
3. Kumulatif realisasi Upsus Siwab mulai 1 januari 2017 sampai 13 April 2018 sebanyak 5.143.398 dari target IB 7 juta atau 73,48%; Kebuntingan Target 5,1 juta realisasi 2.334.794 atau 45,78% dan kelahiran dengan target sebanyak 3,78 juta realisasi 1.136.454 ekor.
4. Ketidaksinkronan dan keterlambatan data IB, PKB dan Kelahiran yang disampaikan dalam Ishiknas perlu menjadi perhatian kita bersama dan perlu ditinjau kembali dalam sistem tersebut agar data dapat lancar, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
5. Capaian Upsus Siwab yang masih merah sampai dengan 13 April 2018 untuk IB ada 2 provinsi yaitu Prov Kepri dan NTT. Untuk PKB ada 5 Prov yaitu Jateng, Papua, NTT, DKI dan Maluku sedangkan untuk Kelahiran ada 8 Provinsi yaitu : Sulsel, Banten, DKI, Jateng, Sumsel, Jatim, NTT, Maluku. Untuk itu perlu dilakukan pelayanan terpadu oleh tim pusat, provinsi dan kabupaten/kota.  
6. Pemenuhan kebutuhan sarana prasarana, biaya operasional UPSUS SIWAB dapat dipenuhi dari APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten/Kota.
7. Usulan daerah untuk mengangkat petugas inseminator menjadi tenaga ASN atau THL, asuransi bagi para petugas teknis reproduksi, serta mengusulkan peningkatan biaya operasional inseminasi buatan, PKB, dan pelaporan kelahiran.
8. Laporan kebuntingan masih rendah dikarenakan belum intensifnya pelaporan PKB dan kurangnya petugas PKB, untuk itu agar dilakukan pelayanan terpadu masal ditiap-tiap daerah dan pelaksanaan Bimtek PKB.
9. Rendahnya laporan kelahiran (belum mencerminkan angka kebuntingan ditahun 2017) dikarenakan pelaporan kelahiran belum berdasarkan list data kebuntingan tahun 2017 dan belum semua kelahiran terlaporkan untuk itu petugas harus aktif melakukan pemantauan kelahiran dilapangan dengan melibatkan peternak.
10. Berdasarkan Perpres Nomor 16 Tahun 2018 pengadaan semen beku dimungkinkan melalui swakelola dan adanya MoU antara Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan produsen semen beku (BBIB Singosari, BIB Lembang dan BIBD yang telah tersertifikasi LSPro). BIBD yang telah memperoleh sertifikat SNI, dapat dilibatkan dalam penyediaan semen beku minimal untuk memenuhi
kebutuhan sendiri sesuai dengan aturan yang berlaku.
11. Adanya laporan daerah terkait inseminator ilegal dan peredaran semen beku diluar sistem, untuk itu perlu ditindaklanjuti dalam bentuk pembinaan secara berjenjang tehadap petugas teknis reproduksi dan pengawasan peredaran semen beku.  
12. Fasilitasi Banper ayam lokal termasuk bantuan pakan, perkandangan, Bimtek yang diperuntukkan rumah tangga pra sejahtera agar melibatkan Dinas yang melaksanakan fungsi Peternakan dan Kesehatan hewan Kabupaten dan aparat desa.
13. Dinas yang melaksanakan fungsi peternakan dan kesehatan hewan daerah akan mempercepat pelaksanaan kegiatan pakan sesuai dengan kesepakatan rapat percepatan pelaksanaan kegiatan pakan bulan Maret 2018.  
14. Pelarangan Antibiotik Growth Promoters (AGP) dimulai sejak bulan Januari 2018, dibutuhkan pengawasan yang ketat oleh Pengawas Mutu Pakan di daerah terkait peredaran pakan yang masih menggunakan AGP
15. Calon penerima bantuan Indukan BC berkomitmen dalam menjamin ketersediaan pakan  untuk mencukupi kebutuhan ternak secara berkelanjutan.
16. Untuk menunjang pelaksanaan program diusulkan pengadaan benih/bibit (ternak dan HPT) melalui penunjukkan langsung sehingga perlu dilakukan revisi Perpres pengadaan barang dan jasa. 
17. Dinas yang melaksanakan fungsi peternakan dan kesehatan hewan provinsi, akan mengawal alokasi DAK Tahun 2019.
18. Kegiatan pendukung Upsus Siwab belum terpantau kinerjanya dalam pelaporan Isiknas (Pakan, Ganrep, Betina Produktif), untuk itu diharapkan satker dapat menghitung kinerja kegiatan pendukung tersebut dan melaporkan secara proaktif.
(tim perumus)
 

 

]]>
2018-04-17
175 Upsus Siwab Kaltim Pacu 7.050 akseptor di Tahun 2018 http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/175/upsus-siwab-kaltim-pacu-7.050-akseptor-di-tahun-2018.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/175/upsus-siwab-kaltim-pacu-7.050-akseptor-di-tahun-2018.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Kinerja Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) Tahun 2017 secara nasional dapat dikatakan berhasil, yang tercermin dari terlaksananya Inseminasi Buatan (IB) pada 3.974.401 atau 99,36% dari target 4.000.000 akseptor dan total kebuntingan mencapai 1.893.022 ekor dari target 3.000.000 ekor atau terpenuhi sebesar 63,10%. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita saat acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian pada tanggal 15 januari 2018 di Hotel Bidakara Jakarta.

Pada tahun 2017 kinerja program UPSUS SIWAB di kaltim masih banyak yang harus dievaluasi. Target Inseminasi Buatan (IB) sebanyak 18.942 akseptor hanya terealisasi sebanyak 8.450 akseptor (44,61%), total kebuntingan 10.273 ekor dari target 12.312 ekor (83,44%) dan jumlah kelahiran sebanyak 1.843 ekor dari total kebuntingan (17,94%).

Hasil kinerja upsus siwab secara nasional pada tahun 2017 dapat dikatakan berhasil, yang tercermin dari terlaksananya IB pada 3.974.401 atau 99,36% dari target 4.000.000 akseptor. Tingkat kebuntingan mencapai 1.893.022 ekor atau 63,10% dari target 3.000.000 ekor dengan kelahiran mencapai 911.031 ekor atau 48,13% dari total kebuntingan.

Menurut I Ketut Diarmita jika dilihat secara keseluruhan terdapat beberapa kendala dan kelemahan pelaksanaan upsus siwab di tahun 2017. Beberapa diantaranya:

  1. Rancangan satuan biaya komponen SIWAB yang tidak akurat
  2. Kurang optimalnya tata kelola administrasi keuangan terkait pembiayaan operasional pelayanan SIWAB (operasional PKB dan ATR)
  3. Keberagaman pemahaman tentang pedum UPSUS
  4. Kurang optimalnya koordinasi pelaksanaan antara Provinsi dan Kab./Kota menjadi bagian penting untuk perbaikan pelaksanaan SIWAB tahun 2018.

Pada tahun 2018 target UPSUS SIWAB untuk seluruh Indonesia sebanyak 3 Juta akseptor dari 5,9 juta sapi/kerbau betina produktif dengan target kebuntingan sebanyak 2,3 juta ekor.

Program Upsus Siwab di Provinsi Kalimantan Timur ditargetkan sebanyak 7.050 akseptor sapi/kerbau betina produktif untuk dilakukan Inseminasi Buatan dengan target kebuntingan sebanyak 5.262 ekor dengan jumlah kelahiran 4.421 ekor.

]]>
2018-04-14
174 Kementan Gelar Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2018 http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/174/kementan-gelar-rakernas-pembangunan-pertanian-tahun-2018.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/174/kementan-gelar-rakernas-pembangunan-pertanian-tahun-2018.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Jakarta. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2018 telah dilaksanakan pada Senin, 15 Januari 2018 bertempat di Hotel Bidakara Jakarta dengan mengundang sebagai peserta kepala dinas lingkup pertanian provinsi seluruh Indonesia dan kepala dinas lingkup pertanian kabupaten/kota di 17 provinsi sentra produksi pangan, Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam), Komandan Resor Miiliter (Danrem), Komandan Distrik Militer (Dandim) TNI AD, dan pejabat Eselon 1, 2 dan 3 serta Kepala UPT vertikal lingkup Kementerian Pertanian. 

Rakernas pada tahun ini mengambil tema “Mengangkat Kesejahteraan Petani” dengan tujuan membahas dan memperkuat komitmen para pemangku kepentingan di pusat dan daerah dalam rangka: (1) upaya percepatan pelaksanaan kegiatan khususnya terkait pencapaian target produksi pertanian menuju swasembada pangan berkelanjutan; 2) pemantapan kegiatan padat karya dan pengentasan kemiskinan bidang pertanian; dan 3) pelaksanaan program dan kegiatan sesuai dengan sasaran dan aturan yang berlaku.

Dalam rapat tersebut dihasilkan Rumusan Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2018 sebagai berikut:

  1. Upaya Khusus (Upsus) swasembada pangan yang kita laksanakan bersama sejak tahun 2015 telah berjalan on the track yang ditandai dengan peningkatan produksi komoditas strategis sehingga Indonesia tidak mengimpor beras medium, bawang merah dan cabai segar sejak 2016 dan tidak mengimpor jagung untuk pakan ternak di tahun 2017. Indonesia bahkan telah mengekspor beras dan bawang merah dan komoditas lainnya dari perbatasan.
  2. Kinerja produksi komoditas strategis nasional pada tahun 2017 tercatat positif dimana terjadi kenaikan produksi padi, jagung dan bawang merah masing-masing sebesar 2,4%; 18,5% dan 3,3% dibandingkan tahun 2016, dan untuk komoditas gula, daging sapi, sawit, dan karet masing-masing meningkat 10,9%; 2,6%; 6,4%; dan 2,3% dibanding 2016.
  3. Kinerja positif sektor pertanian pada tiga tahun terakhir telah berdampak pada kesejahteraan petani dimana jumlah rumah tangga petani sejahtera meningkat dari 85,25 persen pada Maret 2014 menjadi 85,87 persen pada Maret 2017.
  4. Kementerian Pertanian pada tahun 2018 melaksanakan kegiatan padat karya (cash for work) di 100 kabupaten/kota dan kegiatan-kegiatan produktif lainnya dalam rangka percepatan pengentasan kemiskinan. Kegiatan padat karya mencakup cetak sawah, rehab jaringan irigasi tersier, pembangunan embung/dam parit/long storage, pembangunan jalan usaha tani, penangkaran benih/bibit hortikultura dan perkebunan dan pengembangan kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Kegiatan pengentasan kemiskinan dilaksanakan melalui pemberdayaan petani dan fasilitasi bantuan ternak ayam, itik, kambing/domba, kelinci, bantuan benih/bibit hortikultura dan perkebunan kepada rumah tangga miskin di perdesaan serta bantuan alat dan mesin pertanian kepada petani yang tidak memiliki lahan.
  5. Disamping program padat karya dan pengentasan kemiskinan, pada tahun 2018 Kementerian Pertanian fokus memperkuat Upaya Khusus (Upsus) pangan strategis yang mencakup padi, jagung, cabai, bawang merah dan bawang putih guna mencapai swasembada dan swasembada berkelanjutan; meningkatkan populasi sapi melalui program Inseminasi Buatan/SIWAB; mengembalikan kejayaan rempah-rempah nasional; pemanfaatan lahan rawa/lebak untuk budidaya pertanian; serta pengembangan kawasan pertanian berbasis korporasi.
  6. Pada tahun 2018 Kementerian Pertanian akan membenahi sistem perbenihan nasional melalui penguatan infrastruktur penelitian dan pengembangan perbenihan untuk benih/bibit hortikultura, perkebunan dan peternakan, penyuluhan dan pemberdayaan petani serta penguatan kerjasama pemerintah-swasta dan masyarakat.
  7. Pemanfaatan lahan rawa/lebak dilakukan secara bertahap sejak tahun 2017 yang dilanjutkan di 2018 sebanyak 1,0 juta hektar, dari potensi 10 juta hektar yang tersebar di beberapa provinsi. Kementerian Pertanian telah menyiapkan bantuan 212 unit excavator dari pengadaan tahun 2017 dan ditambah 300 unit excavator pada tahun 2018 untuk pengelolaan lahan rawa/lebak.
  8. Pemanfaatan lahan kering/tadah hujan (rainfed) dilakukan dengan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) melalui pembangunan sumber-sumber pengairan seperti embung, long storage, dam parit dan lainnya. Dibutuhkan dukungan Kementerian PUPR, Kemendes PDTT, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya termasuk jajaran TNI AD dan penyuluh di lapangan untuk melanjutkan pendampingan dan pengawalan Upsus yang telah berjalan baik selama ini.
  9. Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan komoditas strategis cabai dan bawang merah untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri dan ekspor dilakukan melalui upaya manajemen tanam yang diiringi dengan dukungan perbenihan dan perlindungan tanaman dari serangan OPT dan dampak perubahan iklim.
  10. Memasuki panen padi yang akan mencapai puncaknya pada Februari-April 2018, Kementerian Pertanian menghimbau pihak-pihak terkait untuk mengantisipasi jatuhnya harga pada saat panen raya. Dinas pertanian kabupaten bersama jajaran Dandim setempat agar mendorong dan mendukung program Serap Gabah Petani oleh Bulog dengan target Januari-Desember 2018 dapat diserap 3,7 juta ton setara beras.
  11. Distribusi bahan-bahan kebutuhan pokok agar terus dikawal guna menghindari penimbunan oleh para oknum pedagang. Dalam hal ini Kementerian Pertanian mendukung kinerja Tim Satgas Pangan yang dibentuk oleh Kapolri untuk terus bersamasama melakukan pengawalan dan pemantauan sehingga tidak terjadi gejolak harga yang merugikan di tingkat konsumen.
  12. Dinas pertanian lingkup provinsi dan kabupaten/kota agar melaksanakan pengawalan, pendampingan serta pelaporan kegiatan dengan baik mengingat fungsi pemerintah yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membina dan memberdayakan petani.
  13. Seluruh Pedum, Juklak dan Juknis kegiatan 2018 yang telah dibagikan ke daerah agar segera ditindaklanjuti dengan Rapat Kerja Daerah di tingkat provinsi/kabupaten/kota, sehingga kegiatan-kegiatan 2018 dapat segera dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selanjutnya para kepala dinas pertanian lingkup pertanian provinsi dan kabupaten/kota agar segera menetapkan PPK di daerah dan memfinalkan CP/CL.

Sumber: Tim Perumus (http://www.pertanian.go.id/ap_pengumuman/detil_pengumuman/287)

]]>
2018-04-14
173 DPKH Kaltim Optimalkan Reproduksi Sapi Ternak http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/173/dpkh-kaltim-optimalkan-reproduksi-sapi-ternak.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/173/dpkh-kaltim-optimalkan-reproduksi-sapi-ternak.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ SAMARINDA - Selain program vaksinasi rabies tersebut, ada pula program lain yang telah dilakukan, yakni pemeriksaan kebuntingan ternak sapi serta inseminasi buatan/kawin suntik.
"Ini dilakukan kemarin di Kelompok Ternak Bersama di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda. Ada 138 ekor sapi yang kami pemeriksakan, inseminasi buatan. Ini sekaligus pencanangan kegiatan Upsus Siwab atau Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting," Kepala Dinas Peternakan, Dadang Sudarya.
Dari hasil upsus siwab tersebut, diharapkan bisa meningkatkan reproduksi sapi dan kerbau yang ada di Kaltim. "Optimalisasi reproduksi sapi dan ternak melalui kawin suntik/kawin alam. Kami juga lakukan penanggulangan status reproduksi. Jadi, saluran reproduksi sapi itu diperiksa, untuk mengetahui apakah saluran reproduksi sapinya normal atau tidak. Jika ada gangguan, maka akan dilakukan pengobatan," ucapnya.
 
Bagian dari upsus siwab tersebut, juga fokus pada bagaimana pakan sapi-sapi yang ada di Kaltim. "Ada juga rangkaian upsus siwab, yakni perbaikan pakan ternak, untuk sapi-sapi yang kurus. Karena terbatas, kami prioritaskan untuk sapi-sapi jenis Brahman Cross. Selain itu, kami juga lakukan sosialisasi terkait larangan pemotongan ternak yang produktif. Biasanya, usia produktif ternak itu di bawah 8 tahun. Ini yang diharap tidak boleh dilakukan pemotongan," ucap Dadang.
 
Sumber: tribun kaltim (terbit: 4 Januari 2018)
Penulis: Anjas Pratama
Editor: Fransina Luhukay
]]>
2018-04-05
172 DPKH Gelar Pemeriksaan Kebuntingan Ternak & IB http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/172/dpkh-gelar-pemeriksaan-kebuntingan-ternak--ib.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/172/dpkh-gelar-pemeriksaan-kebuntingan-ternak--ib.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Selain program vaksinasi rabies (baca:Dinas Beri Vaksin Rabies Gratis), ada pula program lain yang telah dilakukan, yakni pemeriksaan kebutingan ternak sapi, serta inseminasi buatan/ kawin suntik.

“Ini dilakukan kemarin di Kelompok Ternak Bersama di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda. Ada 138 ekor sapi yang kami berikan pemeriksaan ternak sapi, inseminasi buatan. Ini sekaligus pencanangan kegiatan Upsus Siwab, Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting,” ucapnya.

Dari hasil Upsus Siwab tersebut, diharapkan bisa meningkatkan reproduksi sapi atau kambing yang ada di Kaltim.

“Optimalisasi reproduksi sapi dan ternak melalui kawin suntik/ kawin alam. Kami juga lakukan penanggulangan status reproduksi. Jadi, saluran reproduksi sapi itu diperiksa, untuk mengetahui apakah saluran reprosuksinya normal atau tidak. Jika ada gangguan, maka akan dilakukan pengobatan,” ucapnya.

Bagian dari Upsus Siwab tersebut, juga fokus pada bagaimana pakan sapi-sapi yang ada di Kaltim..

“Ada juga rangkaian Upsus Siwab, yakni perbaikan pakan ternak, untuk sapi-sapi yang kurus. Karena terbatas, kami prioritaskan untuk sapi-sapi jenis Brahman Cross. Selain itu, kami juga lakukan sosialisasi terkait larangan pemotongan ternak yang produktif. Biasanya, usia produktif ternak itu dibawah 8 tahun. Ini yang diharap tidak boleh dilakukan pemotongan,” ucap Dadang.

Sumber: tribun kaltim (terbit:4 Januari 2018)
Penulis: Anjas Pratama
Editor: Januar Alamijaya

]]>
2018-04-05
171 Dinas Peternakan Beri Vaksin Rabies Gratis http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/171/dinas-peternakan-beri-vaksin-rabies-gratis.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/171/dinas-peternakan-beri-vaksin-rabies-gratis.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/

Ikut ambil bagian dalam perayaan HUT Pemprov Kaltim ke 61, Dinas Peternakan Kaltim melakukan beberapa kegiatan terkait peternakan. Hal ini disampaikan Dadang Sudarya, Kepala Dinas Peternakan Kaltim, saat ditemui Tribun, Kamis (4/1/2018).

“Untuk ulang tahun Kaltim ke 61, tahun ini kami lakukan beberapa kegiatan. Pertama, vaksinasi rabies terhadap musang, kucing, anjing, hingga kera. Ini sudah digelar sejak Rabu dan akan berakhir pada Jumat ini. Itu dilakukan tepat di Kantor Dinas Peternakan Kaltim selama jam kerj,” ucapnya.

Pelaksanaan program ini, diakuinya tanpa biaya, alias gratis untuk masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan mereka.

“Kemarin, sekitar ada 80 ekor kucing, dan juga hari ini hingga pukul 12.00 WITA sudah ada 50 ekor kucing, dan masih ada kesempatan hingga Jumat ini. Kami harapkan masyarakat yang ingin lakukan vaksin rabies bisa memaksimalkan kesempatan ini, karena semuanya gratis tanpa biaya. Cukup datang langsung ke kantor kami,” ucapnya.

Pentingnya vaksinasi rabies yang juga dilakukan tanpa biaya ini, disebut Dadang bisa meminimalisir potensi penyakit rabies, terlebih kepada hewan-hewan yang berpotensi terjangkit penyakit tersebut.

“Sejauh ini sudah ada 132 ekor binatang yang ikuti vaksinasi rabies. Vaksin dari kami, dokternya juga dari kami. Rabies ini kan penyakit yang sering disebut penyakit anjing gila. Padahal, tak hanya sekedar diidap oleh anjing, penyakit ini juga bisa terkena bagi kucing, kera dan musang. Ketika binatang terkena rabies, saat menggigit manusia, potensi rabies akan tertular. Ini bisa menyebabkan kematin, jika tak ditangani lebih lanjut. Bisa fatal akibatnya ketika telat penanganan. Sebaiknya, dalam setahun, vaksinasi bisa dilakukan sebanyak 2 kali,” ucapnya.

Sumber: tribun kaltim (terbit:4 Januari 2018)

Penulis: Anjas Pratama

Editor: Januar Alamijaya

]]>
2018-04-05
170 NTP Peternakan Mengalami Penurunan di Februari 2018 http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/170/ntp-peternakan-mengalami-penurunan-di-februari-2018.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/170/ntp-peternakan-mengalami-penurunan-di-februari-2018.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. NTP Provinsi Kalimantan Timur Februari 2018 sebesar 97,74 atau naik 0,30 persen dibanding NTP pada bulan Januari 2018 yang tercatat sebesar  97,45. Peningkatan NTP disebabkan persentase peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) lebih besar dibanding persentase peningkatan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).

NTP pada  bulan Februari 2018 naik 0,30 persen dibandingkan NTP bulan Januari 2018, yaitu dari 97,45 menjadi 97,74. Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang lebih besar dibanding peningkatan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib). Peningkatan It pada Bulan Februari 2018 sebesar 0,43 persen, sedangkan peningkatan Ib sebesar 0,14 persen. Pada Februari 2018, NTP untuk semua subsektor mengalami peningkatan kecuali pada NTP sub sektor peternakan. NTPP mengalami peningkatan sebesar 0,02, NTPH mengalami peningkatan  sebesar 0,66 persen, NTPR mengalami peningkatan sebesar 1,24, NTPN mengalami peningkatan sebesar 0,17 persen. Sedangkan, NTPT mengalami penurunan sebesar 0,90 persen.

Indeks  Harga  yang  Diterima  Petani  (It)  menunjukkan  fluktuasi  harga  komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada Februari 2018, indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 123,76 atau mengalami peningkatan sebesar 0,43 persen dari It bulan Januari 2018 yang pada saat itu sebesar 123,22. Dilihat dari sub sektornya, It mengalami penurunan hanya pada subsektor peternakan yaitu sebesar 0,87 persen sedangkan subsektor lainnya mengalami peningkatan. Penurunan It pada  subsektor peternakan tersebut yang menyebabkan NTPT Februari mengalami penurunan. Peningkatan It terbesar terdapat pada subsektor perkebunan rakyat sedangkan peningkatan paling kecil/rendah terdapat pada subsektor tanaman pangan.

Dari Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib), dapat dilihat harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan khususnya petani yang merupakan bagian terbesar, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. Pada bulan Februari 2018, indeks harga yang dibayar (Ib) petani di Provinsi Kalimantan Timur sebesar 126,62 atau mengalami peningkatan 0,14 persen bila dibandingkan Januari 2018. Peningkatan pada indeks yang dibayar petani disumbang oleh peningkatan indeks kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,13 persen dan indeks kelompok BPPBM sebesar 0,18 persen.

Pada Bulan Februari 2018, NTPT turun sebesar 0,90 persen dari NTPT Januari 2018. NTPT ini mengalami penurunan untuk pertama kalinya semenjak November 2017. Penurunan disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan sebesar 0,87 persen tetapi indeks yang dibayar oleh petani (Ib) mengalami peningkatan sebesar 0,03 persen. Penurunan Ib disumbang oleh penurunan 3 komponen penyusunnya, yaitu dari ternak besar, ternak kecil, dan hasil ternak. Peningkatan indeks harga yang dibayar petani (Ib) dipengaruhi oleh peningkatan pada indeks kelompok konsumsi rumah tangga maupun kelompok dengan persentase peningkatan yang sama, yaitu sebesar 0,03 persen.

Pada bulan Februari 2018 terjadi peningkatan NTUP sebesar 0,25 persen. Penurunan NTUP hanya terjadi di subsektor peternakan dengan nilai penurunan sebesar 0,90 persen. Penurunan NTUP sejalan dengan penurunan NTP di subsektor peternakan. Namun walaupun menurun, NTUP terbesar baik di Bulan Januari maupun Februari masih tetap terdapat pada subsektor peternakan. Persentase peningkatan NTUP terbesar terdapat pada subsektor tanaman perkebunan rakyat dengan nilai sebesar 1,06 persen.

Sumber: BPS Prov. Kalimantan Timur

]]>
2018-04-05
169 NTP Peternakan Naik di Bulan Januari 2018 http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/169/ntp-peternakan-naik-di-bulan-januari-2018.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/169/ntp-peternakan-naik-di-bulan-januari-2018.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Pada Bulan Januari 2019, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) naik sebesar 1,79 persen. Hal ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani mengalami peningkatan sebesar 2,22 persen sedangkan indeks yang dibayar oleh petani hanya mengalami peningkatan sebesar 0,42 persen.

Peningkatan It pada bulan Januari 2018 disebabkan oleh peningkatan indeks pada kelompok hasil ternak dengan persentase peningkatan sebesar 2,25 persen. Penurunan indeks pada kelompok hasil ternak terjadi pada kelompok ternak besar (turun 0,65 persen) dan ternak kecil (turun 0,21 persen). Perubahan pada indeks harga yang dibayar petani (Ib) dipengaruhi oleh peningkatan pada indeks kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,39 persen dan indeks kelompok BPPBM sebesar 0,47 persen.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) subsektor peternakan mengalami peningkatan sebesar 1,75 persen dari 118,15 pada Desember 2017 menjadi 120,21 pada Januari 2018.

Secara umum, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kalimantan Timur (termasuk Kalimantan Utara) pada bulan Januari 2018 sebesar 97,45 atau turun 0,18 persen dibanding NTP pada bulan Desember 2017 yang tercatat sebesar 97,28. Peningkatan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) masih lebih besar (mengalami peningkatan sebesar 0,59 persen) dari Indeks Harga yang Diterima Petani (It) (mengalami peningkatan sebesar 0,49 persen).

NTP per subsektor Provinsi Kalimantan Timur Januari 2018, yaitu Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 96,62, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 92,18, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 92,80, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 108,20 dan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTPN) sebesar 103,01.

Pada bulan Januari 2018 terjadi peningkatan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) sebesar 0,11 persen. Penurunan NTUP hanya terjadi di subsektor tanaman perkebunan rakyat. Hal ini sejalan dengan penurunan NTP di subsektor tersebut. Namun tidak seperti subsektor tanaman perkebunan rakyat, peningkatan NTUP pada subsektor perikanan ternyata tidak sejalan dengan perubahan NTP nya. Akan tetapi, NTUP pada sektor perikanan tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,18 persen pada bulan Januari 2018.

Sumber: BPS Prov. Kalimantan Timur (press Release tgl. 1 Februari 2018)

]]>
2018-04-05
168 NTP Peternakan Mengalami Kenaikan di Bulan Desember 2017 http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/168/ntp-peternakan-mengalami-kenaikan-di-bulan-desember-2017.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/168/ntp-peternakan-mengalami-kenaikan-di-bulan-desember-2017.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. NTP Provinsi Kalimantan Timur Desember 2017 sebesar 97,28 atau turun 0,16 persen dibanding NTP pada bulan November yang tercatat sebesar  97,43. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami peningkatan sebesar 0,26 persen sementara Indeks Harga yang Diterima Petani (It) hanya mengalami peningkatan sebesar 0,11 persen.

NTP  pada  bulan  Desember 2017  turun 0,28 persen dibandingkan NTP bulan November 2017, yaitu dari 97,43 menjadi 97,28. Hal ini dipengaruhi oleh Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami peningkatan sebesar 0,26 persen sementara Indeks Harga yang Diterima Petani (It) hanya mengalami peningkatan sebesar 0,11 persen. Pada Desember 2017, terjadi peningkatan NTP pada tiga subsektor yaitu NTPH mengalami peningkatan sebesar 0,64 persen, NTPT mengalami peningkatan sebesar 1,50 persen, dan NTPN mengalami peningkatan sebesar 0,68 persen. Sementara NTPP mengalami penurunan 0,27 persen dan NTPR mengalami penurunan sebesar 2,11 persen.

Indeks  Harga  yang  Diterima  Petani  (It)  menunjukkan  fluktuasi  harga  komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada Desember 2017, indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 122,51 atau mengalami peningkatan sebesar 0,11 persen dari It bulan November 2017 yang mencapai sebesar 122,37. Dilihat dari subsektornya, It mengalami penurunan pada subsektor tanaman pangan dan perkebunan rakyat sebesar 0,01 persen dan 1,81 persen. Sedangkan subsektor hortikultura, subsektor peternakan, dan subsektor perikanan mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,91 persen, 1,75 persen, dan 0,85 persen.

Dari Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib), dapat dilihat harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan khususnya petani yang merupakan bagian terbesar, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Pada bulan Desember 2017, indeks harga yang dibayar (Ib) petani di Provinsi Kalimantan Timur sebesar 125,94 atau mengalami peningkatan 0,26 persen bila dibandingkan November 2017. Peningkatan pada indeks dibayar petani dipengaruhi oleh peningkatan pada indeks kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,32 persen dan indeks kelompok BPPBM sebesar 0,08 persen.

Pada Bulan Desember 2017, NTPT naik sebesar 1,50 persen. Hal ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani mengalami peningkatan sebesar 1,75 persen sedangkan indeks yang dibayar oleh petani hanya mengalami peningkatan sebesar 0,25 persen. Peningkatan It pada bulan Desember 2017 disebabkan oleh naiknya indeks di dua kelompok yaitu kelompok unggas dan kelompok hasil ternak sebesar 1,28 persen dan 1,77 persen.  Perubahan pada indeks harga yang dibayar petani (Ib) dipengaruhi oleh peningkatan pada indeks kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,34 persen dan indeks kelompok BPPBM sebesar 0,07 persen.

Pada bulan Desember 2017 terjadi peningkatan NTUP sebesar 0,03 persen. Hal ini terjadi karena It mengalami peningkatan sebesar 0,11 persen, sedangkan Ib kelompok BPPM hanya naik sebesar 0,08 persen. Peningkatan NTUP disebabkan oleh naiknya NTUP di tiga subsektor yaitu subsektor tanaman hortikultura sebesar  0,94 persen, subsektor peternakan sebesar 1,68 persen, dan subsektor perikanan sebesar 0,95 persen. Sementara itu, subsektor tanaman pangan mengalami penurunan  sebesar 0,07 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,06 persen.

Sumber: BPS Prov. Kalimantan Timur

]]>
2018-04-05