feed http://peternakan.kaltimprov.go.id/ http://peternakan.kaltimprov.go.id/ Dinas Peternakan & Kesehatan HewanProvinsi Kalimantan Timur id-ID nizar@numesa.co.id Copyright 2018 http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/logo.png W3Schools.com http://peternakan.kaltimprov.go.id/ 209 KT Damar Wulan, Kluster Sapi Binaan BI http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/209/kt-damar-wulan-kluster-sapi-binaan-bi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/209/kt-damar-wulan-kluster-sapi-binaan-bi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Ketua kelompok kluster sapi BI Damar Wulan, Gunanto mengatakan, karena binaan dari BI semua yang berasal dari sapi bisa menjadi penghasilan. Tak hanya daging, feses dan urin sapi juga menjadi uang. “Untuk feses kami sudah punya kemasan yang diberi nama BI Go Green. Kotoran sapi tersebut dikemas 5 kilogram dan 10 kilogram untuk satu bungkus”, ujarnya.

Gunanto menjelaskan dalam satu hari sapi bisa mengeluarkan hingga 10 kilogram feses. Sekarang sudah ada 150 sapi yang setiap harinya menghasilkan feses. Setelah diolah, satu kilogram feses sapi dijual 2.000 rupiah. “Semua itu belajar dari BI. Bahkan tak hanya feses, untuk urin juga bisa difermentasi untuk dijadikan pupuk”, ungkapnya.

Menurutnya, urin yang sudah diolah bisa dijual hingga 5.000 rupiah per liter. Sedangkan, yang belum diolah 1.000 rupiah per liter. Satu sapi jantan dalam satu hari satu malam bisa menghasilkan 10 liter urin. Sedangkan sapi betina 15 liter. Saat ini, sapi hidup per kilogramnya Rp 48 ribu. Satu ekor sapi bisa punya berat 225-350 kilogram.

Dalam setahun, khususnya hari besar seperti Idul Adha sebelum menjadi kluster sapi, peternak bisa menjual 40 ekor sapi. Setelah menjadi kluster sapi pada 2016 meningkat menjadi 70 ekor per tahun. Memasuki 2017 berhasil menjual 98 ekor sapi. Sedangkan di luar Idu Adha, pada tahun 2015 sebelum menjadi kluster hanya mampu menjual 3 ekor sapi. Setelah menjadi kluster sapi BI, kelompok ini bisa menjual hingga 20 ekor per tahun di luar Idul Adha. Bahkan tahun ini pihaknya bisa menjual 100 ekor siap jual.

“Itu karena dulu banyak peternak yang tidak mengerti. Kalau bukan lebaran tidak mau menjual. Karena menyimpan untuk lebaran. Tetapi setelah dibina, kalau ada yang mau beli yah kami jual, nanti cari sapi lagi”, tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)

Sumber: Kaltimpost, Edisi Selasa. 25 September 2018.

 

]]>
2018-09-27
208 Jaga Inflasi Lewat kluster Sapi http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/208/jaga-inflasi-lewat-kluster-sapi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/208/jaga-inflasi-lewat-kluster-sapi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Pemerintah dan Bank Indonesia terus berinovasi dalam menjaga inflasi di Kaltim. Salah satunya dengan menyediakan kebutuhan daging sapi yang masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.

Diketahui saat ini penyebab inflasi sering datang dari bahan makanan. Baik itu pertanian maupun peternakan. Pada Agustus lalu, inflasi di Bumi Etam tercatat 0,15 persen dan sangat terkendali. Awalnya program kluster sapi untuk mendukung peningkatan produktifitas cabai di Samarinda. Namun, karena pengembangan peternakan sapi, warga Mugirejo malah mendapat peningkatan keuntungan hingga ratusan persen. Sehingga dilanjutkan menjadi pengembangan sapi untuk pemenuhan dan daging sapi di Kaltim.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan, Klaster sapi Damar Wulan telah beroperasi sangat baik. Kluster ini ,berjalan sesuai fungsinya, yaitu membantu pencegahan inflasi yang lebih tinggi lewat program ini. “Kami dari pusat tentu sangat senang melihat ada kepedulian besar untuk mengendalikan inflasi daerah”, ungkapnya usai member bantuan kepada peternakan sapi di Mugirejo, Samarinda, Senin (24/9). “Meski Kaltim sudah memberikan angka inflasi yang terkendali, Kaltim terus melakukan antisipasi kenaikan harga berkelanjutan, salah satunya melalui kluster sapi”, terangnya.

Kepala Dinas Peternakan Kaltim, Dadang Sudarya mengatakan, kluster sapi Bank Indonesia sangat membantu mengembangkan sapi di Kaltim. Karena dengan adanya kluster sapi ini menggairahkan peternak lokal. Sehingga, para peternak bisa meningkatkan jumlah sapi yang dipelihara dan meningkatkan pendapatan para peternak.

“BI ikut membantu mengembangkan ekonomi rakyat lewat kluster sapi ini. Kami berharap, tidak hanya di Samarinda, tapi kluster sapi bisa ada di beberapa daerah lainnya”, ungkapnya. Pihaknya berharap, bisa lebih banyak kluster sapi. Karena saat ini populasi sapi di Kaltim ada 110.097 ekor. Produksi sapi di Kaltim ada 9.129 ton atau 57.791 ekor yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan lar RPH. Kebutuhan jumlah sapi potong baru disuplai dari sapi lokal sekitar 20 persen sisanya masih dipenuhi dari luar daerah.

“Bank Indonesia sangat membantu mengembangkan sapi untuk menekan inflasi dari kebutuhan ternak Kaltim”, tuturnya. Bahkan, tambahnya untuk di Samarinda populasi sapi ada 5.682 ekor. Produksi sapi di Samarinda ada 2.686 ton atau 17.009 ekor yang dipotong di RPH dan luar RPH. Kebutuhan sapi Samarinda baru terpenuhi 15 persen. “Masih membutuhkan banyak sapi untuk dikembangkan di Kaltim”, tutupnya.

Sumber: Kaltimpost. Edisi Selasa, 25 september 2018.

]]>
2018-09-27
207 Pengembangan Sapi Terus Didorong http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/207/pengembangan-sapi-terus-didorong.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/207/pengembangan-sapi-terus-didorong.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kaltim terus mendorong perusahaan tambang dan perkebunan di Bumi Etam untuk mau memanfaatkan lahan eks tambang dan perkebunan mereka sebagai tempat pengembangan sapi. Tentu supaya Kaltim bisa swasembada sapi. Diketahui, saat ini 70 persen kebutuhan daging sapi masih impor dari berbagai daerah di Tanah Air.

Kepala Disnakkeswan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan, perusahaan tambang PT Coalindo di Kabupaten Kutai Kartanegara bisa menjadi percontohan karena tertarik mengembangkan sapi sebanyak 130 ekor dan kambing 750 ekor di lahan eks tambangnya.

"Ada juga sinergi dua perusahaan di Kabupaten Berau, yakni PT  Berau Coal dan PT Sinar Mas Group yang ikut mengembangkan pembibitan sapi di lahan eks tambang dan lahan perkebunan mereka," kata Dadang, Selasa (11/9).

Dia mengatakan, terdapat perusahaan perkebunan kelapa sawit, yaitu PT Astra International Group di Kabupaten Penajam Paser Utara akan memulai integrasi sapi sawit. Astra Group dalam waktu dekat akan mendatangkan sapi impor 2.000 ekor dengan tahap awal diprogramkan pada kegiatan penggemukan sapi dan bertahap dijadikan sentra sapi pembibitan yang akan terus ditambah populasinya.

Dia menyampaikan, target program tersebut akan berlangsung pada Oktober-November tahun ini. Diharapkan, kata Dadang, kegiatan Astra Group ini menjadi pilot project bagi perusahaan-perusahaan sawit yang murni menggunakan anggaran perusahaan tanpa ada bantuan pemerintah.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menetapkan program pengembangan ternak di atas lahan bekas tambang secara nasional, dengan luasan 700 hektare untuk pilot project. Kaltim menjadi prioritas untuk program ini.

Kaltim menyatakan, bahwa daerah itu memperoleh prioritas untuk melaksanakan pilot project dengan luasan 680 hektare, sisanya untuk Bangka Belitung. Di Indonesia program pascatambang batu bara terbesar di Kaltim, sehingga menjadi pilot project pengembangan ternak pascatambang secara nasional.

Dadang menjelaskan, kegiatan peternakan pada lahan 680 hektare itu telah berjalan sejak 2015 dan dilanjutkan sampai sekarang dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan pascatambang batu bara lainnya.

Sebelumnya, Dinas Perkebunan telah meninjau ke beberapa kawasan sasaran, salah satunya kawasan bekas tambang PT Multi Harapan Utama yang akan dikembangkan seluas 1.200 hektare, namun pada 2017 diawali dengan luasan 108 hektare.

Selain itu, kawasan bekas tambang lainnya yang disasar adalah lahan bekas PT Kitadin seluas 800 hektare dan PT Jembayan Muarabara serta kawasan perusahaan Desa Petangis Paser dan Kutai Barat masing-masing seluas 100 hektare.

"Kami sangat berharap pihak perusahaan yang pascatambang bisa memberdayakan masyarakat sekitarnya untuk melakukan kegiatan peternakan, karena ini juga untuk mendukung percepatan pengembangan sapi," ujar Dadang.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, program ini sangat bagus. Pasalnya, bisa memacu kemajuan ekonomi daerah. Khususnya dari sektor peternakan, bisa berkontribusi bagi daerah.

“Selama ini, sektor peternakan kita kurang maju. Sejatinya, sektor turunannya pun cukup banyak. Contohnya saja beberapa daerah timur yang daerahnya maju akibat majunya dari sektor peternakan. Tinggal kita lihat keseriusannya bagaimana,” tuturnya. (aji/ndu/k15)

Sumber : Kaltimprokal.co

]]>
2018-09-13
206 Pantik Geliat Ternak Sapi http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/206/pantik-geliat-ternak-sapi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/206/pantik-geliat-ternak-sapi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Pengembangan integrasi sapi sawit garapan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim mulai dilirik perusahaan kelapa sawit di Bumi Etam. Salah satunya Grup Astra International. Rencananya, mereka mengembangkan penggemukan 2.000 ekor di Penajam Paser Utara (PPU). Hewan mamalia tersebut didatangkan dari Australia pada November mendatang.

Kepala Peternakan Dadang Sudarya menerangkan, pengembangan integritas sapi sawit telah lama dikembangkan pemerintah. Bahkan saat ini terdapat 33.073 ekor populasi sapi yang berada di kebun sawit. “Tapi sejauh ini, masih didominasi dari sisi pemerintah dan swadaya masyarakat,” ungkapnya, Jumat (31/8).

Dia berharap, perusahaan perkebunan dapat mengambil inisiatif untuk ikut andil dalam mengembangkan integritas sapi sawit tersebut. "Baru perkebunan di PPU yang berencana melakukan pengembangan. Saat ini sedang dalam proses pembangunan kandang dan sarana lainnya,” sambung Dadang.

Dengan adanya salah satu perusahaan yang mendukung program pemerintah tersebut, Dadang berharap perusahaan itu dapat menjadi pilot project alias perangsang untuk perusahaan lain untuk ambil andil dalam integrasi sapi sawit. “Paling tidak menjadi contoh untuk perusahaan perkebunan yang ada di Kaltim,” imbuhnya.

Diungkapkan, untuk melakukan pengembangan integritas sapi sawit, perusahaan sebenarnya bisa membuat cabang atau anak perusahaan untuk menangani peternakan. Sehingga ada pekerja khusus yang menangani ternak di kebun sawit tersebut. “Seperti Astra Group, yang mana peternakan dan perkebunan masih satu induk,” tuturnya.

Selain integritas sapi sawit, Dinas Peternakan Kaltim juga mengembangkan program sapi di lahan eks tambang. Sejauh ini, sudah ada dua perusahaan tambang di Benua Etam yang telah mengembangkan projek tersebut. Yakni PT Equalindo di Tenggarong dan PT Berau Coal di Berau. “Mudah-mudahan ke depan semakin banyak perusahaan sawit maupun tambang yang melakukan pengembangan sapi di Kaltim,” pungkasnya. (*/asp/ndu/k15)

Sumber: Kaltimprokal.co

]]>
2018-09-13
205 NTP Subsektor Peternakan Stabil Naik http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/205/ntp-subsektor-peternakan-stabil-naik.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/205/ntp-subsektor-peternakan-stabil-naik.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Pada bulan Agustus 2018, NTPT sedikit mengalami peningkatan sebesar 0,05 persen. Hal ini disebabkan walaupun Indeks Harga yang Diterima Petani cenderung stabil tetapi indeks Harga yang Dibayar Petani menurun sebesar 0,05 persen.

Jika dilihat berdasarkan kelompok It-nya, kelompok ternak besar dan kelompok ternak kecil mengalami peningkatan It yang cukup besar dengan persentase masing-masing 2,33 persen dan 2,73 persen. Kelompok hasil ternak cenderung relatif stabil, sedangkan kelompok unggas justru menurun sebesar 1,04 persen.

Sama seperti subsektor sebelumnya, penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya dipengaruhi oleh penurunan pada indeks kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,13 persen sedangkan indeks kelompok BPPBM meningkat sebesar 0,10 persen.

Secara keseluruhan, NTP Provinsi Kalimantan Timur Agustus 2018 sebesar 96,15 atau naik 0,19 persen dibanding NTP pada bulan Juli yang tercatat sebesar 95,98. Peningkatan NTP disebabkan oleh peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) serta menurunnya Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).

NTP per subsektor Provinsi Kalimantan Timur Agustus 2018, yaitu Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 92,81; Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 93,83; Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 88,66; Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 110,37 dan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTPN) sebesar 103,77.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 10 kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur dengan tahun dasar 2012, NTP Provinsi Kalimantan Timur pada bulan Agustus 2018 sebesar 96,15 yang berarti petani mengalami mengalami defisit/penurunan daya beli karena penerimaan hasil produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangganya. NTP Agustus 2018 mulai mengalami sedikit peningkatan dibanding bulan sebelumnya.

Pada bulan Agustus 2018 terjadi sedikit peningkatan NTUP sebesar 0,01 persen. Peningkatan NTUP tersebut sejalan dengan peningkatan NTP-nya. Tetapi jika dilihat per subsektor, hanya ada 2 subsektor yang mengalami peningkatan NTUP yaitu subsektor perkebunan rakyat dan perikanan dengan persentase masing-masing sebesar 0,72 persen dan 0,13 persen. Di sisi lain, walaupun NTP subsektor tanaman pangan dan peternakan mengalami peningkatan, NTUP-nya mengalami sedikit penurunan di bulan Agustus. Sedangkan subsektor hortikultura mengalami penurunan baik pada NTP maupun NTUP.

Sumber: BPS Kaltim

]]>
2018-09-04
204 Pemprov Bantu Poktan 130 Ekor Sapi http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/204/pemprov-bantu-poktan-130-ekor-sapi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/204/pemprov-bantu-poktan-130-ekor-sapi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Tahun ini melalui APBD Kaltim telah mengalokasikan bantuan sapi sebanyak 130 ekor senilai Rp 2 Milyar kepada Kelompok Tani peternak. Bantuan sapi tersebut diberikan Dinas Peternakan dan Keswan Kaltim kepada delapan kelompok dari dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kutai Timur (108 ekor) sebanyak enam kelompok dan Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 2 kelompok (22 ekor).

Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Kaltim H. Dadang Sudarya mengungkapkan bantuan 130 ekor sapi bagi kelompok tani masuk dalam program peningkatan populasi ternak melalui pengembangan budidaya sapi bibit. “Sapi-sapi bantuan pemprov untuk kelompok tani dari dua kabupaten guna budidaya sapi bibit”, katanya di Balai Pertanian Kelas 1 Balikpapan, Rabu (29/8).

Sapi bantuan diberikan kepada K.T. Daya Manunggal 5 ekor dan K.T.  Wong Pinggiran Desa Daya Manunggal Kecamatan Sebulu 17 ekor. Untuk Kabupaten Kutai Timur Harapan Jaya Sepaso Barat Bengalon, KT Baru Mekar Kelanjau Ulu Muara Ancalong, KT Bukit Raya Kaliorang dan KT Karya berkembang Kendalo Teluk Pandan masing-masing 19 ekor. Sementara, KT Gabah Prima dan KT Alam Sari Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan masing-masing diberi 16 ekor sapi (14 betina dan 2 jantan).

Didampingi kabid Perbibitan dan Budidaya I Gusti Made Jaya Adhi, Dadang menjelaskan bantuan sapi bagi poktan merupakan bagian upaya mewujudkan program 2 juta ekor sapi yang telah dicanangkan oleh Gubernur Awang Faroek Ishak.

“bantuan ini program Gubernur Awang Faroek untuk meningkatkan taraf hidup dan melalui pengembangan ternak sapi bibit bagi kelompok tani di Kaltim”, ujarnya. Sapi-sapi bantuan pemprov didatangkan Dinas Peternakan dan Keswan dari Sulawesi Selatan melalui rekanan PT. Bukit Indah yang memenangkan lelang. (yans/sul/ri/advertorial)

Sumber: Tribun Kaltim, edisi Senin, 3 September 2018. (Hal. 12)

]]>
2018-09-03
203 IB Penajam Paser Utara Capai 100% http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/203/ib-penajam-paser-utara-capai-100-.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/203/ib-penajam-paser-utara-capai-100-.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Penajam (Antaranews Kaltim) - Program percepatan kebuntingan sapi betina melalui IB atau inseminasi buatan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, telah terealisasi 100 persen pada Juli 2018, sehingga diyakini lima bulan ke depan dapat melampaui target yang diberikan pemerintah pusat.

"Kabupaten Penajam Paser Utara mendapat jatah 1.200 ekor betina indukan yang harus dilakukan IB," ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Arief Murdiyatno ketika ditemui Antara di Penajam, Senin.

Ia menjelaskan program sapi bunting tersebut merupakan bagian dari target nasional melalui Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab), sehingga Kabupaten Penajam Paser Utara yang juga ingin swasembada daging turut mendukung program tersebut.

Sepanjang 2018 lanjut Arief Murdiyatno, instansinya telah menuntaskan inseminasi buatan atau kawin suntik terhadap 1.200 ekor sapi betina produktif yang ditargetkan oleh pemerintah pusat.

"Kami masih terus bergerak kendati sudah tuntaskan target iseminasi buatan 100 persen, tinggal melakukan pemeriksaan kebuntingan dan kelahiran," jelasnya.

Dari 1.200 sapi betina produktif dilakukan inseminasi buatan menurut Arief Murdiyatno, ditargetkan sekisar 896 ekor sapi mengalami kebuntingan.

"Kebuntingan sapi selama sembilan bulan, jadi ditargetkan pada 2019 sedikitnya 790 ekor sapi yang melahirkan melalui program Upsus Siwab itu," katanya.

Pemenuhan target tersebut tambah Arief Murdiyatno, merupakan salah satu upaya untuk dapat membantu merealisasikan tercapainya populasi sebanyak dua juta ekor sapi di Kalimantan Timur PAD 2018.

Sedangkan inseminasi buatan pada 2017, Kabupaten Penajam Paser Utara tidak mampu memenuhi target yang diberikan pemerintah pusat sebab dari 2.419 hanya mampu melakukan kawin suntik sekisar 2.240 ekor sapi betina produktif.

Arief Murdiyatno menyatakan, program Upsus Siwab tersebut berhasil dikembangkan kelompok ternak, maka tidak perlu lagi mendatangkan sapi dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur untuk memenuhi kebutuhan daging.

Upsus Siwab juga merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mengejar swasembada sapi yang ditergetkan terealisasi pada 2026 untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal ternak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.(*)

Sumber : kaltim.antaranews.com

Pewarta : Bagus Purwa
Editor: Rahmad

]]>
2018-08-28
202 Kebutuhan Sapi Kurban di Kaltim Dipasok dari Beberapa Daerah http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/202/kebutuhan-sapi-kurban-di-kaltim-dipasok-dari-beberapa-daerah.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/202/kebutuhan-sapi-kurban-di-kaltim-dipasok-dari-beberapa-daerah.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/

SAMARINDA - Sekitar 72,56 persen sapi yang didatangkan di musim Hari Raya Kurban, ke Kaltim berasal dari luar daerah. Berdasarkan data Dinas Peternakan Kaltim, total sapi yang disiapkan di musim Lebaran Haji kali ini sebanyak 11.900 ekor.




Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Peternakan Kaltim, Dadang Sudarya, Jumat (10/8/2018). Kebutuhan sapi di Kaltim dipasok dari beberapa daerah. Yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan (Sulsel), Palu, dan Jawa Timur (Jatim).

“Jumlah sapi sebanyak itu untuk kepentingan semua warga, baik khusus untuk sapi kurban maupun sapi yang dipotong di rumah pemotongan hewan di masing-masing wilayah,” kata Dadang. Sementara, 27,44 persen kebutuhan sapi provinsi ini, sanggup dipenuhi oleh peternak lokal.

Tingginya pasokan sapi dari luar daerah ini, kata Dadang, menandakan prospek peternakan di Kaltim sangat besar.

“Mengingat masih tingginya sapi yang didatangkan dari luara daerah, maka saya imbau peternak Kaltim terus mengembangkan usahanya. Bagi investor atau warga Kaltim juga dipersilakan beternak sapi karena peluangnya sangat besar untuk memenuhi kebutuhan daging,” kata Dadang.

Dinas Peternakan memerkirakan kebutuhan sapi di Kaltim, selama Idul Adha mencapai 11.600 ekor. Artinya ada surplus 300 ekor sapi.

Meski lebih, namun sapi tersebut tidak akan dikembalikan ke tempat di mana dibeli, karena kelebihannya masih bisa dimanfaatkan untuk konsumsi masyarakat setelah Idul Adha.

Dadang juga menuturkan, semua sapi dan daging sapi yang masuk ke Kaltim, sebelumnya dilakukan cek kesehatannya oleh tim di Bidang Kesehatan, termasuk oleh UPTD Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet).

Sedangkan khusus bagi sapi kurban atau hewan kurban lain, pihaknya telah membentuk tim untuk memeriksa kelayakan hewan kurban, yakni Tim Pengawasan, Pemeriksaan Kesehatan Ternak dan Daging Kurban.

"Tim ini bertugas sejak 6 Agustus hingga tiga hari setelah Idul Adha. Tugas mereka antara lain memastikan hewan kurban cukup umur, sehat atau tidak mengidap penyakit, dan tidak cacat. Semua syarat tersebut mengacu pada Syariat Islam,” katanya.

Dadang juga menjelaskan, pihak yang memiliki kewenangan dalam memastikan kesehatan dan keabsahan hewan kurban adalah tim yang berada di kabupaten/kota masing-masing. Sedangkan Dinas Peternakan Provinsi Kaltim dalam tim ini sebatas fasilitasi dan fungsi koordinasi. (*)

sumber: kaltim.tribunnews.com

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini



]]>
2018-08-28
201 Masyarakat Disarankan Beli Sapi di Pasar Ternak http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/201/masyarakat-disarankan-beli-sapi-di-pasar-ternak.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/201/masyarakat-disarankan-beli-sapi-di-pasar-ternak.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ TANA PASER - Di Kabupaten Paser terdapat Pasar Ternak yang berjarak 18 kilometer dari Kota Tana Paser. Pasar Ternak satu-satunya milik Pemerintah Kabupaten Paser yang dibangun pada 2015. Namun, setahun terakhir memang seperti mati suri. Penyebabnya, peternak yang menjual sapi di pasar tersebut sulit mencari sapi induk maupun anakannya.

Namun menjelang Iduladha tahun ini, hingga 21 Agustus Pasar Ternak di Desa Keresik Bura, Kecamatan Paser Belengkong atau tidak jauh dari Puskesmas Desa Suatang Baru ini akan melayani penjualan ternak khususnya untuk kurban. Meski hanya sapi, kualitas kesehatannya dipastikan lebih terjamin karena  bekerja sama dengan Dinas Pertanian Bidang Peternakan Paser. Harga pun lebih murah ketimbang membeli pada penjual hewan kurban yang mangkal di perkotaan.

“Memang sudah lama pasar ini tidak lagi buka karena para peternak di sini kesulitan mencari bibit dan lainnya. Namun setelah Iduladha ini akan kami jadwalkan rutin dua kali dalam sebulan di tiap hari Minggu pagi hingga sore. Yakni pada pada Minggu pertama dan ketiga,” jelas Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Paser, Siti Fatimah, Kamis (16/8).

Pasar Ternak yang didirikan di atas lahan 1 hektare itu, secara perlahan akan diberdayakan kembali statusnya agar lebih ramai pengunjung dan peternak yang menjual di lokasi tersebut. Siti menyarankan masyarakat yang ingin membeli sapi sebaiknya melalui Pasar Ternak, karena status kesehatan sapi dijamin oleh dinas. Terlebih kini populasi sapi milik peternak setempat cukup banyak, sehingga konsumen bisa lebih banyak variatif pilihan membeli.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tunas Muda Desa Kersik Bura, Suraji mengataka, saat ini jumlah sapi milik peternak mencapai 300 ekor lebih. Sedangkan jumlah peternak mencapai enam kelompok, yang tiap kelompoknya beranggota antara 10–20 orang. Dia berharap konsumen bisa membeli ke Pasar Ternak, mengingat lokasinya tidak terlalu dekat dari ibu kota maupun Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Desa Jone, Tanah Grogot.

“Kami mengharapkan fasilitas di sini bisa ditambah lagi agar lebih baik tampilan dan aksesnya, termasuk listrik. Padahal lahannya cukup luas. Harga sapi saat ini khusus jantan sekitar Rp 13–16 juta bergantung berat,” sebutnya.

Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan terus mengawasi keberadaan sapi betina produktif agar tidak dipotong, karena berdasarkan arahan dari Kementerian Pertanian hal itu dilarang demi menjaga populasi spesies herbivora (pemakan tumbuhan). Pasalnya selama ini banyak petani/peternak di saat kebutuhan ekonomi mendesak sering menjual sapi betina.

Dia menyebutkan, daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH)) ialah hewan yang disembelih melalui RPH, lantaran terintegrasi dengan Bidang Peternakan Paser dalam proses pemotongannya. (/jib/san/k16)

sumber: kaltim.prokal.co

]]>
2018-08-28
200 Dukungan KEIN Menuju Swasembada Daging Sapi di Kaltim http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/200/dukungan-kein-menuju-swasembada-daging-sapi-di-kaltim.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/200/dukungan-kein-menuju-swasembada-daging-sapi-di-kaltim.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Menyadari belum mampu berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi di Bumi Etam, Dinas Peternakan Kaltim terus berupaya maksimal menggenjot pertumbuhan sapi lokal. Salh satunya dengan memanfaatkan lahan eks tambang dan kebun sawit.

Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan, saat ini peternak lokal hanya mampu memenuhi 27 persen kebutuhan daging sapi dalam setahun. Sisanya harus dipasok dari luar daerah demi menghindari kelangkaan daging sapi. Meski demikian, Dadang menggaransi kebutuhan daging sapi di Kaltim akan selalu terpenuhi hingga Desember mendatang.

“Ketersediaan pasokan daging sapi setelah Idul Adha masih cukup. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Kaltim setelahnya. Tiap kabupaten/kota sudah mempersiapkan stok, yang didatangkan dari luar daerah kaltim”, ungkap Dadang, Senin (27/8).

Demi memaksimalkan peternakan lokal, pihaknya telah mendapat dukungan KEIN (Komite Ekonomi Industri Nasional). “Kaltim akan mendapat dukungan mengembangkan sapi di lahan eks tambang dan sapi sawit. Semoga ke depan, kajian dari KEIN (Komite Ekonomi Industri Nasional) ini akan diajukan ke presiden, sehingga Kaltim menjadi lumbung sapi nasional”, paparnya. Saat ini, terdapat 108 perusahaan ang berkomitmen mendukung pengembangan sapi di Kaltim.

“Tinggal nanti realisasinya, saat ini perusahaan sawit di Penajam Paser Utarasudah berencana mendatangkan sapi Brahman dari Australia sebanyak 2.000 ekor untuk penggemukan. Kami juga sedang mengoptimalkan sapi betina yang ada dengan program UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Betina Wajib Bunting) yang ditarget 7.050 ekor”, Tuturnya.

Upsus siwab adalah upaya menyuntik sapi betina dengan sperma. Sehingga sapi tersebut akan bunting tanpa bantuan pejantan. Saat ini total 7.050 ekor sapi tersebar di kabupaten/kota se-Kalimantan Timur kecuali Mahakam Ulu.

Sumber: Kaltimpost edisi Selasa Tgl. 28 Agustus 2018 Hal. 25,27

]]>
2018-08-28
199 PANEN PERDANA LEGUME “Indigofera Zollingeriana” di LAHAN EKS TAMBANG PT. JEMBAYAN MUARA BARA KAB. KUTAI KARTANEGARA http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/199/panen-perdana-legume-“indigofera-zollingeriana”-di-lahan-eks-tambang-pt.-jembayan-muara-bara-kab.-kutai-kartanegara.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/199/panen-perdana-legume-“indigofera-zollingeriana”-di-lahan-eks-tambang-pt.-jembayan-muara-bara-kab.-kutai-kartanegara.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Kutai Kartanegara. Panen perdana legume Indogofera zollingeriana dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2018 di lahan eks tambang PT. Jembayan Muara Bara Kabupaten Kutai Kartanegara, yang dihadiri oleh tim Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara, Dinas Perindustrian dan Koperasi Kabupaten Kutai Kartanegara, dan tim manajemen PT. Jembayan Muara Bara Group serta kelompok Jadi Makmur Bersama.

Sambutan pertama oleh Bpk. Adi yang mewakili manajemen PT. Jembayan Muara Bara Group. Beliau mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu untuk mengembangkan peternakan untuk menambah mata pencaharian masyarakat sehingga bernilai positif. Diinformasikan total penanaman Hijauan Pakan Ternak seluas 23 Ha yang terdiri dari legume Indigofera (9 Ha), kaliandra merah, turi, gamal dan Lamtoro (14 Ha). Selain legume juga telah dilakukan penanaman rumput gajah dengan target 5 Ha namun baru terealisasi 1 Ha karena kendala memasuki musim kemarau. Diarea lain juga sudah ditanam indigofera 3 Ha, sehingga total untuk indigofera seluas 12 Ha. Awalnya penanaman indigofera tahun 2016 dikembangkan oleh kelompok tani Jadi Makmur Bersama yang hanya beberapa pohon sekitar 12 pohon, yang kemudian dikembangkan dengan menyemai benih HPT hingga sekarang sudah menanam lebih dari 6000 pohon. Bpk  Adi juga menyampaikan bahwa adanya Integrated Farming System di area reklamasi tambang seluas 360 Ha alokasi untuk peternakan ( pengembangan ternak sapi, kambing dan kebun HPT), pertanian ( sawah, juga reseach cabe, kedelai dan tomat), tanaman doyo, misalkan berhasil akan di share ke 5-6 desa binaan dan harapannya selalu berkoordinasi dengan dinas terkait sehingga pengembangan pertanian dan peternakan dapat berjalan baik dengan adanya dukungan dari pemerintah.

Sambutan selanjutnya dari Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara,yang mengapresiasi dan memberi dukungan kegiatan penanaman indigofera sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pakan ternak, yang kedepannya siap berkoordinasi demi kemajuan peternakan.  Untuk tanaman indogofera ini sebaiknya jika diberikan pada ternak tidak 100 % tetapi perlu dibarengi dengan jenis bahan pakan lainnya, juga dilayukan terlebih dahulu. Kalimantan Timur berpeluang untuk mengembangkan sentra peternakan, karena selama ini kita banyak mendatangkan ternak dari luar Kaltim dan juga daging beku. Harapannya melalu kegiatan pengembangan peternakan di lahan eks tambang PT. Jembayan Muara Bara dapat mensuplai kebutuhan daging di Kalimantan Timur.

Selanjutnya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kalimantan Timur yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan Kawasan dan Usaha Peternakan (Ir. Yakob Pangedongan,M.Si) dalam sambutannya juga mengapresiasi kegiatan pengembangan tanaman indigofera. Khususnya tanaman indigofera disarankan untuk tidak dipotong semua, sehingga ada sebagian untuk pembibitan untuk kedepannya bisa mensuplai kebutuhan benih/bibit  indigofera untuk kelompok/daerah lain yang membutuhkan benih indogofera karena selamanya ini bibit/benih indigofera didatangkan dari luar Kalimantan Timur. Manajemen pemotongan indigofera perlu diperhatikan, pemangkasan awal perlu dilakukan untuk menghasilkan bagian cabang dan dedauanan yang baik. Pemotongan yang tepat akan merangsang pertumbuhan cabang yang banyak dan kuat. Diakhir kata mengucapkan terima kasih karena pengembangan indigofera dilahan eks tambang di PT. Jembayan Muara Bara mejadi pelopor untuk sentra pembibitan indigofera untuk kedepannya sehingga upaya penyediaan pakan dari jenis legume ini terpenuhi sepanjang musim.

Acara  selanjutnya yaitu secara simbolis dilakukan pemanenan legume indogofera oleh pihak manajemen PT. JMB Group, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov.Kaltim yang diwakili oleh Kabid Pengembangan Kawasan dan Usaha Peternakan, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi Kabupaten Kutai Kartanegara.

Oleh: Dewi Eka N.A, S.Pt (Pengawas Mutu Pakan Muda, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov.Kaltim)

]]>
2018-08-15
197 NTP Peternakan Terus Mengalami Kenaikan http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/197/ntp-peternakan-terus-mengalami-kenaikan.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/197/ntp-peternakan-terus-mengalami-kenaikan.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Pada bulan Juli 2018, NTPT (peternakan) kembali naik sebesar 0,66 persen dari NTPT Juni 2018. Peningkatan disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) meningkat sebesar 1,43 persen dan indeks harga yang dibayar oleh petani (Ib) hanya mengalami peningkatan sebesar 0,77 persen. Peningkatan It disumbang oleh semua komponen penyusunnya, dimulai dari peningkatan paling besar yaitu hasil ternak, ternak besar, ternak kecil dan unggas. NTP subsektor peternakan merupakan NTP tertinggi di antara subsektor pertanian lainnya.

Peningkatan indeks harga yang dibayar petani (Ib) dipengaruhi oleh peningkatan pada indeks kelompok konsumsi rumahtangga maupun kelompok dengan persentase peningkatan masing-masing sebesar 1,16 persen dan 0,02 persen.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan pada 10 kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur (termasuk Prov. Kalimantan Utara) dengan tahun dasar 2012, NTP Provinsi Kalimantan Timur pada bulan Juli 2018 sebesar 95,98 yang berarti petani mengalami mengalami defisit/penurunan daya beli karena penerimaan hasil produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangganya. NTP kembali menurun di bulan Juli setelah pada bulan sebelumnya mengalami peningkatan (bulan Mei ke Juni). NTP Juli 2018 menjadi NTP yang paling rendah jika dilihat dalam kurun waktu setahun terakhir. 

NTP pada bulan Juli 2018 turun 0,96 persen dibandingkan NTP bulan Juni 2018, yaitu dari 96,91 menjadi 95,98. Hal ini disebabkan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami penurunan sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) terus mengalami peningkatan. Penurunan It pada bulan Juli 2018 sebesar 0,05 persen, sedangkan peningkatan Ib sebesar 0,92 persen. Pada bulan Juli 2018, hanya ada 2 subsektor pertanian yang mengalami peningkatan NTP, yaitu subsektor peternakan dan subsektor perikanan. NTPT (peternakan) mengalami peningkatan sebesar 0,66 persen dan NTPN (perikanan) mengalami peningkatan sebesar 0,05 persen. Sedangkan, NTPP (tanaman pangan) mengalami penurunan sebesar 1,12 persen, NTPH (holtikultura) menurun sebesar 0,37 persen, dan NTPR (perkebunan) menurun sebesar 2,98 persen.

Pada bulan Juli 2018 terjadi penurunan NTUP sebesar 0,19 persen. Penurunan NTUP hanya terjadi di 2 subsektor, yaitu tanaman pangan dan tanaman perkebunan rakyat dengan nilai penurunan masing-masing sebesar 0,47 persen dan 2,12 persen. Sedangkan, NTUP subsektor hortikultura tetap mengalami peningkatan walaupun NTP nya menurun. Persentase penurunan NTUP terbesar di bulan Juli 2018 terdapat pada subsektor perkebunan rakyat. Penurunan NTUP subsektor perkebunan rakyat yang cukup besar tersebut membuat NTUP nya turun berada di bawah nilai 100. Dengan demikian, walaupun tanpa memperhitungkan harga yang digunakan untuk memenuhi konsumsi rumahtangga, petani subsektor perkebunan rakyat tetap mengalami defisit karena penerimaan hasil produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan harga untuk proses produksi pertanian di bulan Juli.

Sumber: BPS Prov. Kalimantan Timur

]]>
2018-08-02
196 Pelarangan AGP Mengakibatkan Harga Daging Ayam Tinggi http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/196/pelarangan-agp-mengakibatkan-harga-daging-ayam-tinggi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/196/pelarangan-agp-mengakibatkan-harga-daging-ayam-tinggi.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Menurut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kalimantan Timur Fuad Assadin mengatakan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 58 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian Di Petani Dan Harga Acuan Penjualan Di Konsumen harusnya harga daging ayam dijual pada harga Rp 32.000 per kilogram. Hal ini disampaikan terkait tingginya harga daging ayam di Kaltim yang mencapai harga Rp 43.000 per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kalimantan Timur Fuad Assadin mengatakan, kenaikan harga tersebut tak hanya terjadi di Kaltim. Tetapi hampir di setiap daerah. Penyebab utamanya tentu dari hulu usaha peternakan ayam. Yaitu kebijakan pelarangan penggunaan Antibiotic Growth Promotor (AGP) dalam komposisi pakan ternak oleh pemerintah.

Imbasnya, tingkat pertumbuhan ayam ayam mengalami gangguan sehingga membuat ayam ras ketika memasuki masa panen bobotnya berkurang. Jadi, diperlukan waktu tambahan agar bobotnya normal, dari 30 hari saat menggunakan AGP menjadi sekitar 45 hari.

Pastinya pakan ayam juga bertambah, sehingga harga pokok produksi juga meningkat. “Jadi dari hulunya atau produsen memang sudah menjual mahal”, ungkap Fuad, saat menggelar rapat bersama stakeholder terkait di kantornya di Jalan Basuki Rahmat, Samarinda (kamis, 26/7). Faktor lain juga banyak mempengaruhi, seperti pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Berdasar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di angka Rp 14.443, bahkan sempat menyentuh Rp 14.500.

Diketahui 60% bahan baku pakan ternak masih impor. Jika dollar naik, pasti biaya impor juga naik. Belum lagi adanya kebijakan, pembatasan Grand Parent Stock (GPS) atau indukan ayam petelur dana yam potong sehingga stok day old chick (DOC) atau istilah untuk anak ayam yang berumur satu hari juga berkurang. Ini juga membuat harganya ikut naik.

Apalagi masih diperlukannya waktu agar ayam menjadi final stock atau siap jual. Menurutnya, diperkirakan September nanti stok DOC baru aman untuk melayani permintaan di momen Natal dan Tahun Baru. Ditambahkan Fuad, meski mengalami kenaikan, stok ayam ras di Kaltim masih di level aman, sehingga pedagang tidak perlu panik, apalagi takut akan terjadi kelangkaan jelang Idul Adha nanti.

Sumber: Kaltim Post edisi, Jum’at 27 Juli 2018.

]]>
2018-07-27
195 Kenaikan Harga Daging Ayam, Masalah Terjadi di Hulu dan Hilir http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/195/kenaikan-harga-daging-ayam-masalah-terjadi-di-hulu-dan-hilir.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/195/kenaikan-harga-daging-ayam-masalah-terjadi-di-hulu-dan-hilir.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Terkait tingginya harga daging ayam hingga menyentuh angka Rp 43.000 per kilogram Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia) Wilayah Kalimantan Timur Zamroni Yusro menuturkan, dari hulu biaya yang dikeluarkan sudah besar. Sehingga harga ayam harus naik.

“Dari produsen sekitar Rp 45.000 – Rp 50.000 per ekor, kemuadian menjadi Rp 70.000-Rp 80.000 per ekor di level pedagang. Bearti ada masalah juga di hilirnya, yaitu masih panjangnya rantai distribusinya”, ungkap Zamroni. Dia menambahkan, Pinsar bertugas mengakomodasi harga hanya sampai di pedagang besar. Sehingga pengawasan harga di level pedagang menengah hingga pengecer kecil tidak menjadi kewenangannya.

Jika terjadi kenaikan harga yang tinggi, pihaknya hanya membuat imbauan dan tidak bisa memberikan sanksi, sebab bukan tugas Pinsar. Tingginya harga DOC, Zamroni menuturkan hal tersebut tidak menjadi masalah bagi pihak pihaknya apabila kualitas DOC-nya baik. “Yang menjadi masalah itu, ketika harga naik tetapi kualitas DOC jelek. Karena akan mempengaruhi harga pokok produksi”, tuturnya.

Sumber: Kaltim Post edisi, Jum’at 27 Juli 2018.

]]>
2018-07-27
194 Disnak Kaltim Impor 100 Ton Ayam Beku dari Jawa Timur http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/194/disnak-kaltim-impor-100-ton-ayam-beku-dari-jawa-timur.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/194/disnak-kaltim-impor-100-ton-ayam-beku-dari-jawa-timur.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Tingginya harga daging dan telur ayam ras di pasar tradisional di kaltim terus dikeluhkan masyarakat. Harga daging ayam saat ini sudah menyentuh angka Rp 43.000 per kilogram. Padahal jika sesuai harga acuan seharusnya dijual Rp 32.000 per kilogram sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 58 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan, pihaknya juga telah merespon cepat terkait kenaikan harga ayam ras tersebut. Bahkan dirinya minggu lalu telah menandatangani rekomendasi pemasukan daging ayam beku ke Kaltim. “Kami antisipasi agar harga tidak melonjak, dengan mendatangkan 100 ton ayam beku dari Jawa Timur. Serta mendatangkan 30 ribu DOC ayam buras atau kampung, yang akan dipelihara dan dan agar siap panen saat Idul Adha bersama ayam ras”, terang Dadang.

Dadang menilai, perlu ada penetapan harga acuan untuk DOC di tingkat peternakan ayam. Sehingga harga DOC tidak menjadi “liar”, karena tidak adanya harga acuan. “Tidak hanya kebijakan saat menjual final stock, tetapi harga saat produksinya juga harus diatur”, tambahnya.

Sumber: Kaltim Post edisi, Jum’at 27 Juli 2018.

]]>
2018-07-27
193 Di Indolivestock Expo & Forum 2018, Kementan Geber Ekspor Sub Sektor Peternakan Indonesia http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/193/di-indolivestock-expo--forum-2018-kementan-geber-ekspor-sub-sektor-peternakan-indonesia.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/193/di-indolivestock-expo--forum-2018-kementan-geber-ekspor-sub-sektor-peternakan-indonesia.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Jakarta (04/07/2018), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang diwakili oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita menyerukan kepada seluruh pelaku usaha untuk terus menggeber ekspor komoditas peternakan dan kesehatan hewan. Hal tersebut disampaikannya pada saat pembukaan acara Indolivestock Expo & Forum 2018 hari ini 4 Juli 2018 di JCC Senayan Jakarta. Pada Kesempatan tersebut, I Ketut Diarmita menyampaikan, secara umum Indonesia sudah menuju swasembada protein hewani, bahkan telah mampu ekspor.

Setelah ekspor komoditas peternakan seperti: obat hewan, daging sapi premium wagyu beef, pakan ternak, telur tetas, DOC daging ayam olahan, dan pada beberapa hari yang lalu kita ekspor perdana ternak domba potong ke Malaysia, dan dalam waktu dekat kita juga akan ekspor unggas lokal ke Malaysia. "Keberhasilan pembangunan peternakan saat ini patut kita banggakan," ucapnya.

Capaian kinerja ini menurutnya adalah hasil dari kerjasama yang erat antara pelaku usaha peternakan, peternak dan instansi Pemerintah terkait. Lebih lanjut I Ketut menyampaikan bahwa di era globalisasi ini, ekonomi dunia akan menjadi lebih terbuka dan Indonesia akan lebih terintegrasi di pasar dunia, dengan hasil yang lebih cepat dalam bidang distribusi produk, jasa dan modal. "Indonesia bertekat untuk menjadi bagian dari dunia dalam pemenuhan pangan asal hewan, sehingga Pemerintah terus berupaya untuk mendorong ekspor," ungkapnya. Kebijakan Kementan untuk mewujudkan Indonesia pada Tahun 2045 menjadi Lumbung Pangan di Dunia sedikit demi sedikit telah dapat dibuktikan. Capaian ekspor sub sektor peternakan di Indonesia cukup fantastis.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pencapaian nilai ekspor komoditas sub sektor peternakan tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 14,85% dibandingkan tahun 2016. Nilai ekspor 623,9 juta US$ atau setara dengan 8,5 triliyun rupiah yang telah diraih pada tahun 2017 diharapkan mampu bertambah secara signifikan baik dari nilai maupun volume ekspor. Pada tahun 2017 kontribusi volume ekspor sub sektor peternakan terbesar pada kelompok hasil ternak sebesar 64,07%, dengan negara tujuan ekspor terbanyak adalah Hongkong (23,10%) dan China (21,96%).

Saat ini produk peternakan Indonesia sudah mampu menembus lebih dari 110 negara. I Ketut menyampaikan, peluang perluasan pasar untuk komoditas peternakan di pasar global masih sangat terbuka luas. Menurutnya, adanya permintaan dari negara di daerah Timur Tengah dan negara lain di kawasan Asia sangat berpotensi untuk dilakukan penjajakan. "Keunggulan halal dari kita juga dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk ekspor produk peternakan ke wilayah tersebut dan negara muslim lainnya," ucapnya.

I Ketut juga mengungkapkan bahwa pada saat ini masalah kesehatan hewan dan keamanan produk hewan menjadi isu penting dalam perdagangan internasional dan seringkali menjadi hambatan dalam menembus pasar global. "Untuk memanfaatkan peluang ekspor, perlu adanya dukungan dari seluruh stakeholder terkait, terutama dalam penerapan standar-standar internasional mulai dari hulu ke hilir untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing," ujarnya. Status kesehatan hewan menurutnya menjadi kunci utama untuk membuka peluang ekspor ke negara lain.

"Kami melalui berbagai kesempatan internasional maupun regional, Indonesia secara konsisten memberikan informasi terkait jaminan kesehatan hewan dan keamanan pangan untuk produk yang akan di ekspor guna menembus dan memperlancar hambatan/barier lalulintas perdagangan," tandasnya. "Saya berharap para pelaku industri peternakan dapat bermitra dengan peternak, seperti yang telah dilakukan oleh salah satu badan usaha di Jawa Timur yang telah berpartisipasi dalam upaya peningkatan ekspor domba dengan cara/sistem kemitraan yang saling bersinergi bersama para peternak, hal ini tentunya dapat menjadi contoh pelaku usaha lainnya," kata I Ketut Diarmita dihadapan semua pelaku usaha yang hadir pada acara tersebut.

Menurutnya, ekspor yang dilakukan oleh gabungan kelompok peternak di Jawa Timur kemarin membuktikan bahwa jika peternak saling berkorporasi akan lebih mudah untuk membuka akses pasar global, sehingga dengan terbukanya pasar juga akan membuat peternak lebih bersemangat untuk beternak dan meningkatkan kuantitas maupun kualitas ternak potong siap ekspor dan bersaing dengan negara lain. Pada pemeran Indolivestock kali ini, ditampilkan juga paviliun UMKM Unit Pengolahan Hasil Peternakan binaan Kementan yang siap ekspor dan Paviliun ekspor komoditas peternakan dan kesehatan hewan. Contact Person: Ir. Fini Murfiani, MSi (Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian).

Sumber: http://ditjennak.pertanian.go.id/di-indolivestock-expo-forum-2018-kementan-geber-ekspor-sub-sektor-peternakan-indonesia

]]>
2018-07-11
192 Target Kelahiran Sapi 200 Ekor http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/192/target-kelahiran-sapi-200-ekor.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/192/target-kelahiran-sapi-200-ekor.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Sangatta. Populasi sapi di Kabupaten Kutai Tmur terus bertambah. Hal ini agar target swasembada daging bisa terealisasi. Strategi percepatan swasembada daging sapi, mengarah kepada struktur hulu yaitu kea rah pembibitan dan pengembang biakkan. Karena selama inimasih terfokus kea rah hilir, seperti bisnis penggemukan dan impor daging.

Kepala Dinas Pertanian Sugiono melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Mardi Suaibman mengatakan saat ini program hulu dengan penambahan jumlah populasi sapi yang sedang diperkuat di Kutim. Seperti di Kecamatan Kaliorang, Sangkulirang, Sandaran, Kaubun, Muara Wahau hingga Rantau Pulung. Semua kecamatan itu merupakan sentra pembiakkan sapi.

Selain itu, ada pula program Upsus Siwab yang saat ini sudah berjalan hingga 50 persen. “Upsus Siwab menggunakan metode inseminasi. Saat ini sudah 30 ekor kami inseminasi. Bahkan dari target 200 kelahiran tahun ini, kita sudah ada 80 kelahiran”, ujr Mardi.

Swasembada daging atau protein, menurut Mardi tidak hanya difokuskan pada sapi saja. Tapi dari sumber ternak lain. Seperti kambing, domba, kelinci dan ikan juga terus ditingkatkan. “sampai saat ini, untuk produk daging ayam potong masih diambil dari Samarinda. Ke depan kita juga akan memenuhi kebutuhan sendiri. Meski demikian, untuk telur, kita sudah memenuhi 50 persen permintaan pasar”, ujar Mardi. (sar)

Sumber: Tribun Kaltim, edisi Senin 9 Juli 2018 Hal. 14.

]]>
2018-07-11
191 NTP Peternakan Naik 0,71 Persen di Bulan Juni http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/191/ntp-peternakan-naik-0-71-persen-di-bulan-juni.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/191/ntp-peternakan-naik-0-71-persen-di-bulan-juni.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Pada bulan Juni 2018, NTPT kembali naik sebesar 0,71 persen. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani mengalami peningkatan sebesar 0,81 persen sedangkan indeks yang dibayar oleh petani hanya meningkat sebesar 0,10 persen. Peningkatan NTP tersebut lebih kecil bila dibandingkan dengan peningkatan di bulan Mei 2018 (terhadap April 2018).

Peningkatan It pada bulan Juni 2018 disebabkan oleh naiknya indeks pada semua kelompok yaitu kelompok di subsektor peternakan. Kelompok ternak besar meningkat sebesar 0,68 persen, kelompok ternak kecil meningkat sebesar 0,08 persen, kelompok unggas meningkat sebesar 1,95 persen, dan kelompok hasil ternak meningkat sebesar 0,80 persen. Peningkatan It tertinggi terdapat pada kelompok unggas.

Di sisi lain, peningkatan pada indeks harga yang dibayar petani (Ib) hanya dipengaruhi oleh peningkatan pada indeks kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,28 persen sedangkan indeks kelompok BPPBM justru mengalami penurunan sebesar 0,24 persen. Penurunan indeks BPPBM di bulan Juni 2018 hanya terjadi di subsektor peternakan.

Pada bulan Juni 2018 kembali terjadi peningkatan NTUP sebesar 0,74 persen. Peningkatan NTUP di bulan Juni 2018 lebih tinggi daripada peningkatan NTUP di bulan Mei 2018 (terhadap April 2018). Sama dengan NTP, peningkatan NTUP juga terjadi di semua subsektor peternakan dengan persentase peningkatan tertinggi terdapat di subsektor hortikultura yaitu sebesar 1,43 persen. Sedangkan, persentase peningkatan NTUP paling kecil terdapat di subsektor tanaman pangan, yaitu sebesar 0,27 persen.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 10 kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur* dengan tahun dasar 2012, NTP Provinsi Kalimantan Timur pada bulan Juni 2018 sebesar 96,91 yang berarti petani mengalami mengalami defisit/penurunan daya beli karena penerimaan hasil produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangganya. NTP Juni 2018 mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya, setelah sejak Maret 2018 NTP selalu menurun.

NTP per subsektor Provinsi Kalimantan Timur Juni 2018, yaitu Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 93,72, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 94,78, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 90,47, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 109,59 dan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTPN) sebesar 103,63.

Sumber: BPS Prov. Kaltim

]]>
2018-07-04
190 Tuntut Harga Budi Daya Ayam Naik http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/190/tuntut-harga-budi-daya-ayam-naik.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/190/tuntut-harga-budi-daya-ayam-naik.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ Samarinda. Puluhan peternak ayam yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Ayam Ras Samboja (APARS) menuntut harga budidaya ayam lebih layak lagi kepada perusahaan inti. Usulan ini disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Kaltim, Selasa  3 Juli 2018.

Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan beberapa perusahaan inti yang ada di Kaltim, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Dinas Pertanian Kota Samarinda, Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Kutai Kartanegara dan Dinas Perikanan Kelautan dan Pertanian Kota Balikpapan. Ketua APARS Nanang Safrianto menerangkan, saat ini harga bobot yang ditargetkan dengan pakan yang diberikan tidak sesuai dan tidak relevan. Akibat beberapa kebijakan pemerintah yang menyebabkan penurunan bobot atau berat daging. Makanya pihaknya meminta kepada seluruh perusahaan inti agar mengoreksi kontrak daging.

APARS menuntut harga dengan bobot daging 1,6 kg, feed convertion ratio (fcr) 1,8 kg harga budidaya Rp. 2.021 sesuai harga modal operasional di kendang. Dan kalua dirata-rata per kilo peternak mendapat Rp. 1.700-. “Ini sebenarnya belum menguntungkan, kami juga tau bagaimana kondisi perusahaan inti”, ungkap Nanang di hadapan peserta yang hadir.

Tidak sesuainya harga budidaya ini diungkapkan karena ketika harga ayam menjelang lebaran mengalami kenaikan, justru kebanyakan peternak mengalami kerugian. “Paling 10 sampa dengan 15 persen yang untung dan 85 sampai 80 persen mengalami kerugian”, terangnya.

Selain itu, ada sembilan tuntutan lainnya yang disampaikan APARS. Seperti meminta perusahaan onfarm atau perusahaan yang beternak sendiri, karena rata-rata perusahaan tersebut hanya memiliki izin perdagangan bukan beternak. Pihaknya meminta agar tuntutan ini dapat segera mendapatkan titik terang dari perusahaan inti. Karena jika tidak, pihaknya mengancam akan melakukan aksi yang dapat menyulitkan semua pelaku usaha ayam pedaging yang berimbas kepada masyarakat.

“kami memberi waktu selama dua minggu agar ada negosiasi final antara peternak dengan perusahaan inti. Apabila hal ini diabaikan salah satu cara yang sudah disepakati anggota APARS adalah menunda ayam masuk kendang (check in). Penundaan ayam check in ini bisa mengakibatkan kelangkaan ayam di Kaltim. Kami berharap ini tidak terjadi”, tegasnya.

Anggota APARS yang terdata pada saat ini sebanyak 263 peternak dengan populasi ayam sebanyak 2.057.500 ekor. Ini belum termasuk Balikpapan dan Muara Jawa. Pihakny berharap agar perusahaan inti dapat memberikan kesejahteraan bagi peternak ayam agar usaha ayam potong di Kaltim semakin membaik, “Kami berharap nasib kami diperhatikan”, pungkasnya.

Sumber: Kaltim Post Edisi Rabu 4 Juli 2018 Hal. 12.

]]>
2018-07-04
189 Peramalan Produksi, Harga DOC dan Ayam Potong Tahun 2018 di Kaltim http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/189/peramalan-produksi-harga-doc-dan-ayam-potong-tahun-2018-di-kaltim.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/read/news/2018/189/peramalan-produksi-harga-doc-dan-ayam-potong-tahun-2018-di-kaltim.html http://peternakan.kaltimprov.go.id/images/berita/thumb/ SAMARINDA. Peramalan (forecasting) merupakan pendugaan masa depan yang dilakukan berdasarkan nilai masa lalu dari satu variabel. Peramalan sering diterapkan dalam bidang pariwisata, investasi (saham), klimatologi, produksi pertanian, peternakan dsb. Peramalan merupakan bagian penting bagi setiap organisasi bisnis untuk pengambilan keputusan manajemen atau kebijakan yang sangat signifikan, terdapat beberapa metode peramalan berdasarkan pola data time series yang digunakan.

Dalam menghitung model peramalan mengenai produksi, harga DOC, dan ayam potong pada tahun 2018 di Provinsi Kalimantan Timur dapat dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya adalah dengan metode otomatis expert modeler pada SPSS 24 pada menu modeler secara otomatis menemukan model yang pas untuk setiap variabel independen.

Penelitian difokuskan pada eksplorasi data kontinue produksi DOC pada beberapa breeding farm yang ada di Kalimantan Timur, harga doc dan harga ayam potong periode Januari 2014 – Desember 2017. Tujuan penelitian ini yaitu membuat pola data untuk kepentingan lebih lanjut yakni peramalan untuk 12 periode (Januari-Desember2018) ke depan berdasarkan pada data periode sebelumnya.

Produksi DOC di Kalimantan Timur di produksi oleh 5 Perusahaan pembibitan ayam potong yaitu CPJF, JAPFA, MALINDO, SUJA dan RPS dalam produksi perusahaan-perusahaan tersebut telah menyesuaikan dengan kapasitas produksi dengan jumlah induk dan mesin yang ada. Produksi bisa berkurang jika terjadi kegagalan produksi semisalnya terjadi serangan penyakit dan force majure, produksi bisa bertambah jika ada penambahan indukan dan kapasitas mesin tetas, pola produksi dan forecasting DOC. 

Harga DOC dapat meleset jika terjadi tidak seimbangan supply dan demand, situasi penyakit, strategi dari peternak dan moment (hari besar agama, dan tahun baru) dan termasuk dipengaruhi oleh harga ayam potong (live bird). Jika terjadi keterlambatan panen makan stok kandang kosong akan berkurang sehingga secara otomatis peternak menunda chick in yang mengakibatkan demand DOC turun dan berdapak pada turunnya harga DOC. Harga DOC selain dipengaruhi oleh supply dan demand, juga dipengaruhi oleh kualitas DOC itu sendiri, seringkali dipeternak beredar informasi tentang kualitas DOC berdasarkan pengalaman peternak, namun kualitas DOC tidak terlalu signifikan mempengaruhi harga DOC. 

Secara perhitungan dengan model terbaik perhitungan forecasting maka harga ayam potong berpola musiman, artinya jika berpola musiman maka harga naik atau turun akan berulang pada perode yang sama pada setiap 12 bulan. Harga ayam potong (Live bird) berpola musiman dapat ditandai dengan adanya hari besar keagamaan seperti awal ramadhan, hari raya Idul Fitri, menjelang Idul adha, Natal dan Tahun baru maka harga akan cenderung naik, sedangkan harga akan cenderung turun pada saat tidak ada moment seperti bulan Maret, April, September dan Oktober. Ramalan harga dapat membantu peternak, breeding farm untuk mengatur strategi dalam mempersiapkan stok agar mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data maka dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu:

  1. Metode terbaik peramalan produksi, harga DOC dan harga Ayam Potong adalah simple seasonal, sesuai dengan sifat data yang berpola musiman.
  2. Peramalan produksi DOC Tahun 2018 di Kalimantan Timur berturut-turut rata-rata tengah 8,068,177 ekor; tertinggi 11,161,071 ekor; dan terendah 4,975,282 ekor.
  3. Peramalan harga DOC Tahun 2018 di Kalimantan Timur berturut-turut rata-rata tengah Rp.4.024, terendah Rp.2,429 dan tertinggi Rp.5,619.
  4. Peramalan harga ayam potong Tahun 2018 di Kalimantan Timur berturut-turut rata-rata tengah Rp.18.233, terendah rata-rata Rp.13.998 dan tertinggi Rp.22.467

Penulis: Rofik, S.Pt (Pengawas Bibit Ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim)

download

]]>
2018-06-22