Peringati World Rabies Day 2026, DPKH Kaltim Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi Rabies Gratis
Peringati World Rabies Day 2026, DPKH Kaltim Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi Rabies Gratis
Peringati World Rabies Day 2026, DPKH Kaltim Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi Rabies Gratis
Samarinda, 28 September 2026 — Dalam rangka memperingati World Rabies Day 2026, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur bersama Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BBKHIT) Kalimantan Timur, PDHI Kaltim 1, serta Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Kota Samarinda menyelenggarakan Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Vaksinasi Rabies Gratis pada 28–29 September 2026 di Kantor Karantina Kalimantan Timur.
Peringatan World Rabies Day 2026 mengusung tema “Satu Aksi untuk Rabies, Stronger Together”. Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi dan keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pencegahan dan pemberantasan rabies.
Melalui pendekatan One Health, sinergi antara kesehatan hewan, kesehatan manusia, dan lingkungan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Zero Rabies 2030.
Upaya pencegahan dan pemberantasan rabies tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, DPKH Kaltim terus memperkuat kerja sama lintas sektor, di antaranya melalui koordinasi pengawasan lalu lintas hewan bersama BBKHIT Kalimantan Timur, pelaksanaan vaksinasi rabies gratis, serta pengendalian populasi Hewan Penular Rabies (HPR) melalui program sterilisasi gratis.
Pelaksanaan sterilisasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi bersama PDHI Kaltim 1, dinas yang membidangi fungsi kesehatan hewan di kabupaten/kota, serta 11 shelter hewan di Kalimantan Timur. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat langkah pencegahan rabies secara berkelanjutan.
Sepanjang periode 2020–2026, Kalimantan Timur mencatat 15 kasus positif rabies. Pada tahun 2026, masih ditemukan satu kasus positif rabies di Kabupaten Mahakam Ulu. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa rabies masih perlu mendapat perhatian dan tidak boleh dianggap telah selesai.
Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat, peningkatan cakupan vaksinasi rabies, pengawasan lalu lintas hewan, serta kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat. Melalui semangat “Stronger Together”, seluruh pihak diharapkan dapat bergerak bersama untuk melindungi kesehatan hewan sekaligus menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat dari ancaman rabies.