Sands Multimedia - 085708094363
admin@peternakan.kaltimprov.go.id 0541 - 743921 / 747745
Dinas PKH Kaltim Distribusikan 25 Ton Konsentrat Untuk Kelompok Ternak di 4 Kabupaten/Kota.
17 April 2020 Admin Website Berita 213
Dinas PKH Kaltim Distribusikan 25 Ton Konsentrat Untuk Kelompok Ternak di 4 Kabupaten/Kota.

Samarinda. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim melakukan upaya untuk menunjang pemenuhan peningkatan fertilitas sapi melalui distribusi pakan konsentrat. Terdapat empat kabupaten/kota yang mendapatkan alokasi bantuan pakan konsentrat, yaitu Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Samarinda. 

Manajemen pemberian pakan konsentrat pada sapi induk terutama ditujukan untuk menunjang agar fertilitasnya tinggi, menghasilkan produksi susu yang dapat memenuhi kebutuhan anaknya sehingga nantinya laju pertumbuhan anak menjadi optimal. Kebutuhan pakan induk tergantung pada fase fisiologisnya, apakah bunting, laktasi atau dalam posisi kering.  Pada masa antara melahirkan sampai akhir masa perkawinan, energi pakan untuk induk harus ditingkatkan sekitas 50%, sedangkan  kebutuhan protein akan meningkat hampir dua kali lipat.  Saat paling kritis yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan induk adalah  selama masa beranak yaitu pada 60 hari sebelum melahirkan dan 90 hari setelah melahirkan. Dampak dari ketidak terpenuhi kebutuhan ini antara lain terjadinya abortus, bobot lahir rendah, bobot sapih rendah dan kegagalan birahi lagi. 

Tindakan yang harus dipahami dalam manajemen pakan induk adalah mempertahankan bobot induk agar konsisten.  Tiga bulan pertama, induk bunting memerlukan pakan yang cukup untuk hidup pokok dengan catatan kebutuhan energy terpenuhi.  Tiga bulan akhir masa kebuntingan saat kritis karena dua pertiga pertumbuhan janin terjadi selama masa ini.  Pada saat ini pakan harus mencapai pertambahan bobot badan 0,5 kg/hari, hindari kelebihan pakan.  Kelebihan pakan akan mengakibatkan kegemukan dan susah saat  melahirkan.  Setelah melahirkan dalam masa laktasi perlu diperhitungkan kebutuhan nutrisi untuk produksi susu, pemulihan alat reproduksi dan menjaga bobot badan persiapan berahi kembali.  Nutrisi yang rendah pada masa ini menyebabkan bobot sapih anak menurun 5–10%. Dalam kondisi yang kurang baik induk cenderung mempertahankan kondisi anak  dibanding bobot badannya sendiri.  Setelah anak  sudah siap makan hijauan dan tidak tergantung pada susu induk maka saatnya induk menunggu siklus berahi kembali untuk dikawinkan. 

Selain pemberian pakan konsentrat kepada kelompok ternak juga dilakukan pembinaan terkait cara pemberian dan penggunaan pakan konsentrat kepada peternak yang menerima pakan tersebut, agar tujuan dari pemberian pakan tersebut ke sapi induk yang ditentukan manfaatnya dapat tercapai. 

Adapun rincian distribusi pakan konsentrat 2020 dari Dinas PKH Kaltim, yaitu Kutai Timur melalui Dinas Pertanian mendapatkan alokasi 3,5 ton dengan target 70 ekor penyelamatan sapi induk bunting dan menyusui. Selanjutnya, Paser melalui UPTD Puskeswan Paser Belengkong (4 ton) dengan target 80 ekor sapi dan UPTD Puskeswan Long Ikis (6 ton) dengan target 120 ekor sapi.  

Kemudian, Penajam Paser Utara (PPU) di Kecamatan Babulu (3,75 ton) dengan target 75 ekor sapi, Kecamatan Penajam-Waru (2,5 ton) dengan target 50 ekor sapi, dan Kecamatan Sepaku (3,75 ton) dengan target 75 ekor sapi. Terakhir, Kota Samarinda di Kelurahan Lempake (1,5 ton) dengan target 30 ekor sapi.


Artikel Terkait
Copyright 2019 © Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim | Supported by BubuhanWeb