Sands Multimedia - 085708094363
admin@peternakan.kaltimprov.go.id 0541 - 743921 / 747745
Jaminan Swasembada Daging Ayam
03 September 2019 Admin Website Berita 211
Jaminan Swasembada Daging Ayam Sambutan Gubernur Kaltim Isran Noor Pada Acara FGD Strategi Pengembangan Kawasan Penyangga Kawasan Ibu Kota Negara di Balikpapan

Balikpapan. Setelah ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru, fokus pemerintah dalam pengembangan Bumi Etam meningkat. Terbaru, Kementerian Pertanian (Kementan) berencana memberi bibit ayam sebanyak 10.000 ekor untuk memenuhi kebutuhan daging ayam empat tahun mendatang. Langkah ini dilakukan untuk menyokong pemenuhan kebutuhan daging ayam di Kaltim sebagai bakal ibu kota negara baru. Langkah ini cukup beralasan, sebab hingga saat ini dalam sektor pangan Kaltim masih bergantung pada daerah lain. Data kementan menyebutkan kebutuhan unggas di Kaltim sebesar 39,6 ribu ton dengan persentase produksi terhadap kebutuhan mencapai 171,9 persen. Proyeksi itu dengan asumsi sebanyak 3,58 juta penduduk Kaltim.

Kementan memproyeksikan kebutuhan pangan ke depan untuk daging unggas mencapai 60,9 ribu ton dengan jumlah penduduk 5,58 juta jiwa. Kebutuhan daging unggas di Kaltim tercatat lebih unggul dibandingkan dengan daging ruminansiasebanyak 24,1 ribu ton untuk 3,58 juta penduduk Kaltim serta 39,9 ribu ton untuk 5,58 juta jiwa.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan alokasi tersebut untuk pertama kalinya diberikan kepada Kaltim. “Kebutuhan ayam lokal dari pemerinatah selama ini belum kebagian. Baru tahun ini kami dapat bantuan. Jadi jumlahnya tergolong besar untuk perdana”, ungkapnya Senin (2/9)

Rencananya dengan alokasi tersebut pihaknya akan kembangkan Bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah lainnya. Selanjutnya untuk peranakannya dan pembesarannya akan dilakukan oleh kelompok tani yang ada. Menurut Dadang, saat ini Bumi Etam telah memenuhi kebutuhan daging ayam ras lokal mencapai 68 juta day old chicken (DOC) yang berasal dari perusahaan Breeding Farm. Dari 68 juta itu, 65 juta DOC diantaranya dipelihara oleh peternak sedangkan sisanya juta ekor biasa dijual ke luar Kaltim. Dengan jumlah itu, Kaltim bisa memenuhi 90,5 persen dari kebutuhan dan dapat dikatakan mampu untuk melakukan swasembada. Bahkan ditargetkan hingga akhir tahun ini jumlah itu bertambah menjadi 76 juta DOC. Jumlah itu tergolong naik dari realisasi sebelumnya sebanyak 68 juta ekor.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungannya ke Balikpapan pada akhir pekan lalu mengaatakan pemerintah perlu menyiapkan pasokan bahan pangan di Kaltim lebih awal sebelum pemindahan ibu kota mulai terlaksana pada tahun 2024 mendatang.

Amran menyebutkan memberikan bantuan pembibitan unggas sebanyak 10.000 ekor. Dia melanjutkan jika Kaltim berhasil melakukan pengembangbiakan secara cepat, pihaknya akan kembali memberikan tambahan pembibitan menjadi 50.000. Jumlah bantuan pembibitan itu juga bisa berkembang menjadi 10.000 untuk tahun depan. “Ini pakannya sudah ada, ternaknya sudah ada. Kalau rampung 10.000 kami tambah 50.000. Rampung lagi Januari tahun depan 100.000”, tekannya.

Sementara Gubernur Kaltim Isran Noor juga akan memanfaatkan bekas lahan tambang di Kaltim sebagai alternatif lahan pertanian atau peternakan. “Kita bisa gunakan untuk pertanian. BIsa juga ditanami tanaman pakan ternak misal rumput gajah atau jagung. Namun, hal itu butuh proses dan memerlukan waktu cukup lama dan bertahap dalam melakukan reklamasi lahan”, tutupnya. (aji/ndu/k18) 

Sumber: Kaltim Post edisi Selasa, 3 September 2019


Artikel Terkait
Copyright 2019 © Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim | Supported by BubuhanWeb