Sands Multimedia - 085708094363
admin@peternakan.kaltimprov.go.id 0541 - 743921 / 747745
Kutim Kebagian 28 Persen dari 2 Juta Sapi
12 September 2014 Admin Website Berita 304
Kutim Kebagian 28 Persen dari 2 Juta Sapi Pola integrasi sapi-sawit (ist)

Di sisi lain, Pemkba Kutim juga memiliki program mencapai swasembada daging pada 2017, sehingga antara program yang digagas Pemkab dan yang dirancan oleh Pemprov Kaltim sejalan sehingga akan lebih mudah mencapainya.

    Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutim Sarifuddin Ginting mengatakan bahwa Kutim ingin swasembada daging di tahun 2017,  kemudian Kutim juga ingin membantu program Pemprov Kaltim dalam upaya mewujudkan populasi 2 juta ekor sapi pada 2018. Ini merupakan garis lurus yang saling mendukung.

    Saat ini katanya, jumlah sapi di Kutim sekitar 17.000 ekor, antara lain dikembangkan petani di Kecamatan Sangkulirang, Kaliorang, Rantau Pulung, Muara Wahau, dan Kecamatan Kongbeng.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.000 ekor dikembangkan di Pulau Miang, Bual-Bual, Sangkulirang, dan 2.000 ekor di Kaliorang. Sedangkan di Kecamatan Rantau Pulung merupakan kawasan terbesar keempat populasinya setelah Kaliorang.

    Program pengembangan dan penggemukan dilakukan para kelompok tani yang ada kelapa sawitnya, yakni untuk mendukung program integrasi sawit-sapi sesuai kontrak kerja dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

    Dia mengatakan bahwa program pengembangan dan penggemukan sapi di Kutim mendapat dana dari tiga sumber, yakni APBD II Kabupaten Kutim, APBD I Provinsi Kaltim, dan dari pemerintah pusat melalui APBN.

    Selanjutnya kata dia lagi, dalam upaya memenuhi kontrak kerja dengan Pemprov Kaltim memperoleh populasi sapi sebanyak 560.000 ekor, maka Pemkab Kutim menggandeng sejumlah perusahaan tambang dan perkebunan untuk mempercepat realisasinya.

    Setidaknya terdapat tiga cara untuk memenuhi populasi 560.000 ekor sapi, yakni memacu kinerja, menggandeng sejumlah perusahaan tambang, dan menjalin kerja sama dengan perusahaan perkebunan sawit melalui program integrasi sapi-sawit.

    Dia mengatakan bahwa saat ini di Kutim terdapat sekitar 300 ribu hektare perkebunan sawit. Apabila tiap hektare lahan sawit bisa dikembangkan dua ekor sapi saja, maka akan dapat melebih target yang dipatok karena dua ekor sapi dikali 300 ribu hektare sama dengan 600 ribu ekor sapi.

    Integrasi sapi sawit dapat dilakukan pada tanaman sawit di atas tujuh tahun. Di usia itu, kelapa sawit sudah tinggi sehingga tidak terganggu oleh kehadiran sapi.

    Keuntungan integrasi ini adalah sapi bisa makan rumput dan limbah sawit, sedangkan kotoran sapi bisa menjadi pupuk bagi sawit, termasuk sapi bisa digunakan sebagai angkutan sawit. (mg)


Artikel Terkait
Copyright 2019 © Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim | Supported by BubuhanWeb