Sands Multimedia - 085708094363
admin@peternakan.kaltimprov.go.id 0541 - 743921 / 747745
Manajemen Penyimpanan Pakan Berpengaruh Terhadap Mutu Pakan
27 Maret 2015 Admin Website Berita 4123
Manajemen  Penyimpanan Pakan Berpengaruh Terhadap  Mutu Pakan Penyimpanan Pakan Ternak Yang Baik

Penyimpanan adalah salah satu bentuk tindakan pengamanan yang selalu terkait dengan waktu yang bertujuan untuk mempertahankan dan menjaga komoditi yang disimpan dengan cara menghindari, menghilangkan berbagai faktor yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas komoditi tersebut.

Faktor - faktor yang mempengaruhi penyimpanan pakan adalah:
1. Jenis Pakan
2. Lama Penyimpanan
3. Metode Penyimpanan
4. Temperatur
5. Kandungan Air
6. Kelembapan Udara
7. Serangan serangga, kapang, bakteri, binatang pengerat dan
8. Komposisi bahan pakan tersebut

Untuk tempat penyimpanan atau gudang yang baik, yaitu:

  1. Tempat penyimpanan diusahakan di tempat yang kering/tidak lembab (kelembaban tak lebih dari 70%), temperatur di kisaran 300C – 340C, berventilasi, terhindar sinar matahari langsung serta terhindar dari hujan dan bocor.
  2. Meminimalisir masuknya hama, burung, tikus, kecoa, tikus, kutu serta serangga dan hewan lainnya.
  3. Cegah gudang menjadi tempat berkembang biaknya kuman seperti jamur yang dapat memproduksi racun yang biasa dikenal dengan mikotoksin. Pemberian pakan yang terkontaminasi mikotoksin pada ayam akan menimbulkan gangguan kesehatan serius (mikotoksikosis) berupa gejala keracunan, sampai kematian.Perawatan terhadap bangunan dan lantai supaya menciptakan kondisi bersih. 

Teknik penyimpanan pakan ternak yang baik, adalah:

  • Hindari kontak langsung dengan lantai/dinding, simpan pakan diatas pallet/alas lantai.
  • Teknik penyimpanan yang biasa di gunakan adalah sistem FIFO (first in first out/Masuk Pertama, Keluar Pertama) supaya lebih mudah mengontrol keluar masuknya pakan dan kualitas pakan tetap terjaga.
  • Atur penumpukan pakan yang mudah diambil sesuai dengan urutan masuk atau pembuatan pakan.
  • Perhatikan jarak antar tumpukan dan antara tumpukan dengan dinding (tidak terlalu sempit untuk memudahkan pakan keluar masuk)
  • Untuk bahan pakan berlemak tinggi seperti bungkil kelapa dapat menyebabkan ketengikan dalam penyimpanan yang terlalu lama akibat adanya proses oksidasi. Yang perlu dilakukan adalah :diSimpan dalam jumlah sedikit (sesuai kebutuhan); Jangan disimpan terlalu lama; Memiliki catatan stok yang rapi
  • Untuk bahan pakan berupa cairan seperti, molasses, yang perlu diperhatikan adalah wadah bahan tersebut (baik jenis dan bentuk).
  • Untuk bahan pakan yang memiliki kadar air yang sangat tinggi seperti jagung dan tepung ikan tidak di simpan dalam gudang penyimpanan yang bersuhu tinggi pula, karena dapat mempercepat proses penjamuran.
  • Bahan pakan asal hewan yang baru datang dipisahkan/karantina selama 14 hari dan penyimpanannya dipisah dari bahan baku lainnya.
  • Pakan yang akan dijual/dipakai tidak terlalu lama dibiarkan dalam keadaan terbuka.

Penanganan dan manajemen selama penyimpanan bahan pakan yang baik diharapkan dapat mempertahankan dan menjaga mutu pakan, sehingga dapat meminimalisir kerugian ekonomis akibat kerusakan pakan.

 Oleh: Dewi Eka Nur Anisa, S.Pt (Pengawas Mutu Pakan Pertama Disnak Prov. Kaltim)
Sumber bacaan: dari berbagai sumber.


Artikel Terkait
Copyright 2019 © Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim | Supported by BubuhanWeb