Sands Multimedia - 085708094363
admin@peternakan.kaltimprov.go.id 0541 - 743921 / 747745
NTP Peternakan Terus Mengalami Kenaikan
02 Agustus 2018 Admin Website Berita 208

Peningkatan indeks harga yang dibayar petani (Ib) dipengaruhi oleh peningkatan pada indeks kelompok konsumsi rumahtangga maupun kelompok dengan persentase peningkatan masing-masing sebesar 1,16 persen dan 0,02 persen.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan pada 10 kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur (termasuk Prov. Kalimantan Utara) dengan tahun dasar 2012, NTP Provinsi Kalimantan Timur pada bulan Juli 2018 sebesar 95,98 yang berarti petani mengalami mengalami defisit/penurunan daya beli karena penerimaan hasil produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangganya. NTP kembali menurun di bulan Juli setelah pada bulan sebelumnya mengalami peningkatan (bulan Mei ke Juni). NTP Juli 2018 menjadi NTP yang paling rendah jika dilihat dalam kurun waktu setahun terakhir. 

NTP pada bulan Juli 2018 turun 0,96 persen dibandingkan NTP bulan Juni 2018, yaitu dari 96,91 menjadi 95,98. Hal ini disebabkan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami penurunan sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) terus mengalami peningkatan. Penurunan It pada bulan Juli 2018 sebesar 0,05 persen, sedangkan peningkatan Ib sebesar 0,92 persen. Pada bulan Juli 2018, hanya ada 2 subsektor pertanian yang mengalami peningkatan NTP, yaitu subsektor peternakan dan subsektor perikanan. NTPT (peternakan) mengalami peningkatan sebesar 0,66 persen dan NTPN (perikanan) mengalami peningkatan sebesar 0,05 persen. Sedangkan, NTPP (tanaman pangan) mengalami penurunan sebesar 1,12 persen, NTPH (holtikultura) menurun sebesar 0,37 persen, dan NTPR (perkebunan) menurun sebesar 2,98 persen.

Pada bulan Juli 2018 terjadi penurunan NTUP sebesar 0,19 persen. Penurunan NTUP hanya terjadi di 2 subsektor, yaitu tanaman pangan dan tanaman perkebunan rakyat dengan nilai penurunan masing-masing sebesar 0,47 persen dan 2,12 persen. Sedangkan, NTUP subsektor hortikultura tetap mengalami peningkatan walaupun NTP nya menurun. Persentase penurunan NTUP terbesar di bulan Juli 2018 terdapat pada subsektor perkebunan rakyat. Penurunan NTUP subsektor perkebunan rakyat yang cukup besar tersebut membuat NTUP nya turun berada di bawah nilai 100. Dengan demikian, walaupun tanpa memperhitungkan harga yang digunakan untuk memenuhi konsumsi rumahtangga, petani subsektor perkebunan rakyat tetap mengalami defisit karena penerimaan hasil produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan harga untuk proses produksi pertanian di bulan Juli.

Sumber: BPS Prov. Kalimantan Timur


Artikel Terkait
Copyright 2019 © Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim | Supported by BubuhanWeb