Sands Multimedia - 085708094363
admin@peternakan.kaltimprov.go.id 0541 - 743921 / 747745
Optimis Tercapai 2 Juta Sapi
29 Agustus 2014 Admin Website Berita 320
Optimis Tercapai 2 Juta Sapi Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Timur Dadang Sudarya

Samarinda, 29/8 - Target dua juta ekor sapi di Provinsi Kaltim pada tahun 2018 diyakini dapat tercapai karena dalam pengadaannya melibatkan banyak pihak, seperti pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, perbankan, hingga pengusaha sawit dan perusahaan tambang.

    “Target populasi sapi di Kaltim yang mencapai 2 juta ekor itu sesuai dengan RJPMD 2014-2018, antara lain dari APBN dan APBD Kaltim memberikan andil 15.000 ekor per tahun, atau 75.000 ekor hingga lima tahun ke depan,” kata Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya.

    Kemudian partisipasi dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebanyak 150.000 ekor dengan sistem kredit modal, dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim sebanyak 250.000 melalui program Kredit Ternak Sejahtera, dan dari perusahaan pertambangan minimal mewujudkan 250.000 ekor.

    Berikutnya dari pihak swasta bekerjasama dengan perusahaan kelapa sawit diharapkan minimal mampu berperan menambah populasi sebanyak 1.125.000 ekor sapi selama lima tahun, yakni melalui pola integrasi sapi-sawit.

    Kemudian dari 15 pemerintah daerah di kabupaten dan kota baik di Provinsi Kaltim maupun Provinsi Kaltara, menyediakan sapi sebanyak 150.000 ekor.

    Pola integrasi sapi-sawit di Kaltim diyakini bakal tercapai karena luas perkebunan sawit di dua provinsi ini berdasarkan data 2013 sudah mencapai 1,1 juta hektare.

    Berdasarkan luasan kebun sawit tersebut, apabila tiap satu hektare dilakukan integrasi dengan 3 ekor sapi, maka akan terdapat populasi mencapai 3,3 juta ekor, tetapi jika hanya terealisasi 50 persen saja, maka akan terdapat populasi sekitar 1,5 juta ekor sapi khusus di kawasan kebun sawit.

    Hanya saja kata dia lagi, saat ini masih terkendala bibit sapi yang masih belum banyak, yakni bibit yang ada di Indonesia baru sekitar 60.000 sapi.

    Ini berarti Kaltim harus mendatang bibit dari luar negeri apabila ingin menambah bibit untuk mempercepat populasi, selain mempercepat produktivitas atau meningkatkan kebuntingannya. (gd)


Artikel Terkait
Copyright 2019 © Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim | Supported by BubuhanWeb