Sands Multimedia - 085708094363
admin@peternakan.kaltimprov.go.id 0541 - 743921 / 747745
Pencapaian UPSUSSIWAB Kaltim Harus Terus Dipacu
18 Juli 2019 Admin Website Berita 58
Pencapaian UPSUSSIWAB Kaltim Harus Terus Dipacu Rapat Evaluasi UPSUS SIWAB Semester 1 Th. 2019

Samarinda. Program UPSUSSIWAB (Upaya Khusus Sapi Betina Wajib Bunting) yang dicanangkan oleh pemerintah dari tahun 2017 pada akhir bulan Juni 2019 telah mencapai rataan lebih dari 50 persen. Ada 3 parameter utama yang ditargetkan pada program UPSUSIWAB ini, yaitu: jumlah kebuntingan, jumlah akseptor/IB dan jumlah kelahiran. Realisasi pelaksanaan upsussiwab di seluruh Indonesia hingga tanggal 4 Juli 2019 yang diperoleh dari seknas pokja UPSUSSIWAB, yaitu:

  1. Total kebuntingan telah mencapai 50,24 persen atau sebanyak 1.055.088 ekor dari 2.100.000 ekor yang ditargetkan untuk tahun 2019.
  2. Total akseptor/IB telah mencapai 63,53 persen atau sebanyak 2.256.241 ekor dari 3.000.000 ekor yang ditargetkan untuk tahun 2019.
  3. Total kelahiran telah mencapai 57,69 persen atau sebanyak 969.194 ekor dari 1.680.000 ekor yang ditargetkan untuk yahun 2019.

Untuk kaltim, tahun 2019 ditargetkan jumlah kebuntingan sebanyak 4.550 ekor, jumlah akseptor/IB sebanyak 6.500 ekor dan jumlah kelahiran sebanyak 3.640 ekor. Realisasi pelaksanaan UPSUSSIWAB di Kaltim hingga tanggal 17 Juli 2019, yaitu:

  1. Total kebuntingan telah mencapai 66,62 persen atau sebanyak 3.031 ekor.
  2. Total akseptor/IB telah mencapai 43,35 persen atau sebanyak 2.818 ekor.
  3. Total kelahiran telah mencapai 57,69 persen atau sebanyak 1.892 ekor .

Meskipun target kebuntingan dan kelahiran sudah melebihi 50 persen (zona hijau) pada semester pertama tahun ini tetap saja harus dipacu agar target tahun ini dapat dipenuhi atau bahkan melebihi target, khususnya kabupaten/kota yang target kebuntingan dan kelahiran belum memenuhi target untuk semester pertama tahun ini. Hal tersebut dijelaskan oleh I Made Jaya Adhi, Kabid Perbibitan dan Budidaya.

Terkait target akseptor/IB yang belum mencapai target pada semester pertama tahun ini harus dikoordinasikan dan dievaluasi bersama tim dari kabupaten/kota agar permasalahan yang terjadi di lapangan dapat segera dicarikan solusinya sehingga target tahun ini terpenuhi, jelasnya.

Koordinasi dan dukungan yang baik antara petugas di lapangan hingga petugas tingkat provinsi tidak hanya tercapainya target yang telah ditetapkan tetapi juga untuk peningkatan produktifitas usaha peternakan dan memberikan keuntungan bagi peternak.


Artikel Terkait
Copyright 2019 © Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim | Supported by BubuhanWeb