Sands Multimedia - 085708094363
admin@peternakan.kaltimprov.go.id 0541 - 743921 / 747745
Pengembangan Babi di Kaltim Masih Menjanjikan
14 November 2014 Admin Website Berita 468
Pengembangan Babi di Kaltim Masih Menjanjikan ilustrasi peternakan babi (ist)
"Di Kaltim memamg unik karena secara keseluruhan penduduknya mayoritas Muslim, tetapi untuk kabupaten tertentu justru mayoritas non Muslim seperti di Kutai Barat dan kawasan pedalaman sehingga babi menjadi ternak yang terus dikembangkan," ujar Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya. Dadang yang didampingi Kepala Bidang Perbibitan dan Budidaya I Gusti Made Jaya Adhi melanjutkan, guna terus meningkatkan populasi babi di kawasan pedalaman, maka pemerintah pusat bersama Pemprov Kaltim terus mendorong peningkatannya. Hal ini dilakukan karena selama ini Kaltim masih mendatangkan daging dari daerah lain, bahkan negara lain akibat belum mampunya peternak lokal mencukupi kebutuhan di daerah sendiri. Berdasarkan data yang ada katanya, populasi babi di Kaltim pada 2013 sebanyak 88.154 ekor dengan jumlah terbanyak terdapat di Kabupaten Kutai Barat yang mencapai 33.459 ekor. Jumlah populasi babi terbanyak kedua berada di Kabupaten Malinau yang mencapai 13.075 ekor. Sedangkan untuk populasi ayam buras atau ayam lokal di Kaltim total sebanyak 6.154.992 ekor. Pada tahun 2013, terdapat tiga kabupaten mendapat bantuan pengembangan babi dari pemerintah pusat sebanyak 290 ekor. Babi bakalan yang merupakan bantuan itu dengan harapan dapat dikembangbiakkan agar Kaltim tak lagi mednatangkan daging dari luar daerah. Sedangkan tiga kabupaten yang mendapat bantuan pengembangan babi itu adalah peternak di pedalaman Kabupaten Kutai Barat, Malinau, dan Kabupaten Nunukan. Program itu digulirkan pemerintah pusat karena di kawasan pedalaman dan terpencil juga belum mampu mencukupi kebutuhan daging, sehingga ke depan diharapkan semua ternak yang dikembangkan dapat terus beranak pinak, menambah populasi dan pada akhirnya kawasan itu mampu swasembada daging. Rincian bantuan yang diberikan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian itu adalah, untuk satu kelompok ternak di Kabupaten Malinau mendapat 56 ekor babi atau setara dengan Rp132,76 juta. Kemudian dua kelompok ternak di Kabupaten Nunukan yang masing-masing kelompok mendapat bantuan 55 ekor sehingga total sebanyak 110 ekor babi. Apabila jumlah 110 ekor babi itu dirupiahkan, maka akan setara dengan Rp259,785 juta. Selanjutnya bantuan pengembangan babi untuk dua kelompok ternak di Kabupaten Kutai Barat. Masing-masing kelompok mendapat pengembangan 62 ekor sehingga total bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 124 ekor atau total setara dengan Rp270,385 juta. (gf)

Artikel Terkait
Copyright 2019 © Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim | Supported by BubuhanWeb