Sands Multimedia - 085708094363
admin@peternakan.kaltimprov.go.id 0541 - 743921 / 747745
Sapi Kebutuhan Natal dan Tahun Baru Tiba di Samarinda Melalui Jalur Tol Laut
14 November 2018 Admin Website Berita 127

Kapal tersebut membawa 498 sapi jenis Bali asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menempuh perjalanan kurang lebih empat hari dari pelabuhan Kupang. Nantinya, sapi-sapi tersebut akan didistrubusikan ke rumah pemotongan hewan, maupun jagal hewan, yang selanjutkan di pasarkan ke setiap daerah di Kaltim.

"Sapi ini didatangkan untuk kebutuhan konsumsi, bukan untuk dikembangbiakan. Karena yang datang semuanya jantan," ucap Kepala Dinas Peternakan Kaltim, Dadang Sudarya, Kamis (8/11/2018). "Sapi ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pada Natal dan Tahun baru 2018. Untuk memenuhi kebutuhan daging segar masyarakat," tambahnya. Lanjut dia menjelaskan, tibanya KM Camar Nusantara 5 ke Kaltim merupakan yang keenam kalinya membawa sapi untuk konsumsi, keseluruhan telah terdapat 2.598 ekor sapi yang didatangkan.

Kebutuhan konsumsi daging sapi di Kaltim tergolong tinggi, hal itu dipengaruhi karena terdapat perusahaan-perusahaan yang membutuhkan daging sapi untuk karyawannya, termasuk tempat usaha rumah makan. Dalam setahun, Kaltim membutuhkan sekitar 65 ribu sapi guna dapat memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi.

Selama ini, Kaltim masih mengandalkan kiriman sapi dari luar daerah guna memenuhi kebutuhan daging sapi. Sebanyak 72,2 persen sapi didatangkan dari luar daerah, sisanya berasal dari peternak lokal. “Dari lokal, kita hanya mampu memenuhi kebutuhan daging sapi sekitar 27,8 persen saja, dan kebutuhan terpenuhi dengan mendatangkan dari luar daerah, karena kebutuhan daging di Kaltim cukup tinggi”, kata Dadang.

Untuk program pengembang biakan sapi di Kaltim, pihaknya juga telah melakukan upaya, dengan mendatangkan bibit dari NTT, Sulawesi Tengeh, Sulawesi Selatan, pulau Jawa, termasuk dari luar negeri, namun hingga saat ini pasokan daging dari lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kaltim.

Program tol laut Presiden Joko Widodo menurutnya sangat tepat, karena kapal yang digunakan memang khusus untuk ternak, dan terdapat petugas kesehatan di kapal yang dapat mengontrol kondisi sapi yang dibawa. "Yang datang ini kondisinya sehat semua, karena dibawa dengan kapal khusus yang didesain agar hewan tidak stres, jadi bobotnya tidak berkurang," tutupnya. (*)

Penulis  : Christoper Desmawangga
Editor    : Trinilo Umardini 
Sumber : Tribun Kaltim edisi Kamis 8 Nopember 2018

 


Artikel Terkait
Copyright 2019 © Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim | Supported by BubuhanWeb