Evaluasi Akhir Optimalisasi Reproduksi, Penandaan dan Pendataan Hewan Se-Kaltim Tahun 2022

18 November 2022 Muhammad Al-ikqrham Berita 42
Evaluasi Akhir Optimalisasi Reproduksi, Penandaan dan Pendataan Hewan Se-Kaltim Tahun 2022

Balikpapan - Kegiatan Optimalisasi Reproduksi dalam rangka mendukung SIKOMANDAN merupakan kegiatan pelayanan untuk memastikan sapi dan kerbau betina produktif milik petani atau peternak dapat dikawinkan baik melalui IB maupun kawin alam dengan tujuan untuk meningkatkan populasi ternak sapi dan kerbau di Kaltim.

Pelaksanaan kegiatan evaluasi ini sebagai upaya untuk memantau serta melakukan evaluasi atas capaian realisasi pelaksanaan IB, PKB, Kelahiran, Distribusi Semen Beku dan N2Cair serta pelaksanaan Penandaan dan Pendataan dan juga pelaksanaan Vaksinasi.

Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) saat ini perlu diwaspadai dan dilakukan penanganan, pencegahan dan tindakan cepat terhadap penanggulangan penyebaran virus PMK.

Pemerintah Provinsi Kaltim dengan melibatkan semua stake holder yang ada, melakukan langkah kongkrit untuk menekan agar virus PMK tidak meluas ke wilayah lain yaitu dengan melaksakan biosecurity, testing, pengobatan, vaksinasi dan potong bersyarat. Oleh karena itu dalam rangka mendukung optimalisasi pelaksanaan vaksinasi terhadap hewan maka diperlukan penandaan dan pendataan hewan untuk mengetahui jumlah populasi hewan yang telah divaksinasi, selain itu juga untuk mengetahui jumlah seluruh populasi hewan, status reproduksi, dan distribusi melalui penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Berkaitan dengan hal tersebut diadakan Pertemuan Evaluasi Akhir Reproduksi, Penandaan dan Pendataan Hewan Se-Kaltim Tahun 2022 (17-18/11/22), turut hadir sebagai narasumber Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH dalam hal ini diwakili oleh Khairuddin S.Pt dan Zuljisman S.Pt.

Merebaknya Wabah Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia khususnya Kalimantan Timur, secara drastis akan berdampak pada penurunan populasi ternak yang ada di Kaltim. Hal ini menuntut seluruh stakeholder perlu bekerja keras dan bekerja cepat untuk melaksanakan pencegahan, penanggulangan dan penanganan penyebaran virus PMK tersebut. Mengingat saat ini sudah ada 7 kabupaten/kota yang tertular penyakit PMK yaitu : Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Barat.

Capaian realisasi pelaksanaan Optimalisasi Reproduksi sampai dengan saat ini sudah cukup baik dengan capaian dosis IB sebesar 92.7%, PKB 64,3%, 86,1%.

Berdasarkan laporan ISIKHNAS sampai dengan 15 November 2022, capaian realisasi vaksinasi sebesar 44.923 dosis atau sebesar 60,06% masih tersisa sebesar 29.877 dosis. Sedangkan laporan IDENTIK PKH sampai dengan 15 November 2022 realisasi penandaan dan pendataan ternak baru mencapai 10.657 ekor atau sebesar 29,35%, masih tersisa 25.659 ekor.

Kondisi SDM peternakan yang terbatas, jangkauan lokasi yang luas, medan yang berat serta sarana penunjang yang minim menjadi kendala pelaksanaan di lapangan, namun perlu tetap optimis dan yakin bahwa semuanya dapat terselesaikan dengan baik, dengan kerja Keras, kerja Cerdas dan kerja Ikhlas, target sasaran dan tujuan kegiatan dapat terealisasi.

Untuk itu pelaksanaan kegiatan Evaluasi Akhir Optimalisasi Reproduksi, Penandaan dan Pendataan Hewan ini dilaksanakan selain untuk mengevaluasi pelaksaan kegiatan yang telah berjalan juga untuk mendorong optimalisasi capaian realisasi kegiatan serta mencari hal-hal yang menjadi kendala dan permasalahan di lapangan serta sekaligus mencari solusi dan penyelesaiannya.


Artikel Terkait
Copyright 2019 © Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim | Supported by BubuhanWeb | Redesigned By: Ramz