Sands Multimedia - 085708094363
admin@peternakan.kaltimprov.go.id 0541 - 743921 / 747745
Kaltim Potensial Kembangkan Sapi
29 September 2014 Admin Website Berita 252
Kaltim Potensial Kembangkan Sapi Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya (kedua dari kiri) saat Apresiasi Kesejahteraan Hewan dan Juru Sembelih Halal

“Saat ini kita baru memiliki 114.735 ekor sapi dan hanya 10 persen yang boleh dipotong, karena selebihnya harus untuk pengembangbiakan demi meningkatkan populasinya,” kata Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Timur (Kaltim) Dadang Sudarya.

Kemudian, untuk memenuhi permintaan daging asal sapi yang memang cukup tinggi di Provinsi Kaltim, maka peternak setempat belum mampu memenuhinya, sehingga harus mendatangkan sapi dari daerah lain seperti Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Bali, NTB, dan lainnya.

Pernyataan itu diungkapkan Dadang ketika membuka Pertemuan Apresiasi Kesejahteraan Hewan dan Juru Sembelih Halal di aula Dinas Peternakan Kaltim, Senin, 29/9, dalam rangka mendekati Idul Adha yang dipastikan akan semakin banyak hewan qurban yang disembelih.

 Kaltim lanjutnya, memiliki potensi besar baik dari sisi wilayah, sumberdaya alam, maupun dari sisi sumberdaya manusia untuk mengembangkan peternakan skala besar, karena selama ini Kaltim hanya menjadi daerah konsumen dalam memenuhi daging sapi, kerbau, kambing, dan produk pangan lain asal hewan.

Ini berarti ada ratusan juta tiap bulan uang dari Kaltim yang dibelanjakan untuk mendatangkan sapi dan kerbau mupun kambing dari daerah lain.

Apabila semua kebutuhah itu dapat dilayani oleh petani ternak di Kaltim, maka perputaran ekonomi daerah setempat pertumbuhannya akan lebih cepat.

 Padahal kata dia lagi, dengan banyaknya ternak yang masuk ke Kaltim untuk dikonsumsi masyarakat, maka pihaknya beserta instansi terkait harus meningkatkan pengawasan, yakni jangan sampai adanya penyakit menular pada hewan yang dibawa ke Kaltim.

Mengingat masih tingginya permintaan daging dari daerah lain tersebut, maka Pemprov Kaltim telah bertekad meningkatkan populasi sapi menjadi 2 juta ekor pada 2018.

Dia meyakini program tersebut dapat terwujud karena banyak pihak yang diajaknya bekerjasama, seperti perusahaan sawit melalui integrasi sapi-sawit, perusahaan tambang yang memanfaatkan lahan eks tambang untuk budidaya sapi, dan kalangan perbankan untuk membantu modal usaha bagi peternak. (gfr)


Artikel Terkait
Copyright 2019 © Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim | Supported by BubuhanWeb