Sands Multimedia - 085708094363
admin@peternakan.kaltimprov.go.id 0541 - 743921 / 747745
Kementan BPS Perkuat Koordinasi Membangun "SATU DATA"
10 Mei 2019 Admin Website Berita 31

Denpasar. Menindaklanjuti sosialisasi Survei Pertanian Antar Sensus (SUTAS) Tahun 2018 yang telah dilaksanakan di Bogor, 26 April lalu, Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik (BPS) kembali mengadakan pertemuan di Bali (1/5) sebagai langkah nyata membangun kerjasama dan koordinasi yang lebih baik antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan BPS dalam upaya membangun “SATU DATA”

Dalam sambutannya, Nasrullah, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mewakili Dirjen PKH kembali menegaskan bahwa untuk dapat mewujudkan kualitas data yang baik dan terintegrasi diperlukan kerja sama dengan penyedia data, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pusat. Lebih lanjut dijelaskan bahwa, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 798/Kpts/OT.040/ F/11/2012, tentang Petujuk Teknis Pengumpulan dan Penyajian Data Peternakan, yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengumpulan dan penyajian data peternakan di daerah. Disamping itu, untuk mendukung aspek perencanaan dan Evaluasi Program/Kegiatan Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan, pada tahun 2016 telah diterbitkan pula Keputusan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 5943/Kpts/TI.000/F/09/2016, tentang Petujuk Teknis Pengumpulan dan Penyajian Data Peternakan dan Kesehatan Hewan. 

Peserta dari pertemuan yang dilaksanakan selama 4 hari ini (1-4 Mei 2019) dihadiri oleh pejabat/petugas yang melaksanakan fungsi perstatistikan dari Dinas/Kelembagaan yang membidangi fungsi peternakan tingkat provinsi se-Indonesia. Perwakilan dari tiap propinsi tersebut memaparkan 15 data komoditas di wilayahnya masing-masing, yakni sapi potong, sapi perah, kerbau, kambing, domba, babi, kuda, ayam buras, ayam ras petelur, ayam ras pedaging, puyuh, merpati, kelinci, itik dan itik manila. Sesuau prioritas pembangunan peternakan, 3 dari 15 komoditas tersebut disepakati untuk disandingkan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yakni sapi potong, sapi perah serta kerbau. 

Merujuk pada hasil SUTAS 2018, diperoleh perkiraan populasi sapi potong sebesar 16,4 juta ekor, sapi perah 0,58 juta ekor dan kerbau 0,89 juta ekor. Angka perkiraan tersebut dapat dijadikan sebagai Angka (Populasi Awal) Po 2018, untuk penghitungan estimasi data populasi hingga nanti dilaksanakannya Sensus Pertanian pada Tahun 2023 (ST 2023). 

SUTAS 2018 yang telah dilaksanakan oleh BPS RI bertujuan untuk memperkirakan populasi Rumah Tangga Usaha Pertanian menurut Sub Sektor per Kabupaten/Kota, populasi komoditas dan produktivitas komoditas serta parameter populasi ternak.

Kerjasama antara Ditjen PKH dan BPS ini telah berjalan dalam upaya melakukan pengumpulan data pemotongan ternak yang selama ini telah dikumpulkan dan dilaporkan melalui aplikasi iSIKHNAS. Secara teknis kini juga diupayakan untuk dilakukan penyempurnaan baik dari sisi teknis maupun metodologi sehingga kedepan data iSIKHNAS dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh para pemangku kebijakan. 

Mengakhiri sambutannya, Nasrullah berpesan kepada rekan-rekan pengelola data di provinsi untuk mampu menyajikan data secara valid, sehingga mampu mendukung perencanaan penyediaan di lapangan serta mencegah terjadinya kelangkaan dan gejolak harga, mengingat dalam waktu dekat kita akan memasuki hari besar keagamaan, yaitu Bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Dimana dalam periode-periode ini, insan peternakan harus siap memberikan data dan informasi terkait ketersediaan pangan hewani di daerah masing-masing. Data ketersediaan ini mencakup komoditas daging (terutama daging sapi dan unggas), telur serta susu.

Narahubung : Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc (Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan)

Sumber: ditjenpkh


Artikel Terkait
Copyright 2019 © Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim | Supported by BubuhanWeb