PENANAMAN RUMPUT ODOT DI LAHAN EKS TAMBANG

20 Juni 2022 Muhammad Al-ikqrham Artikel 1545
 PENANAMAN RUMPUT ODOT DI LAHAN EKS TAMBANG Rumput Odot di lahan eks tambang Kec. Loa Kulu – Kab. Kutai Kartanegara

Dalam ransum ternak ruminansia, rumput merupakan sumber serat yang banyak digunakan sebagai pakan utama ternak. Disamping itu rumput mempunyai produksi yang lebih tinggi dan lebih tahan terhadap tekanan defoliasi (pemotongan dan renggutan). Kebutuhan pokok HPT untuk ternak sapi untuk setiap harinya    10% dari berat badan ternak. Salah satu upaya dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak, ketersediaan dan kontinyuitas HPT sangat diperlukan, untuk itu perlu diwujudkan adanya lahan yang digunakan sebagai kebun HPT. Salah satu HPT yang unggul yaitu rumput Odot. Rumput  odot  (Pennisetum  purpureum  cv.Mott)  merupakan  salah  satu  jenis  rumput yang unggul dan memiliki produktivitas serta kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Rumput odot  memiliki  ukuran  yang  lebih  kecil  daripada  jenis  rumput  gajah  yang  lainnya.  Rumput odot  dapat  tumbuh  di  berbagai  jenis  tanah  serta  sangat  responsif  terhadap  pemupukan (Wiwik, 2018).

Rumput Odot sudah dikembangkan oleh kelompok tani Karya Makmur ds. Jonggon Jaya Kec. Loa Kulu Kab. Kutai Kartanegara, yang ditanam dan  dikembangkan di lahan eks tambang. Populasi ternak dikelompok 200 ekor yang dipelihara secara ekstensif di lahan eks tambang. Potensi padang penggembalaan seluas 35 Ha. Kondisi lahan eks tambang memiliki pH tanam asam, kepadatan tanah yang tinggi, kesuburan tanah dan unsur hara yang rendah. Oleh karena itu, memerlukan perlakuan terlebih dahulu yaitu dengan penambahan kapur untuk menaikkan pH tanah, melakukan proses penggemburan tanah dan penambahan pupuk organik dan an-organik. Selanjutnya baru dilakukan penanaman jika lahan sudah siap tanam.

Kebun rumput Odot di kelompok tani Karya Makmur seluas 3 Ha. Jika perkiraan produksi rumput Odot di kelompok 150 kg/Ha/tahun dalam bentuk segar, maka produksi total 450 kg/thn. Kebutuhan pakan 10 % dari Bobot badan, jika rata-rata BB 225 kg maka dengan kebun rumput 3 Ha dapat menampung 54 ekor ternak sapi bali. Selain rumput Odot, ternak memanfaatkan hijauan pakan yang tumbuh di lahan eks tambang.

Rumput  odot ini bisa tumbuh pada sinar matahari dengan intensitas kecil sekitar  30-40 % tetapi dari jumlah anakan dan umur panen lebih lama. Rumput ini bisa menyesuaikan diri atau beradaptasi  pada  berbagai macam jenis lahan meskipun hasil panennya akan berbeda rumput Odot yang ditanam kelompok tani di lahan eks tambang menggunakan stek dengan tanam 1 m x 0,75 m. Umur rumput yang sudah ditanam ada yang 2 minggu dan lwbih dari 1 bulan. Pada penanaman pertama kali rumput odot bisa dipanen pada umur 60-70 hari. Ciri-ciri rumput sudah bisa dipanen adalah adanya ruas pada batang yg telah berukuran minimal 15 cm. Untuk pemotongan selanjutnya dapat dipanen umur 40 hari.

Dari hasil penelitian kandungan nutrisi rumput Odot yaitu BK : 13,55 %, protein kasar 14,35 %, lemak kasar 2,72 %, serat kasar 28,1 %, abu 14,45 % dan TDN 63,98 %. Kandungan protein kasar rumput Odot (14,35 %) lebih tinggi dibandingkan rumput gajah ( 9,43 %). Pengembangan penanaman dan pengembangan rumput Odot dilahan eks tambang, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak, seiring bertambahnya populasi ternak di kelompok tani Karya Makmur. Untuk kecukupan hijauan pakan ternak perlu perluasan areal kebun rumput dan legume.

 

Oleh : Dewi Eka Nur Anisa, S.Pt

Dikutip dari berbagai sumber.


Artikel Terkait
Copyright 2019 © Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim | Supported by BubuhanWeb | Redesigned By: Ramz