Peternak PDKT Samarinda Dibekali Keterampilan Membuat Silase untuk Ketahanan Pakan
Peternak PDKT Samarinda Dibekali Keterampilan Membuat Silase untuk Ketahanan Pakan
Peternak PDKT Samarinda Dibekali Keterampilan Membuat Silase untuk Ketahanan Pakan
Samarinda, 24 Juni 2026 – Upaya meningkatkan kemandirian peternak dalam penyediaan pakan ternak terus dilakukan melalui praktik pembuatan silase yang dilaksanakan di lokasi Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) Samarinda, tepatnya pada Kelompok Tani Kandang Hijau.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas peternak dalam mengelola pakan berkualitas secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan produktivitas usaha peternakan.
Program PDKT merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kaltim dalam membangun sistem peternakan yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. Melalui program ini, peternak didorong untuk tidak hanya meningkatkan produksi ternak, tetapi juga memperkuat kemampuan dalam pengelolaan sarana produksi, termasuk penyediaan pakan.
Pada kegiatan tersebut, peternak mendapatkan praktik langsung pembuatan silase, yaitu pakan hijauan yang diawetkan melalui proses fermentasi sehingga dapat disimpan dalam jangka waktu lama tanpa mengurangi kualitas nutrisinya secara signifikan. Teknologi silase menjadi solusi penting dalam mengantisipasi keterbatasan pakan segar saat musim kemarau maupun memanfaatkan kelebihan produksi hijauan pada musim hujan.
Proses pembuatan silase dilakukan dengan mencacah rumput hijauan, kemudian mencampurkannya dengan dedak, molases, dan EM4. Campuran tersebut selanjutnya dipadatkan dan disimpan dalam kondisi kedap udara agar proses fermentasi berlangsung optimal. Melalui metode ini, peternak dapat menghasilkan cadangan pakan yang berkualitas, mudah disimpan, dan tersedia sepanjang tahun.
Kegiatan praktik pembuatan silase ini sejalan dengan tujuan Program PDKT yang berfokus pada penguatan manajemen usaha peternakan dari hulu hingga hilir. Dengan adanya praktik lapangan tersebut, peternak di lokasi PDKT Samarinda diharapkan semakin terampil dalam mengelola pakan secara mandiri, sehingga usaha peternakan dapat berjalan lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan di masa mendatang.