Komitmen Pengendalian PMK, DPKH Kaltim Raih Penghargaan dari Ditjen PKH Kementerian Pertanian RI
Komitmen Pendalian PMK, DPKH Kaltim Raih Penghargaan dari Ditjen PKH Kementerian Pertanian RI
Komitmen Pendalian PMK, DPKH Kaltim Raih Penghargaan dari Ditjen PKH Kementerian Pertanian RI
Bogor, 11 Desember 2025 — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur meraih dua penghargaan nasional dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Nasional Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI. Kegiatan ini berlangsung di Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH), Kota Bogor, Jawa Barat.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Dr. drh. Nuryani Zainuddin, M.Si., kepada provinsi-provinsi terbaik dalam penanganan PMK. DPKH Provinsi Kalimantan Timur menerima penghargaan:
1. Realisasi Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku Tercepat pada Bulan Vaksinasi Tahun 2025, dan
2. Peringkat 3 Dukungan Anggaran Pemerintah Daerah Provinsi untuk Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku Tahun 2025.
Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala DPKH Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Himawan, ST, MT.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nuryani Zainuddin, menyampaikan bahwa sejak PMK kembali muncul pada tahun 2022, pemerintah telah melakukan berbagai langkah pengendalian, mulai dari pembatasan lalu lintas ternak, isolasi kasus, vaksinasi massal, hingga penguatan surveilans di lapangan. Upaya ini penting mengingat Indonesia pernah dinyatakan bebas PMK pada tahun 1986 dan status tersebut diakui oleh World Organisation of Animal Health (WOAH).
Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, mengungkapkan bahwa hingga 11 Desember 2025 capaian vaksinasi PMK secara nasional telah mencapai 3,6 juta dosis, atau sekitar 90 persen dari total target vaksinasi tahun 2025. Sejumlah provinsi bahkan telah mencapai capaian 100 persen, dan pemerintah terus mendorong daerah dengan capaian di bawah 98 persen untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi.
Capaian dua penghargaan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui DPKH dalam mendukung program nasional pengendalian PMK, demi menjaga kesehatan hewan dan keberlanjutan sektor peternakan.