UPTD Lab Keswan Kesmavet Kaltim Jalani Penilaian Administratif Menuju BLUD
UPTD Lab Keswan Kesmavet Kaltim Jalani Penilaian Administratif Menuju BLUD
UPTD Lab Keswan Kesmavet Kaltim Jalani Penilaian Administratif Menuju BLUD
Samarinda, 11 Juni 2026 – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur menerima kunjungan Tim Penilai dalam rangka Rapat Penilaian Dokumen Administratif Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) UPTD Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Lab Keswan Kesmavet).
Plt. Kepala DPKH Kaltim, Fadli Sufiani, bersama Kepala UPTD Lab Keswan Kesmavet, Rosmelati Situmeang, menyambut langsung Ketua Tim Penilai, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur, H. Iwan Darmawan, Ak., MM. Turut hadir anggota tim penilai yang berasal dari Biro Organisasi, BPKAD, Bappeda, Inspektorat, Biro Perekonomian, Staf Ahli II Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan, serta perwakilan Tim Ahli Gubernur Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Fadli Sufiani menegaskan bahwa proses penilaian ini bukan sekadar menilai kelengkapan dokumen administrasi, melainkan bagian dari upaya transformasi pelayanan publik yang lebih baik.
Sebagai laboratorium rujukan pemerintah daerah, UPTD Lab Keswan Kesmavet memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan hewan, menjamin keamanan pangan asal hewan, mendukung pengendalian penyakit hewan menular, serta memperkuat kelancaran perdagangan komoditas peternakan. Di balik setiap sertifikat hasil uji yang diterbitkan, terdapat tanggung jawab besar terhadap kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, daya saing daerah, iklim investasi, hingga kepercayaan publik kepada pemerintah.
Transformasi menuju BLUD dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas pelayanan. Kebutuhan pembentukan BLUD juga didorong oleh semakin meningkatnya aktivitas peternakan, perdagangan hewan, lalu lintas ternak, distribusi pangan asal hewan, serta tuntutan penguatan sistem keamanan pangan di Kalimantan Timur.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai, H. Iwan Darmawan, menyampaikan bahwa setelah memperoleh status BLUD, kinerja laboratorium harus dapat diukur melalui indikator tata kelola yang jelas. Menurutnya, keberhasilan BLUD dapat dilihat dari peningkatan jenis layanan, frekuensi pelayanan, serta dampaknya terhadap pendapatan dan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
"Kita berharap melalui pengelolaan BLUD, persentase pendapatan yang dihasilkan mampu menutup biaya operasional, sehingga pelayanan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan," jelasnya.
Melalui proses penilaian ini, diharapkan UPTD Lab Keswan Kesmavet dapat segera memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan untuk menjadi BLUD, sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal dalam mendukung kesehatan hewan, keamanan pangan, dan pembangunan sektor peternakan di Kalimantan Timur.