Evaluasi Posko Penanganan Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK)

17 Oktober 2022 Muhammad Al-ikqrham Berita 131
Evaluasi Posko Penanganan Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK)

Samarinda - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur Fahmi Himawan, S. T., M.T menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Posko Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Kalimantan Timur tahun 2022, yang dihadiri oleh Ketua Satgas Penanganan PMK Pusat, Bapak Letjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M, para Satgas Penanganan PMK Kabupaten/ Kota,Tim Pakar Penanganan PMK Pusat (Kamis, 13/10/22).

Situasi PMK di Provinsi Kalimantan Timur saat ini dari 10 Kabupaten Kota, 7 Kabupaten Kota telah dinyatakan sebagai zona merah PMK yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser,Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Barat, Kota Samarinda dan Kota Bontang. Dan 3 Kabupaten Kota masih dinyatakan sebagai zona kuning yaitu: Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Mahulu dan Kabupaten Berau.


Target vaksinasi PMK di Kalimantan Timur sebanyak 126.000 dosis, akan tetapi
mengingat waktu dan kondisi yang ada maka tahun 2022 ini ditargetkan vaksinasi sebanyak 30 % dari populasi sapi di Kalimantan
Timur atau sebanyak 72.000 dosis. Vaksinasi dilakukan di 10 Kabupaten/ Kota dengan realisasi vaksin sampai dengan saat ini
mencapai 30.244 dosis atau sebesar 40 %.
Alhamdulillah situasi kasus PMK di Kalimantan Timur pada bulan Oktober ini tercatat berada di angka 0 kasus dengan kesembuhan 74 ekor, potong bersyarat 39 ekor dan mati 6 ekor.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan dapat terjalin koordinasi, kolaborasi, dan sinergi yang lebih baik dari semua stakeholders, sehingga upaya penanganan dan pengendalian PMK di Kalimantan Timur dapat berjalan dengan optimal. Sehingga para stakeholder dapat mengambil peran dan tugas masing-masing sesuai dengan kewenangannya.
Kebijakan yang telah dilakukan telah membuahkan hasil dengan tidak adanya kasus PMK di beberapa Kabupaten/ Kota zona merah dan dinyatakan zero case yaitu: Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Samarinda dan Kabupaten Paser.
Kasus terakhir terjadi di Kota Bontang pada tanggal 30 September 2022 dan telah dilakukan upaya pengendalian dengan
pengobatan dan desinfeksi. Kondisi ternak sapi telah mengalami penyembuhan.Penanganan PMK sangat penting karena wabah ini sangat
berdampak pada perekonomian nasional dan daerah. Banyak peternak yang penghasilannya bergantung pada hewan ternak atau produk dari hewan ternaknya. Sehingga wabah PMK ini tentunya berdampak langsung bagi mata pencaharian utama para peternak.


Artikel Terkait
Copyright 2019 © Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim | Supported by BubuhanWeb | Redesigned By: Ramz