Rumput Kolomento (Leersia hexandra Swartz) sebagai Hijauan Pakan Lokal Potensial
Rumput Kolomento (Leersia hexandra Swartz) sebagai Hijauan Pakan Lokal Potensial
Rumput Kolomento (Leersia hexandra Swartz) sebagai Hijauan Pakan Lokal Potensial
Rumput kolomento (Leersia hexandra Swartz) merupakan salah satu hijauan pakan lokal yang tumbuh alami di lahan basah, rawa, dan persawahan. Tanaman ini memiliki kemampuan adaptasi yang baik pada kondisi tergenang sehingga berpotensi menjadi sumber hijauan pakan yang berkelanjutan, terutama di wilayah tropis basah seperti Kabupaten Penajam Paser Utara.
Berdasarkan hasil penelitian Anisa, Mayulu, dan Daru (2026), rumput kolomento memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik untuk mendukung kebutuhan pakan ternak ruminansia. Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa rumput ini mengandung bahan kering sebesar 86,53%, kadar air 13,47%, abu 10,30%, lemak kasar 3,70%, serat kasar 28,96%, dan protein kasar 7,33%.
Kandungan protein kasar tersebut termasuk kategori sedang dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi dasar bagi sapi potong, terutama apabila dipadukan dengan hijauan atau sumber protein lainnya.
Selain memiliki kandungan nutrisi yang baik, rumput kolomento juga menunjukkan tingkat kecernaan yang cukup tinggi. Hasil uji in vitro memperlihatkan nilai kecernaan bahan kering sebesar 48,83%, kecernaan bahan organik 50,40%, kecernaan serat kasar 77,04%, dan kecernaan protein kasar mencapai 84,66%. Tingginya nilai kecernaan protein dan serat menunjukkan bahwa nutrien dalam rumput kolomento dapat dimanfaatkan secara efisien oleh mikroba rumen sehingga mendukung proses pencernaan dan produktivitas ternak.
Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa rumput kolomento memiliki potensi besar sebagai sumber hijauan pakan lokal yang mudah diperoleh, adaptif terhadap lingkungan rawa, serta mampu mendukung pengembangan sistem peternakan sapi potong yang berkelanjutan. Pemanfaatan rumput kolomento diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pakan sepanjang tahun sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap hijauan dari luar daerah.
Sumber Pustaka
Anisa, D. E. N., Mayulu, H., & Daru, T. P. (2026). Evaluation of Nutrition and In Vitro Digestibility of Leersia hexandra Swartz as a Feed Source for Beef Cattle in the Cattle Corporation Village. Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry, 10(1), 67–75. https://doi.org/10.30872/jtpc.v10i1.370.